Stabilkan Harga Kepokmas, Banyumas Gelar Gerakan Pangan Murah

- Reporter

Jumat, 17 Januari 2025 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyumas – Sejumlah barang kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) dijual dengan harga relatif murah, pada acara Gerakan Pangan Murah (GPM), di Halaman Kelurahan Purwokerto Kidul Kecamatan Purwokerto Selatan, Rabu (15/1/2025).

GPM tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan KP) bekerja sama dengan Bulog, Badan Pangan Nasional, dan Bank Indonesia Purwokerto, yang tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Banyumas.

Pelaksana harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Banyumas, Junaedi, menuturkan Gerakan Pangan Murah, yang pertama kali dilakukan tahun ini, bertujuan untuk menstabilkan pasokan dan harga pangan

“Agar harga kebutuhan pokok bagi masyarakat bisa terpenuhi dan terkendali,” ucapnya

Lebih lanjut, tingkat inflasi Banyumas per-Desember tahun 2024 sebesar 1,51. Angka tersebut sesuai dengan harapan pemerintah.

Baca Juga :  Program MBG di Grobogan Dorong Generasi Sehat dan Kesejahteraan

“Ini artinya harga-harga di Kabupaten Banyumas sangat terkendali. Namun, ada beberapa jenis komoditas yang memang mengalami kenaikan,” ucapnya

Plh Sekda Junaedi menyebut, beberapa kepokmas yang dijual adalah cabai seharga Rp80 ribu.

“Di sini harganya memang harga distributor, sehingga sangat membantu meringankan beban masyarakat,” tuturnya

Ditambahkan, GPM direncanakan akan diselenggarakan minimal 12 kali, sesuai dengan kondisi harga kebutuhan masyarakat di pasaran.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Christoveny, merinci beberapa komoditas penyumbang inflasi di Purwokerto pada Desember 2024, antara lain cabai rawit merah, cabai merah besar, telur ayam ras, dan minyak goreng.

Baca Juga :  Realisasi Penerimaan Pajak di DJP Jateng I Capai Rp36,19 Triliun hingga November 2024

Menurutnya terjadinya gejolak kenaikan harga komoditas pangan, khususnya cabai, dipengaruhi pasokannya terbatas akibat cuaca ekstrem dan belum datangnya masa panen.

Cristoveny menambahkan, dalam kegiatan tersebut, masyarakat bisa membeli cabai merah besar dengan harga Rp13.000 per 250 gram dan cabai rawit merah dengan harga Rp8.000 per ons.

“Kedua komoditas tersebut dapat dijual dengan harga murah karena TPID Kabupaten Banyumas memberikan fasilitas bantuan distribusi, yakni dengan menanggung ongkos angkut. Jadi, setidaknya mengurangi harga yang terlalu tinggi, yang mencapai Rp100 ribu per kilogram (untuk cabai rawit merah), sehingga kita bisa jual Rp80 ribu per kilogram karena ongkos angkutnya kita tanggung,” tambah Christoveny.***

Berita Terkait

Gubernur Luthfi: IWAPI Harus Hadir Beri Solusi dan Manfaat bagi Masyarakat
Sumarno: Keberhasilan Pendidikan Anak Dimulai dari Kolaborasi Semua Pihak
Tampung Aspirasi Jateng Guyub, Gubernur Jateng Bantu 56 Truk untuk Petani Tebu
Indomaret Fun Run 2026 Ramaikan Semarang, Peserta Berpeluang Bawa Pulang Honda Stylo
BRI x REI Expo 2026 Hadirkan Promo KPR Menarik di Queen City Mall Semarang
Ahmad Luthfi Dorong Pelajar Kuasai Industri Hijau, Jateng Perkuat Daya Saing Dunia
Sekda Jateng: Korupsi Harus Dicegah dari Hulu, APIP Jadi Garda Terdepan
Pemprov Jateng Genjot Industri Hijau, Bidik Ekspor dan Investasi Berkualitas

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:20 WIB

Gubernur Luthfi: IWAPI Harus Hadir Beri Solusi dan Manfaat bagi Masyarakat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:11 WIB

Sumarno: Keberhasilan Pendidikan Anak Dimulai dari Kolaborasi Semua Pihak

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:25 WIB

Tampung Aspirasi Jateng Guyub, Gubernur Jateng Bantu 56 Truk untuk Petani Tebu

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:07 WIB

Indomaret Fun Run 2026 Ramaikan Semarang, Peserta Berpeluang Bawa Pulang Honda Stylo

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:55 WIB

BRI x REI Expo 2026 Hadirkan Promo KPR Menarik di Queen City Mall Semarang

Berita Terbaru