Solo Raya Jadi Model Aglomerasi Jateng, Ahmad Luthfi Raih Penghargaan

- Reporter

Jumat, 6 November 2026 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARANGANYAR – Batas administratif antardaerah kerap menjadi sekat dalam pembangunan ekonomi. Padahal, setiap wilayah memiliki potensi yang bisa saling menguatkan jika dikelola dalam satu kesatuan. Pendekatan inilah yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui aglomerasi ekonomi, dengan Solo Raya sebagai salah satu modelnya.

Atas kepemimpinan dalam mendorong pendekatan tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menerima Agglomeration Leadership Award kategori Regional Leadership and Governance dalam ajang Solo Raya Impact Award 2026. Penghargaan yang digelar Tribun Solo itu berlangsung di Hotel Alana, Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Kamis malam, 5 November 2026.

Solo Raya dinilai menjadi salah satu percontohan pengembangan kawasan aglomerasi di Jawa Tengah. Melalui pendekatan ini, potensi ekonomi tujuh kabupaten/kota di kawasan tersebut didorong untuk saling terhubung. Mulai dari perdagangan, jasa, industri, pertanian, hingga pariwisata.

Kota Surakarta, misalnya, memiliki kekuatan sebagai pusat perdagangan, jasa, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Sementara daerah di sekitarnya memiliki keunggulan di sektor industri, pertanian, serta pariwisata alam. Jika dikembangkan secara terpadu, kekuatan tersebut dapat saling menopang dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Minta Pemulihan Gunung Sumbing Dipercepat, Air Bersih Warga Jadi Prioritas

“Kita sebagai pejabat publik termasuk ASN yang ada di dalamnya untuk betul-betul bisa menjadi birokrasi yang melayani dengan cara meningkatkan pelayanan, melayani masyarakat, dan menarik investasi,” kata Ahmad Luthfi seusai menerima penghargaan.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan masing-masing wilayah. Diperlukan kolaborasi lintas daerah dan berbagai pemangku kepentingan agar potensi yang dimiliki bisa berkembang bersama.

Semangat kebersamaan tersebut, lanjut Luthfi, menjadi dasar pengembangan aglomerasi. Karena itu, model Solo Raya nantinya akan didorong untuk diterapkan di kawasan aglomerasi lainnya di Jawa Tengah.

“Aglomerasi Solo Raya dengan Kota Surakarta sebagai hub-nya, dengan masing-masing daerah punya suatu produk unggulan yang berbeda-beda tetapi dapat maju berkelanjutan bersama. Ini yang akan kita geser ke wilayah aglomerasi lain,” ujarnya.

Untuk memperkuat koordinasi, Pemprov Jateng telah menetapkan Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Surakarta sebagai pusat koordinasi pengembangan ekonomi Solo Raya sejak Februari 2026.

Melalui koordinasi tersebut, tujuh kabupaten/kota di Solo Raya didorong menyelaraskan perencanaan pembangunan, konektivitas infrastruktur dan transportasi, investasi, serta pengembangan potensi ekonomi lintas wilayah. Dengan begitu, pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling terhubung dalam satu ekosistem ekonomi kawasan.

Baca Juga :  Antisipasi Bencana, Bupati Semarang Dorong Kerja Sama Antarinstansi

Pendekatan itu juga diharapkan memperkuat daya tarik investasi. Ahmad Luthfi memaparkan, realisasi investasi Jawa Tengah hingga triwulan III 2026 mencapai Rp 72,54 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 6,07 triliun berasal dari kawasan Solo Raya.

Besarnya potensi investasi tersebut perlu ditopang dengan pengembangan kawasan yang terintegrasi. Sebab, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari besarnya investasi yang masuk, tetapi juga sejauh mana aktivitas ekonomi mampu membuka lapangan kerja, menggerakkan usaha masyarakat, dan meningkatkan kesejahteraan.

“Tujuan akhirnya tentu penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Luthfi yang memimpin Jawa Tengah bersama Wagub Taj Yasin.

Sebagai informasi, Solo Raya Impact Award 2026 memberikan 14 penghargaan kepada pemerintah daerah, lembaga, dan tokoh inspiratif yang dinilai berkontribusi terhadap pembangunan, pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik, serta pengembangan sumber daya manusia di kawasan Solo Raya.*

Berita Terkait

Jaga Desa Jadi Perhatian Kajati Teguh Subroto, Pengawasan Dana Desa dan Kesejahteraan BPD Disorot
Perkuat Konservasi Air, PWNA Jateng Siap Kolaborasi Bangun Sumur Resapan
Pelaku Wisata Curhat kepada Ahmad Luthfi, Jam Kunjungan Borobudur hingga Pelebaran Jalan Disorot
Ahmad Luthfi Minta Kepala Daerah Bergerak, Penimbunan dan Spekulasi Harga Diawasi Ketat
Penggilingan Padi Makin Efisien, Petani Jateng Bisa Hemat Biaya Operasional
Pemprov Jateng Beri Reward bagi Warga yang Rajin Bayar Pajak Kendaraan
Antisipasi Kerawanan Laut, TNI AL Hadirkan Posal Baru di Pesisir Pati
Ahmad Luthfi Ajak Buruh dan Pengusaha Cari Titik Temu soal Upah 2027

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:00 WIB

Jaga Desa Jadi Perhatian Kajati Teguh Subroto, Pengawasan Dana Desa dan Kesejahteraan BPD Disorot

Jumat, 6 November 2026 - 15:38 WIB

Perkuat Konservasi Air, PWNA Jateng Siap Kolaborasi Bangun Sumur Resapan

Jumat, 6 November 2026 - 13:59 WIB

Solo Raya Jadi Model Aglomerasi Jateng, Ahmad Luthfi Raih Penghargaan

Kamis, 5 November 2026 - 16:57 WIB

Ahmad Luthfi Minta Kepala Daerah Bergerak, Penimbunan dan Spekulasi Harga Diawasi Ketat

Kamis, 5 November 2026 - 16:49 WIB

Penggilingan Padi Makin Efisien, Petani Jateng Bisa Hemat Biaya Operasional

Berita Terbaru