44 Perguruan Tinggi Antusias Jalin Kerja Sama dengan Pemprov Jateng

- Reporter

Senin, 17 Maret 2025 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Sebanyak 44 perguruan tinggi (PT) se-Jawa Tengah, baik negeri maupun swasta, melakukan penandatanganan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Senin (17/3/2025) sore.

Penandatanganan dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama puluhan rektor dari masing-masing PT, di Grhadika Bhakti Praja, kompleks kantor Gubernur Jateng, Semarang. Mereka melakukan Penandatanganan Kesepakatan Bersama (KSB) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Kepala Biro Pemerintahan, Otonomi, dan Kerja Sama Setda Provinsi Jawa Tengah, Muhamad Masrofi mengatakan, penandatanganan kerja sama antara pemprov dengan 44 PT, bertujuan untuk menyinergikan peran dan fungsi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun perguruan tinggi, dalam kerangka kerja sama yang saling menguntungkan bagi peningkatan pembangunan pendidikan, penelitian, dan pengabdian untuk mendukung pembangunan daerah.

“Tujuan diselenggarakannya penandatangangan kerja sama ini adalah untuk mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan perguruan tinggi, dalam rangka pelaksanaan sinergi Tri Dharma PT, sebagai bagian mendukung pembangunan daerah,” kata Masrofi.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi berharap, kerja sama tidak sebatas perjanjian atau MoU, tapi akademisi dapat menjadi bagian dari partisipasi dalam pembangunan Jateng, agar lebih maju dan berkelanjutan.

“Kalau selama ini kita hanya mengandalkan terkait integrasi pemerintah pusat, daerah, dan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota sampai tingkat desa, tapi di sini ada irisan pemerintah yang kita ikut sertakan, di antaranya para akademisi yang selalu mengawal kami selama lima tahun atau seterusnya,” kata Luthfi.

Baca Juga :  Kenang Masa Jadi Kapolres Batang, Ahmad Luthfi Ajak Purnawirawan Terus Mengabdi

Kepada media, gubernur menambahkan, pihaknya memiliki beberapa program yang akan dikawal oleh rektor, dan jajarannya di seluruh Jateng. Artinya, itu tidak sebatas MoU, tapi itu bentuk kerja sama tematik yang dilaksanakan dalam rangka mengawal pembangunan wilayah Jateng, mulai desa, potensi desa, UMKM, desalinasi tentang air, dan lainnya.

“Semuanya yang terkait dengan akademisi di tempat kita, untuk ikut serta menyukseskan pembangunan di wilayah kita,” beber Luthfi.

Ditambahkan, kegiatan jangka pendek yang dilakukan, di antaranya adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik yang akan turun ke seluruh desa, desalinasi perubahan air asin ke air tawar, yang akan dijalankan bagi masyarakat nelayan di pinggir pantai dengan prioritas air. Alatnya dari Universitas Diponegoro (Undip) untuk mengurangi resapan air tanah.

Luthfi juga berharap KKN tidak hanya melaksanakan tugas akademisi, tapi mahasiswa juga harus memiliki desa binaan, desa pemantapan, dan desa pantauan.

“Akhirnya, desa akan berkembang, sesuai dengan potensi wilayah masing-masing, dengan melibatkan adik-adik mahasiswa,” imbuhnya.

Rektor Undip Prof Dr Suharnomo, menyambut baik langkah Pemprov Jateng melalui gubernur, dengan melibatkan perguruan tinggi. Sehingga, masing-masing perguruan tinggi bisa masuk di klaster tertentu, sesuai dengan kompetensi.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Nyalakan Asa Masyarakat Pesisir Lepas dari Ancaman Aberasi dan Rob

“Saya rasa, hasilnya akan lebih bagus, daripada program berjalan tanpa pendampingan dari ahli yang memang kampus itu ada, yang selama ini tidak terlalu banyak dimanfaatkan dengan maksimal. Kami apresiasi apa yang dilakukan Pemprov Jateng dari awal, dari program kerjanya menggandeng LPPM dan kampus secara umum, sesuai dengan kompetensi masing-masing,” kata Suharnomo.

Diterangkan, dari Undip, pihak kampusnya memiliki mesin desalinasi yang bisa mengubah air payau menjadi air minum. Jadi, ada problem yang bisa diselesaikan. Yaitu air rob, dan air tanah. Menurutnya, dari teknologi, Undip bisa menggarap terkait air permukaan.

“Dalam skala besar, kita sedang tawarkan ke Pemprov Jateng, bahwa industri-industri mestinya tidak boleh lagi ambil air tanah, karena pasti akan menurunkan permukaan air tanah. Jadi kalau mesin desalinasi dari Undip bisa digerakkan, berarti kita bisa menjualnya ke industri. Industri tidak perlu lagi mengambil dari air tanah. Di satu sisi, air rob yang ada bisa kita olah menjadi bahan baku, dari air yang sudah sangat siap untuk industri atau untuk air minum. Kita sudah tawarkan ke provinsi,” ujarnya.

Berita Terkait

Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci
Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati
Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya
Jaga Cadangan Air Tanah, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan
Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov Usai Atlet Selam Jepara Meninggal Dunia
Cegah Api Meluas, Ahmad Luthfi Perintahkan Penyisiran di Kawasan Gunung Lawu
Taj Yasin: Perubahan Perda Pajak dan Retribusi Disesuaikan dengan Kebutuhan Daerah
Ahmad Luthfi Kenang Prestasi Syabilla, Atlet Selam Jepara yang Berpulang saat Porprov

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov Usai Atlet Selam Jepara Meninggal Dunia

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Cegah Api Meluas, Ahmad Luthfi Perintahkan Penyisiran di Kawasan Gunung Lawu

Berita Terbaru