LDII Jateng Panen Sorgum Bersertifikat Perdana Bareng Menteri Yandri Susanto di Blora

- Reporter

Senin, 12 Mei 2025 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blora – Panen perdana sorgum bersertifikat sukses digelar pada Minggu, 11 Mei 2025, di Dukuh Gelam, Desa Kedungwungu, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora.

Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan pangan alternatif nasional, dipelopori oleh DPW LDII Jawa Tengah sebagai bagian dari komitmennya mendukung ketahanan pangan Indonesia.

Acara ini dihadiri oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Yandri Susanto, Bupati Blora H. Arief Rohman, serta jajaran pimpinan LDII dari pusat hingga daerah.

Menteri Yandri memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif LDII dalam mengembangkan sorgum sebagai alternatif pangan.

“Ketika banyak pihak fokus pada padi dan jagung, LDII hadir dengan inovasi sorgum. Ini adalah langkah luar biasa untuk diversifikasi pangan,” ungkap Menteri Yandri.

Baca Juga :  Pemprov Jateng All Out Tangani Banjir: Bantuan Turun, Pompa Menyala, Rekayasa Cuaca Dijalankan

Ia juga menekankan pentingnya keberlanjutan program dan kesejahteraan petani sorgum, serta membuka peluang kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah.

Sorgum yang dipanen adalah Varietas Super 1, yang telah memperoleh sertifikasi dan ditanam sejak 17 Januari 2025 di lahan seluas 0,5 hektare.

Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan lokal dan menjadi model bagi pengembangan sorgum di wilayah lain.

Ketua DPW LDII Jateng, Prof. H. Singgih Tri Sulistyono, menjelaskan bahwa LDII berkomitmen mengawal pengembangan sorgum dari Blora ke berbagai daerah di Indonesia.

Selain untuk petani, program ini juga menyasar institusi pendidikan dan pesantren untuk meningkatkan konsumsi sorgum.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. H. Rubiyo, Ketua Korbid Pengabdian Masyarakat LDII, menyoroti keunggulan sorgum sebagai tanaman yang kaya gizi, tahan kekeringan, dan cocok untuk lahan marginal.

Baca Juga :  Pimpin Ziarah ke TMP, Gus Yasin Ajak Korpri Adaptif di Era Digital

Namun, ia juga mengakui adanya tantangan dalam harga pasar yang masih tinggi karena terbatasnya produksi massal.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, LDII menggagas model social enterprise.
Melalui pendekatan ini, petani tidak hanya dibimbing dalam budidaya, tetapi juga didukung dalam hal pelatihan, pendampingan, dan perluasan pasar, bekerja sama dengan pemerintah dan sektor swasta.

Panen perdana ini menjadi bukti nyata bahwa LDII bukan hanya berperan sebagai organisasi masyarakat, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor.***

Berita Terkait

Simpang Lima Jadi Panggung MTQ Nasional XXXI, Warga Dipersilakan Hadir
BRI Ungaran Gelar Pengajian Rutin, Perkuat Pembinaan Spiritual Pekerja
YBM BRILiaN BRI Ungaran Hadirkan Kepedulian Lewat Berbagi Sembako
Antusiasme Warga Tinggi, Pemprov Jateng Siapkan Videotron Pembukaan MTQ
Taj Yasin Sambut Kafilah MTQ, 13 Venue di Jateng Siap Digunakan
Kafilah Papua Barat Daya Terkesan Sambutan Pemprov Jateng di MTQ Nasional
Taj Yasin Dorong Penguatan NIK, Warga Tak Perlu Berulang Kali Serahkan Fotokopi KTP
Bangkai Ikan Sapu-Sapu Ganggu Warga Pati, Gubernur Luthfi Perintahkan Segera Dikubur

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:30 WIB

Simpang Lima Jadi Panggung MTQ Nasional XXXI, Warga Dipersilakan Hadir

Jumat, 11 September 2026 - 15:42 WIB

BRI Ungaran Gelar Pengajian Rutin, Perkuat Pembinaan Spiritual Pekerja

Jumat, 11 September 2026 - 15:19 WIB

YBM BRILiaN BRI Ungaran Hadirkan Kepedulian Lewat Berbagi Sembako

Jumat, 11 September 2026 - 07:15 WIB

Taj Yasin Sambut Kafilah MTQ, 13 Venue di Jateng Siap Digunakan

Kamis, 10 September 2026 - 07:30 WIB

Kafilah Papua Barat Daya Terkesan Sambutan Pemprov Jateng di MTQ Nasional

Berita Terbaru