Ahmad Luthfi Dorong UMKM Batik Sragen Jadi Penggerak Ekonomi Berbasis Budaya

- Reporter

Kamis, 30 Oktober 2025 - 18:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SRAGEN – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) batik di Kabupaten Sragen, menjadi motor penggerak ekonomi lokal berbasis budaya.

Hal itu ia sampaikan saat meresmikan UMKM Batik Windasari di Desa Kliwonan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Rabu 30 Oktober 2025.

Dalam kunjungan itu, Luthfi menyebut industri batik bukan sekadar sektor kreatif, tapi juga sumber penghidupan ribuan warga di Sragen dan wilayah sekitarnya.

“Kami hari ini bangga sekali, baru pertama kali saya meresmikan UMKM batik. Karena kita mengetahui, bahwa batik itu tidak hanya pakaian, tapi merupakan warisan leluhur yang harus dilestarikan,” ujar Luthfi di hadapan para pengrajin.

Ia mengatakan, langkah pemilik Batik Windasari, Wiwin, yang mengumpulkan para perajin batik di satu lokasi produksi, merupakan contoh baik. Sebab, selain menjaga warisan budaya sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

Luthfi menilai, kehadiran usaha seperti Batik Windasari menunjukkan bahwa ekonomi rakyat berbasis budaya mampu bertahan, bahkan tumbuh di tengah tantangan global.

Ia berharap sektor batik terus diperkuat dengan dukungan akses permodalan, pelatihan, dan promosi.

Baca Juga :  RUPTL Terbaru Berpotensi Tawarkan 91 Persen Green Jobs dari Sektor Pembangkit Listrik

“Semoga dengan diresmikannya UMKM ini akan memberikan khasanah bagi UMKM kita dan kesejahteraan bagi perusahaan maupun karyawan di tempat kita,” tutur Luthfi.

Dengan potensi dan kekayaan lokal yang dimiliki, Luthfi optimistis Jawa Tengah bisa menjadi pusat ekonomi kreatif berbasis batik dan budaya.

Dalam kesempatan itu, Luthfi juga menyoroti pentingnya strategi pemasaran dan promosi batik, agar sektor ini tetap hidup dan bersaing di tengah perubahan pasar.

Ia ingin event khusus batik sering digelar, gunanaya untuk memperluas akses pasar dan memperkuat posisi UMKM batik dalam rantai ekonomi kreatif Jawa Tengah.

“Saya minta, sering-seringlah mengadakan event terkait dengan UMKM batik. Tidak usah dicampur jualan batik dengan yang lain. Kalau UMKM ini jualan batik semua, nanti kita bisa bersaing,” kata Luthfi.

Dikatakan dia, 35 kabupaten/kota di provinsi ini mempunyai karakteristik batik yang bermacam-macam. Masing-masing memiliki daya tariknya sendiri-sendiri.

Menurut Luthfi, jika pengrajin batik difasilitasi dengan baik, maka sektor UMKM berbasis budaya dapat menjadi pengungkit ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat identitas Jawa Tengah.

Pemilik Batik Windasari, Wiwin, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Gubernur Ahmad Luthfi dan dukungan pemerintah terhadap pelestarian batik tulis Sragen.

Baca Juga :  Program Early WOW SALE INFORMA Dimulai, Diskon Besar untuk Kebutuhan Hunian

Batik Windasari menjadi salah satu sentra batik tulis di Sragen yang menampung puluhan perajin dari berbagai desa sekitar. Usaha ini menjadi bagian dari rantai ekonomi lokal yang menyerap banyak tenaga kerja perempuan di pedesaan.

Salah satu perajin, Waginem (58) mengatakan, sudah membatik selama tiga dekade. Ia mengaku penghasilannya tidak menentu, tergantung jumlah pesanan batik.

“Upah membatik tidak pasti, kadang banyak, kadang sedikit, tergantung batiknya. Kalau harian, upahnya Rp40 ribu. Semoga batiknya lancar terus, bisa diteruskan anak cucu,” ujarnya.

Setali tiga uang, pembatik asal Desa Gedongan Kabupaten Sragen, Siti Rohani mengatakan, sistem kerja di Batik Windasari memberi pilihan antara upah borongan dan harian.

“Kalau borongan sepotong gini upahnya Rp300 ribu, tapi kalau harian Rp40 ribu. Gajiannya tiap Sabtu. Kalau borongan bisa nyambi di rumah, kalau harian kerja dari jam 8 sampai jam 4. Harapannya batik bisa maju dan karyawan dapat upah yang lebih,” katanya.*

Berita Terkait

Indomaret Fun Run 2026 Ramaikan Semarang, Peserta Berpeluang Bawa Pulang Honda Stylo
BRI x REI Expo 2026 Hadirkan Promo KPR Menarik di Queen City Mall Semarang
Ahmad Luthfi Dorong Pelajar Kuasai Industri Hijau, Jateng Perkuat Daya Saing Dunia
Pemprov Jateng Genjot Industri Hijau, Bidik Ekspor dan Investasi Berkualitas
Lebih dari 60 Brand Ramaikan IMPACT+ Semarang 2026, Antusiasme Peserta Pecahkan Rekor
Jawa Tengah Bidik Investasi Iran untuk Perkuat Industri, Pertanian, dan Pariwisata
AMDATARA Tanam Bibit Mangrove untuk Lestarikan Pesisir Jawa Tengah
KEK Kendal Moncer, Ahmad Luthfi Bidik Investor Singapura untuk Kawasan Industri Baru di Jateng

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:55 WIB

BRI x REI Expo 2026 Hadirkan Promo KPR Menarik di Queen City Mall Semarang

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:16 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Pelajar Kuasai Industri Hijau, Jateng Perkuat Daya Saing Dunia

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:53 WIB

Pemprov Jateng Genjot Industri Hijau, Bidik Ekspor dan Investasi Berkualitas

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:08 WIB

Lebih dari 60 Brand Ramaikan IMPACT+ Semarang 2026, Antusiasme Peserta Pecahkan Rekor

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:31 WIB

Jawa Tengah Bidik Investasi Iran untuk Perkuat Industri, Pertanian, dan Pariwisata

Berita Terbaru