Gus Yasin Tegaskan Audit dan Sanksi bagi SPPG Pelanggar Standar MBG

- Reporter

Rabu, 25 Februari 2026 - 20:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meminta dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya memperketat standar operasional, mulai dari pengemasan, penyimpanan, hingga pengiriman makanan.

Hal itu disampaikan untuk merespon temuan roti berjamur dalam distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blora beberapa hari lalu.

“Saya berharap SPPG-SPPG untuk diedukasi betul,” kata Taj Yasin yang juga sebagai Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Jateng di Semarang, Rabu, 25 Februari 2026.

Ia mengatakan, setiap kelalaian dalam penyediaan menu akan ditindak melalui mekanisme audit hingga sanksi tegas bagi SPPG yang melanggar.

Baca Juga :  ASN Diminta Tak Loyo, Ahmad Luthfi Tekankan Pelayanan Publik Tetap Prima

Menurut Wagub, pengawasan program MBG telah dilengkapi satuan tugas dan petugas khusus. Setiap kesalahan dalam proses penyediaan maupun distribusi makanan, kata dia, tidak akan dibiarkan.

Ia menjelaskan, pelanggaran yang terbukti dapat berujung pada audit menyeluruh. Bahkan, jika ditemukan ketidaksesuaian standar yang serius, penutupan terhadap SPPG yang bersangkutan dapat dilakukan.

Dalam kesempatan itu, tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini juga mengimbau mengenai distribusi MBG selama Ramadan. Ia mengungkapkan adanya masukan dari tokoh agama, agar pola distribusi disesuaikan demi menghormati peserta didik yang menjalankan ibadah puasa.

“Terkait Ramadan, memang ada pengaturan-pengaturan khusus. Kami ingin program ini tetap berjalan baik, namun juga menghormati kondisi siswa-siswi yang berpuasa,” ujarnya.

Baca Juga :  Bersama SGN, Gus Yasin Dekatkan Pemeriksaan Dokter Spesialis ke Warga Desa

Gus Yasin menegaskan, setiap menu yang dinilai tidak layak akan menjadi bahan evaluasi. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif memberikan masukan.

Sebagai informasi, sebanyak 349 roti pada menu MBG yang didistribusikan ke SMP Negeri 5 Blora pada Selasa, 24 Februari 2026, terindikasi berjamur. Pihak sekolah memutuskan tidak membagikan roti tersebut kepada peserta didik dan langsung mengembalikannya ke dapur SPPG penyedia.

Langkah cepat sekolah tersebut diapresiasi sebagai bentuk kehati-hatian dalam menjaga kualitas konsumsi siswa. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan kejadian serupa menjadi perhatian serius dalam penguatan pengawasan program MBG ke depan.**

Berita Terkait

Jateng Nomor Satu Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Usulkan Speling Jadi Model Nasional
Taj Yasin Tegaskan Tak Ada Pemberhentian Guru Honorer di Jateng
BI dan Pemprov Jateng Dorong Ekonomi Konsumsi Lewat Rupiah Borobudur Playon 2026
Pemprov Jateng Apresiasi Penghafal Kitab Suci Tanpa Bedakan Asal Daerah
Bersama SGN, Gus Yasin Dekatkan Pemeriksaan Dokter Spesialis ke Warga Desa
DPRD Nilai Rembug Pembangunan Perkuat Sinergi Selatan dan Utara Jateng
Program Speling Jateng Bergerak Cepat, TBC dan Stunting Diburu hingga Pelosok
Dinas Sosial Kota Semarang Apresiasi Rumah Anak Surga, Siap Beri Dukungan Nyata

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:47 WIB

Jateng Nomor Satu Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Usulkan Speling Jadi Model Nasional

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:28 WIB

Taj Yasin Tegaskan Tak Ada Pemberhentian Guru Honorer di Jateng

Selasa, 26 Mei 2026 - 06:03 WIB

BI dan Pemprov Jateng Dorong Ekonomi Konsumsi Lewat Rupiah Borobudur Playon 2026

Senin, 25 Mei 2026 - 05:36 WIB

Pemprov Jateng Apresiasi Penghafal Kitab Suci Tanpa Bedakan Asal Daerah

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:12 WIB

Bersama SGN, Gus Yasin Dekatkan Pemeriksaan Dokter Spesialis ke Warga Desa

Berita Terbaru