Kerja Sama Jateng-Jatim Perkuat Sektor Industri, UMKM hingga Ketahanan Pangan

- Reporter

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 10:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA – Gubernur Ahmad Luthfi dan Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kembali kerja sama dan kolaborasi antara Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kerja sama tersebut khususnya sinergi menjadikan dua provinsi tersebut sebagai pusatnya nusantara.

Hal itu diwujudkan dengan penandatanganan 10 nota kesepahaman dalam rangka peningkatan perekonomian kedua daerah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat malam, 24 Oktober 2025. Selain itu menambah beberapa kerja sama yang sebelumnya sudah disepakati antara kedua provinsi.

“Malam ini saya dengan beberapa asisten dan OPD serta bupati melakukan kerja sama untuk meningkatkan kegiatan-kegiatan dalam menumbuhkan ekonomi baru di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur,” kata Ahmad Luthfi usai acara.

Kerja sama yang dimaksud yakni antara OPD Jateng dan Jatim, di antaranya Dinas Ketahanan Pangan Jateng-Jatim terkait pembangunan dan pengembangan ketahanan pangan, Dinas Koperasi dan UMKM Jateng-Jatim terkait pemberdayaan dan pengembangan koperasi dan UMKM.

Ada pula Dinas Perindag Jateng-Jatim tentang fasilitasi pengembangan bidang industri dan perdagangan, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Jateng-Jatim tentang fasilitasi pengembangan SDM industri produk tekstil dan alas kaki.

Kemudian Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim tentang pengelolaan perlindungan tanaman, serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jateng-Jatim tentang fasilitasi pengembangan sektor peternakan dan kesehatan hewan.

Baca Juga :  Wagub Jateng Terima Audiensi BAMAGNAS–YASKI, Bahas Penyaluran Hibah dan Sumbangan ASN Kristen

Selain itu, juga ada kerja sama PT Jateng Petro Energi (Perseroda) dengan PT Petrogas Jatim Utama; PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda) dengan PT Jatim Grha Utama (Perseroda), PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda) dengan dengan PT Karet Ngagel Surabaya Wira Jatim, Kadin Jateng-Jatim; dan Hipmi Jateng-Jatim.

“MoU (nota kesepahaman) ini akan segera kita tindaklanjuti tidak hanya OPD-nya, tetapi juga beberapa BUMD, berikut Kadin dan HIPMI. Sehingga di dua provinsi ini akan timbul ekonomi baru di beberapa sektor, dan akan kita laksanakan,” kata Ahmad Luthfi.

Dalam paparannya, Ahmad Luthfi mengatakan, kerja sama kedua provinsi tersebut merupakan salah satu bentuk collaborative government. Ia sempat menyinggung, Jawa Tengah merupakan puser atau pusatnya Jawa. Kolaborasi dengan Jawa Timur akan memperkuat kontribusi dua provinsi untuk Indonesia.

Sejumlah potensi ekonomi yang dapat dikolaborasikan juga disampaikan Ahmad Luthfi. Misalnya terkait kebutuhan susu di Jawa Tengah yang diambil dari Jawa Timur. Juga gula kristal yang banyak diproduksi di Banyumas, Jawa Tengah, dan sangat dibutuhkan oleh Jawa Timur.

“Kerja sama dan kolaborasi ini dalam rangka memperkuat posisi Jawa Tengah dan Jawa Timur, dalam rangka mendukung kebijakan Presiden serta memberikan kontribusi terbaik kepada masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ungkapnya.

Baca Juga :  Otak-atik Pajak Motor di Tengah Sorotan Publik

Hal senada disampaikan Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Ia mengatakan, Jawa Timur dan Jawa Tengah adalah punjere nusantara atau pusatnya nusantara. Sebagaimana ia kutip dari pesan KH Maimoen Zubair.

“Dhawuh Mbah Kiai Maimoen Zubair, Jawa Timur dan Jawa Tengah harus nyawiji (bersatu). Jadi kalau Pak Gubernur (Ahmad Luthfi) bilang puser, Beliau bilang Jawa Timur dan Jawa Tengah itu punjere Indonesia,” ungkapnya.

Menurutnya, koneksitas antara Jawa Tengah dan Jawa Timur sangat nyambung. Maka dari itu, kolaborasi dan kerja sama kedua provinsi untuk tumbuh bersama sangatlah penting. Seluruh elemen strategis di Jawa Timur dan Jawa Tengah diharapkan tidak hanya tersambung secara institusional, tetapi juga dari sisi kemajuan bersama.

Salah satunya dalam bidang perekonomian, di mana dua provinsi tersebut termasuk yang terbesar dalam kontribusi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Tentu harapan kita sinergi, sinergi, sinergi. Kolaborasi, kolaborasi, kolaborasi. Banyak sektor-sektor yang potensinya besar di Jawa Tengah dan kita membutuhkan. Sebaliknya ada sektor yang Jawa Tengah masih membutuhkan dari Jawa Timur. Ini bentuk sinergi dan kolaborasi,” jelas Khofifah.*

Berita Terkait

Gubernur Luthfi: IWAPI Harus Hadir Beri Solusi dan Manfaat bagi Masyarakat
Sumarno: Keberhasilan Pendidikan Anak Dimulai dari Kolaborasi Semua Pihak
Tampung Aspirasi Jateng Guyub, Gubernur Jateng Bantu 56 Truk untuk Petani Tebu
Sekda Jateng: Korupsi Harus Dicegah dari Hulu, APIP Jadi Garda Terdepan
Rakorkomwil III Apeksi 2026, Sekda Jateng Tekankan Penguatan Fiskal dan Pengelolaan Sampah
Fakta Baru Terungkap, Korban Penipuan di Purwokerto Diminta Tutup Mulut Oleh Sang Ratu Investasi Bodong
Kerja Sama Jateng-Fujian Makin Erat, Investasi hingga Youth Exchange Jadi Prioritas
BKD Jateng Bantah Informasi PPPK Paruh Waktu Ditempatkan di Ormas

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:20 WIB

Gubernur Luthfi: IWAPI Harus Hadir Beri Solusi dan Manfaat bagi Masyarakat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:11 WIB

Sumarno: Keberhasilan Pendidikan Anak Dimulai dari Kolaborasi Semua Pihak

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:25 WIB

Tampung Aspirasi Jateng Guyub, Gubernur Jateng Bantu 56 Truk untuk Petani Tebu

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:02 WIB

Sekda Jateng: Korupsi Harus Dicegah dari Hulu, APIP Jadi Garda Terdepan

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:16 WIB

Rakorkomwil III Apeksi 2026, Sekda Jateng Tekankan Penguatan Fiskal dan Pengelolaan Sampah

Berita Terbaru