Bohong, Charoen Pokphand Akan Dirikan Ternak Babi di Jepara

- Reporter

Kamis, 7 Agustus 2025 - 19:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang – PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk menegaskan tak memiliki unit usaha peternakan babi, apalagi rencana akan mendirikan peternakan babi di Kabupaten Jepara. Penegasan ini diungkapkan Yustinus B Solakira, Direktur Bidang Hukum dan Kepatuhan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, Rabu (6/8/2025) kepada wartawan usai silaturahmi ke Kantor MUI Jawa Tengah, komplek Masjid Baiturrahman Semarang.

Menurut Yustinus, pihaknya sangat kaget ketika nama perusahaannya disebut sebagai pihak yang akan mendirikan peternakan babi di wilayah Jepara sebagaimana disebut pada Fatwa MUI Nomor Kep.FW.01/DP-P.XIII/SK/VIII/2025.

“Banyak yang mengkonfirmasi kepada kami, termasuk para wartawan. Karena kami tidak pernah merasa akan mendirikan perternakan babi dan berkirim surat ke MUI, maka kami mulai melakukan penelusuran dan perlu lakukan klarifikasi,” ungkap Yustinus.

Setelah dirinya mendapati surat sebagaimana yang dikirim ke MUI Kabupaten Jepara dengan tanda tangan Arip Abidin selaku Direktur Investasi, baru bisa menyimpulkan bahwa surat tersebut dibuat bukan atas nama perusahaannya. Dasarnya, TP Charoen Pokphand Indonesia Tbk tidak ada program atau perencanaan membangun peternakan babi. Kop surat yang digunakan untuk berkirim surat ke MUI Kabupaten Jepara beda dengan Kop Surat PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (struktur bentuknya). Selain itu di perusahaannya tidak ada karyawan bernama Arip Abidin, apalagi menjabat sebagai Direktur Investasi.

Baca Juga :  BRI Ungaran Serahkan Klaim Asuransi AMKKM Plus Rp103,5 Juta kepada Ahli Waris Nasabah

“Jadi kesimpulannya, surat tersebut memalsukan nama perusahaan kami. Informasi ini penting diketahui MUI Jawa Tengah sekaligus masyarakat,” ungkap Yustinus B Solakira.

Kedatangan Tim PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk ke Kantor MUI Jawa Tengah, Rabu (6/8/2025) ini diterima Sekretaris Umum MUI Jateng Drs KH Muhyiddin MAg,, Sekretaris Dr H Agus Fathudin Yusuf MA, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Jateng KH Dr Ahmad Izzudin MAg.

“Kami sangat berterima kasih kepada MUI Jawa Tengah yang telah memberi ruang pada kami untuk menyampaikan klarifikasi dan informasi penting ini. Dalam pertemuan, kami sampaikan profil perusahaan PT Charoen Pokphand Indonesia sebagai perusahaan yang bergerak di bidang peternakan unggas ayam, mulai dari pakan, anak ayam, kemitraan ayam broiler dan rumah potong, serta ayam olahan,” lanjut Yustinus.

Kepada pengurus MUI Jateng, Yustinus menyampaikan sepakat pada penolakan peternakan babi. Karena selain bertentangan dengan syariat umat muslim, juga terhadap kondisi sosial kemasyarakatan. Namun yang cukup mengganggu adalah penggunaan nama perusahaan yang mengatasnamakan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk yang dilakukan oleh orang tak bertanggungjawab.

Baca Juga :  Jumlah Penumpang Kereta di Daop 4 Semarang Terus Bertambah di Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus

“Kami sudah berupaya mencari dan menghubungi Arip Abidin, kami undang ke Jakarta untuk kami minta penjelasannya, namun tidak datang dan hingga kami ke Semarang dia juga tidak bisa dihubungi,” jelasnya.

Atas kejadian ini, Yustinus mengimbau agar semua pihak mewaspadai modus penipuan menggunakan nama perusahaannya. Banyak pihak yang memanfaatkan nama PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, antara lain melalui penawaran online dan terakhir berpura-pura ingin tanamkan investasi dengan membangun peternakan babi.

Sementara Sekretaris Umum MUI Jateng Drs KH Muhyiddin MAg menyampaikan terima kasih atas informasi penting terkait surat yang diklarifikasi bukan dari PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Pihaknya berharap PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk agar bisa melengkapi bukti kuat kebohongan Arip Abidin yang mengaku Direktur Investasi PT Charoen Pokphand Indonesia Kantor Perwakilan Bali.***

Berita Terkait

Dari 537 Gagasan yang Masuk Pusaka Jateng, Taj Yasin: Jadi Bahan Kebijakan APBD Jateng 2027
3.754 Aset Senilai Rp37,7 Miliar Dikelola Digital, BKD Jateng Luncurkan Sipanda
MTQ Nasional 2026 Digelar di Jateng, Perputaran Ekonomi Ditaksir Capai Rp1,2 Triliun
Visiting Jogja Jadi Rujukan, PKA VII Jateng Perkuat Inovasi Desa Wisata
Batik Kalikajar Tembus Mancanegara, Kapulaga Perkuat Ekonomi Perempuan
Mau Liburan Lebih Hemat? BCA tiket.com Travel Fair Hadir di BCA EXPO 2026
Jaga Harga Pangan, Bulog Semarang Gencarkan Penyaluran Beras SPHP dan Minyakita
Jateng Pacu Produksi Susu dengan Teknologi Pengatur Jenis Kelamin Anak Sapi

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:46 WIB

Dari 537 Gagasan yang Masuk Pusaka Jateng, Taj Yasin: Jadi Bahan Kebijakan APBD Jateng 2027

Jumat, 11 September 2026 - 07:22 WIB

3.754 Aset Senilai Rp37,7 Miliar Dikelola Digital, BKD Jateng Luncurkan Sipanda

Rabu, 9 September 2026 - 17:43 WIB

MTQ Nasional 2026 Digelar di Jateng, Perputaran Ekonomi Ditaksir Capai Rp1,2 Triliun

Rabu, 9 September 2026 - 16:31 WIB

Visiting Jogja Jadi Rujukan, PKA VII Jateng Perkuat Inovasi Desa Wisata

Rabu, 9 September 2026 - 08:30 WIB

Batik Kalikajar Tembus Mancanegara, Kapulaga Perkuat Ekonomi Perempuan

Berita Terbaru