Masyarakat Nyaman Lintasi Tol Fungsional Klaten-Prambanan, Perjalanan Lebih Cepat

- Reporter

Rabu, 25 Desember 2024 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zonajateng.id – Operasional sementara (fungsional) Tol Yogya-Solo ruas Klaten-Prambanan, memudahkan mobilitas masyarakat ke Kota Gudeg. Selain menyingkat waktu tempuh, ruas tersebut juga mengurai kepadatan lalu lintas di jalur konvensional saat libur Nataru 2024/2025.

Spesialist Bidang Humas PT Jasamarga Yogya-Solo, Rachmat Jesiman mengatakan, hingga hari ketiga ruas tersebut telah dilalui puluhan ribu pelintas. Guna memastikan keselamatan, pihaknya bersama stakeholder terkait rajin melakukan patroli.

“Selama tiga hari dibukanya jalur fungsional, baik kendaraan masuk-keluar Gerbang Tol Prambanan melintas tercatat 39.373 kendaraan. Adapun puncak lalu lintas tercatat pada hari Sabtu (21/12/2024) lalu,” ujarnya, Selasa (24/12/2024).

Baca Juga :  Ahmad Luthfi: 2026 Momentum Take Off Program yang Menyentuh Rakyat

Rachmat mengatakan, fungsional ruas Klaten-Prambanan dilakukan dari 20 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025. Selama rentang waktu itu, jalan bebas hambatan dibuka mulai pukul 06.00-18.00, dengan tidak ada pemberlakuan tarif.

Adapun, ruas Klaten-Prambanan yang dibuka fungsional sepanjang 8,6 kilometer, dari total ruas Tol Yogya-Solo, yang bisa dioperasionalkan sepanjang 30,6 kilometer.

“Kami mengimbau pengguna jalan mematuhi peraturan. Jaga kondisi badan dan kendaraan, dan pastikan saldo e-money cukup. Meski ruas ini (Klaten-Prambanan) gratis, namun untuk ruas Banyudono-Klaten dikenai tarif,” imbuhnya.

Baca Juga :  Legislator DPRD Jateng Apresiasi Program Presiden Revitalisasi Sekolah di Daerah Tertinggal

Seorang pelintas asal Lebak Banten, Didin, menyatakan terbantu dengan dibukanya ruas tersebut. Menurutnya, pengoperasian jalan itu membuat lebih hemat waktu tempuh.

“Nyaman, enak, terbantu, cepat tak usah keluar di Solo, langsung ke Prambanan hingga Yogya. Jarak tempuh Banten tadi sembilan jam, biasanya 10-12 jam,” ungkapnya.

Pelintas asal Manado, Ririn Anggraini, menyampaikan hal serupa. Ia merasa nyaman melintas di ruas tersebut.

“Ke Yogya mau liburan. Ini mempermudah sekaligus mempercepat kami sampai. Dibandingkan jalan nontol, ini lebih bagus. Kita juga disuguhi pemandangan sawah dan gunung-gunung,” tutupnya.

Berita Terkait

Gubernur Luthfi: IWAPI Harus Hadir Beri Solusi dan Manfaat bagi Masyarakat
Sumarno: Keberhasilan Pendidikan Anak Dimulai dari Kolaborasi Semua Pihak
Tampung Aspirasi Jateng Guyub, Gubernur Jateng Bantu 56 Truk untuk Petani Tebu
Sekda Jateng: Korupsi Harus Dicegah dari Hulu, APIP Jadi Garda Terdepan
Rakorkomwil III Apeksi 2026, Sekda Jateng Tekankan Penguatan Fiskal dan Pengelolaan Sampah
Fakta Baru Terungkap, Korban Penipuan di Purwokerto Diminta Tutup Mulut Oleh Sang Ratu Investasi Bodong
Kerja Sama Jateng-Fujian Makin Erat, Investasi hingga Youth Exchange Jadi Prioritas
BKD Jateng Bantah Informasi PPPK Paruh Waktu Ditempatkan di Ormas

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:20 WIB

Gubernur Luthfi: IWAPI Harus Hadir Beri Solusi dan Manfaat bagi Masyarakat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:11 WIB

Sumarno: Keberhasilan Pendidikan Anak Dimulai dari Kolaborasi Semua Pihak

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:25 WIB

Tampung Aspirasi Jateng Guyub, Gubernur Jateng Bantu 56 Truk untuk Petani Tebu

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:02 WIB

Sekda Jateng: Korupsi Harus Dicegah dari Hulu, APIP Jadi Garda Terdepan

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:16 WIB

Rakorkomwil III Apeksi 2026, Sekda Jateng Tekankan Penguatan Fiskal dan Pengelolaan Sampah

Berita Terbaru