Gula Semut Temanggung, Potensi Penggerak Ekonomi Lokal

- Reporter

Selasa, 27 Mei 2025 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEMANGGUNG – Gula semut, salah satu produk olahan dari nira aren, dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai tambah, serta mendorong ekonomi lokal.

Melihat peluang tersebut, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Temanggung bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar Focus Group Discussion (FGD), Senin (26/5/2025) di Ruang

Sindoro Sumbing, Bappeda Temanggung.
Mengangkat tema “Model Pengembangan Agroindustri Gula Semut Berbasis Nira Aren untuk Meningkatkan Nilai Tambah dan Ekonomi Lokal Jawa Tengah”, kegiatan ini menghadirkan pemangku kepentingan dari berbagai kalangan, termasuk peneliti, pelaku usaha, serta aparatur pemerintah.

Kepala Bappeda Temanggung, Hendra Sumaryana, dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa produk gula semut masih tergolong baru dan belum sepenuhnya dikenal masyarakat luas.

“Yang terjadi sekarang adalah produk itu kan masih terbatas dikenalnya, baru di bawah lima tahun masyarakat baru mengenal adanya gula semut. Dengan riset ilmiah ini diharapkan menjadi edukasi tidak hanya bagi petani namun juga pengambil kebijakan,” ujarnya.

Baca Juga :  Luthfi Tegas ke BUMD: Jangan Jadi Beban, Harus Hasilkan PAD

Sementara itu, Ketua Tim Peneliti BRIN, Dr. Istriningsih menegaskan alasan mengapa gula semut dipilih sebagai topik utama dalam diskusi kali ini.

Menurutnya, Temanggung memiliki posisi strategis sebagai produsen aren terbesar di Jawa Tengah.

“Di Kabupaten Temanggung ini menarik untuk kita kaji, karena pemainnya masih sedikit dan produk ini masih relatif baru, namun kami memandang, bahwa produk ini promising,” jelasnya.

Sebagai bagian dari kajian lapangan, Tim BRIN telah melakukan observasi langsung ke Kecamatan Kandangan, tepatnya di Desa Margolelo dan Desa Tlogopucang. Di sana, tim melakukan wawancara dengan 30 responden yang terdiri dari petani dan produsen gula semut.

Baca Juga :  Jateng Tancap Gas, Sampah Semarang dan Kendal Disulap Jadi Energi Listrik Bernilai Tinggi

“(Kita) Wawancara 30 responden, baik petani, maupun produsen atau pengrajin gula semut,” tambah Istriningsih.

Dibandingkan dengan gula batok yang selama ini lebih umum diproduksi masyarakat, gula semut dinilai memiliki prospek yang lebih luas, termasuk potensi untuk menembus pasar ekspor.

“Apabila dari Pemerintah Kabupaten Temanggung akan menggarap gula semut aren ini lebih besar lagi, barangkali ini bisa menjadi salah satu produk potensial untuk nanti tujuan ekspor. Ujungnya nanti bukan ekspornya, tetapi kesejahteraan petani aren, karena selama ini produk unggulan mereka kan gula batok,” pungkasnya.

Melalui kegiatan FGD ini, diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah, lembaga riset, dan masyarakat dalam mengembangkan agro industri gula semut sebagai salah satu motor penggerak ekonomi lokal di Jawa Tengah.

Berita Terkait

Polytron Bekali UMKM Strategi Bisnis, dari Pengelolaan Pelanggan hingga Teknologi CRM
Tembus Rp72,54 Triliun, Investasi Jateng Terus Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global
Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Jateng Terus Melaju
Ahmad Luthfi Genjot Investasi Jateng, Target Rp 110 Triliun hingga Akhir Tahun
Immoderma Skin Clinic Raih ICON OF VITARAN 3 Stars, Bukti Komitmen Layanan Berkualitas
Petani Tak Lagi Waswas Harga Panen Anjlok, Program Petani Gajian Jadi Harapan
Jateng Kantongi Investasi Rp 72,54 Triliun, Ahmad Luthfi Bidik Ekspansi Perusahaan Vietnam
Harga Sembako Lebih Murah, Warga Minta GPM Jateng Lebih Sering Digelar

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Polytron Bekali UMKM Strategi Bisnis, dari Pengelolaan Pelanggan hingga Teknologi CRM

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Tembus Rp72,54 Triliun, Investasi Jateng Terus Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:07 WIB

Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Jateng Terus Melaju

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:59 WIB

Ahmad Luthfi Genjot Investasi Jateng, Target Rp 110 Triliun hingga Akhir Tahun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Immoderma Skin Clinic Raih ICON OF VITARAN 3 Stars, Bukti Komitmen Layanan Berkualitas

Berita Terbaru