Bikit Mongkrang Ditutup Saat Ramadan, Pemprov Benahi Jalur dan Sistem Keamanan

- Reporter

Kamis, 29 Januari 2026 - 07:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARANGANYAR – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana menutup sementara aktivitas pendakian di kawasan Bukit Mongkrang, lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, selama bulan Ramadan.

Rencana penutupan itu dilakukan untuk pemulihan jalur pendakian, sekaligus evaluasi menyeluruh aspek keselamatan pascakejadian pendaki hilang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengatakan, setiap peristiwa menjadi bahan evaluasi penting bagi pengelola kawasan, khususnya terkait keselamatan pengunjung.

“Ke depan, jalur pendakian perlu diperbaiki, termasuk penataan ulang jalur, penambahan tanda-tanda, serta penguatan aspek keselamatan,” kata Sumarno di posko pencarian di basecamp pendakian Mongkrang, Rabu, 28 Januari 2026.

Baca Juga :  Sumarno: Pemprov Jateng Siap Bersinergi dengan TVRI untuk Siaran Piala Dunia

Ia menjelaskan, selama proses pencarian pendaki asal Colomadu, Karanganyar, Yazid Ahmad Firdaus (26), yang dilaporkan hilang di bukit tersebut, kondisi vegetasi di kawasan Mongkrang otomatis terdampak akibat penyisiran intensif oleh tim SAR gabungan.

Oleh karena itu, diperlukan waktu pemulihan agar kawasan kembali aman untuk aktivitas pendakian.

“Kami sudah berdiskusi untuk sementara waktu menghentikan aktivitas pendakian, kemungkinan selama bulan puasa, karena vegetasi saat ini perlu pemulihan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkot Semarang Gerak Cepat Perbaiki Jalan Lubang Akibat Genangan

Selain faktor lingkungan, Sumarno juga menyoroti tingginya minat masyarakat untuk berkunjung ke kawasan tersebut, termasuk dari kalangan anak-anak. Menurutnya, kondisi itu harus diimbangi dengan pengelolaan jalur yang aman dan terstandar.

“Kami menerima laporan bahwa minat masyarakat sangat tinggi. Karena itu, aspek keselamatan harus benar-benar menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Selama masa penutupan, Pemprov Jateng bersama pengelola kawasan dan instansi terkait akan melakukan evaluasi dan penataan ulang jalur pendakian, guna memastikan keamanan dan kenyamanan pendaki saat jalur kembali dibuka.*

Berita Terkait

Sosialisasi MBG Hadir di Salatiga, Muh Haris Ungkap Dampak Gizi dan Ekonomi bagi Masyarakat
Awal Tahun Penuh Bencana, Jateng Catat 162 Kejadian hingga April
Warga Pesisir Demak Dapat 20 Rumah Apung dari Pemprov Jateng, Upaya Adaptasi Dampak Rob
TMMD 2026 Dimulai, Pemprov Jateng Siapkan Rp33,2 Miliar untuk Desa
Sosialisasi MBG, Edy Wuryanto Tekankan Dampak Sosial dan Ekonomi Luas
Lepas Kloter Awal Haji, Wagub Jateng Tekankan Tiga Pesan Penting
Kasus Keracunan MBG Demak, Wagub Minta Penguatan Pengawasan Distribusi Makanan Bergizi
Talkshow Hari Kartini, Ning Nawal Serukan Perempuan Jateng Berdaya dan Berintegritas

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 20:52 WIB

Sosialisasi MBG Hadir di Salatiga, Muh Haris Ungkap Dampak Gizi dan Ekonomi bagi Masyarakat

Rabu, 22 April 2026 - 18:31 WIB

Awal Tahun Penuh Bencana, Jateng Catat 162 Kejadian hingga April

Rabu, 22 April 2026 - 18:10 WIB

Warga Pesisir Demak Dapat 20 Rumah Apung dari Pemprov Jateng, Upaya Adaptasi Dampak Rob

Rabu, 22 April 2026 - 17:43 WIB

TMMD 2026 Dimulai, Pemprov Jateng Siapkan Rp33,2 Miliar untuk Desa

Rabu, 22 April 2026 - 15:41 WIB

Sosialisasi MBG, Edy Wuryanto Tekankan Dampak Sosial dan Ekonomi Luas

Berita Terbaru