Kemenag Hadirkan Terjemahan Al-Qur’an dalam 30 Bahasa Daerah Sepanjang Ramadan

- Reporter

Sabtu, 1 Maret 2025 - 20:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM (BMBPSDM) Kementerian Agama meluncurkan program unggulan bertajuk ‘Membumikan Al-Qur’an di Nusantara’ selama Ramadan 1446 H/2025 M. Program ini menghadirkan terjemahan Al-Qur’an dalam 30 bahasa daerah di Indonesia sebagai upaya membumikan pesan langit agar lebih dekat dengan masyarakat di berbagai penjuru Nusantara.

Kepala BMBPSDM Muhammad Ali Ramdhani menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam memperluas akses pemahaman Al-Qur’an bagi seluruh masyarakat Indonesia. “Harapan kami, program ini tidak hanya membantu umat memahami Al-Qur’an dalam bahasa daerahnya, tetapi juga menggali kearifan lokal serta membangun kebanggaan nasional. Ramadan adalah momentum yang tepat untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an,” ujarnya di Jakarta, Jumat (28/2/2025).

Melalui inisiatif ini, lanjut Kaban, BMBPSDM meneguhkan perannya dalam moderasi beragama dan literasi keagamaan. Ke depan, penerjemahan Al-Qur’an ke berbagai bahasa daerah akan terus diperluas agar semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati dan memahami makna Al-Qur’an dalam konteks budaya mereka sendiri. “Dengan begitu, semangat membumikan pesan langit benar-benar hadir dalam wajah Nusantara,“ tuturnya.

Baca Juga :  Bangun Kesejahteraan, Menko Polkam Soroti Peran Daerah dan Generasi Muda

Sekretaris BMBPSDM Ahmad Zainul Hamdi menegaskan bahwa melalui inisiatif tersebut, BMBPSDM ingin memastikan makna Al-Qur’an dapat tersampaikan dengan lebih baik kepada umat Muslim yang kurang familiar dengan bahasa Arab maupun bahasa Indonesia. Pusat Penilaian Buku Agama, Lektur, dan Literasi Keagamaan BMBPSDM bertanggung jawab atas produksi program ini yang dikemas dalam bentuk video berdurasi tiga menit, menampilkan pembacaan ayat Al-Qur’an oleh seorang qariah yang dilengkapi dengan saritilawah dalam bahasa daerah setempat.

“Setiap hari selama Ramadan, kami akan menayangkan satu terjemahan dalam bahasa daerah yang berbeda. Harapannya, umat Islam dari berbagai suku dapat lebih mudah memahami kandungan Al-Qur’an dalam bahasa ibu mereka,” ungkap Sesban.

Adapun bahasa daerah yang digunakan dalam program tersebut yaitu Gorontalo, Jawa Banyumasan, Sunda, Dayak Kayanatn, Bali, Bugis, Minang, Melayu Ambon, Melayu Palembang, Melayu Jambi, Betawi, Dayak Ngaju, Toraja, Gayo, Ternate, Madura, Aceh, Makassar, Kaili, Bolaang Mongondow, Mandar, Using Banyuwangi, Banjar, Tolaki, Bima, Cirebon, Batak Angkola, Sasak Lombok, Melayu, dan Kupang.

Baca Juga :  47 PLTS Diresmikan Presiden, 5.383 Rumah Tangga di Wilayah 3T Kini Nikmati Listrik Bersih

“Dalam proses produksi, BMBPSDM memastikan bahwa saritilawah diisi oleh penutur asli dari setiap daerah guna menjaga keaslian dialek dan logat. Dengan demikian, nuansa kebatinan serta budaya lokal tetap terjaga, sehingga pesan Al-Qur’an dapat lebih mengena dan menyentuh hati masyarakat setempat,” ucapnya.

Program akan tayang mulai hari pertama Ramadan melalui berbagai platform media sosial resmi BMBPSDM, termasuk Instagram @balitbangdiklat, TikTok Balitbang Diklat, Facebook Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, serta YouTube @Balitbangdiklat.

“Selain Membumikan Al-Qur’an di Nusantara, BMBPSDM juga menghadirkan program Kuliah Tiga Menit (Kultim) yang berisi tausiyah singkat selama tiga menit dari para pejabat dan pegawai BMBPSDM. Kultim ini juga akan tayang setiap hari di kanal media sosial yang sama,“ pungkasnya.

Berita Terkait

Pemprov Jateng Raih Banyak Penghargaan Pendidikan, Luthfi Apresiasi Kinerja Daerah
Airlangga dan OJK Kompak Puji Strategi Swasembada Pangan Jateng
Wamenko Polkam: Demokrasi Sejuk dan Damai Kunci Pembangunan Berkelanjutan
Konferensi Sejarah Sepeda Dunia Digelar di Klaten, Delegasi Mancanegara Hadir
Pemprov Jateng Sabet Penghargaan Kearsipan Nasional pada Hari Kearsipan ke-55
Hadapi Krisis Global, Menko Polkam Ajak Pemimpin Daerah Dekat dengan Rakyat
Fahri Hamzah Nilai Jawa Tengah Terdepan Wujudkan Program 3 Juta Rumah
Pendampingan Berkelanjutan PNM Mekaar Bantu Pelaku UMKM Perempuan Lebih Mandiri dan Percaya Diri

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:10 WIB

Pemprov Jateng Raih Banyak Penghargaan Pendidikan, Luthfi Apresiasi Kinerja Daerah

Senin, 25 Mei 2026 - 17:06 WIB

Airlangga dan OJK Kompak Puji Strategi Swasembada Pangan Jateng

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:22 WIB

Wamenko Polkam: Demokrasi Sejuk dan Damai Kunci Pembangunan Berkelanjutan

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:11 WIB

Konferensi Sejarah Sepeda Dunia Digelar di Klaten, Delegasi Mancanegara Hadir

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:43 WIB

Pemprov Jateng Sabet Penghargaan Kearsipan Nasional pada Hari Kearsipan ke-55

Berita Terbaru

Pemerintahan

Taj Yasin Tegaskan Tak Ada Pemberhentian Guru Honorer di Jateng

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:28 WIB