Jawa Tengah Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan kepada Investor Kanada

- Reporter

Jumat, 6 Maret 2026 - 06:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Di tengah ketidakpastian geopolitik global, minat investasi asing ke Jawa Tengah tetap menguat. Duta Besar Kanada untuk Indonesia Jess Dutton bahkan secara langsung menyatakan ketertarikan negaranya untuk memperluas kerja sama investasi di provinsi tersebut, terutama di sektor pertanian, ketahanan pangan, dan teknologi kesehatan.

Pertemuan antara Jess Dutton dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berlangsung di Kantor Gubernur, Kamis, 5 Maret 2026. Dalam kesempatan itu, Jess menegaskan hubungan Kanada dan Indonesia yang telah terjalin baik selama ini membuka peluang kerja sama yang lebih luas, termasuk di tingkat daerah.

Ia menyebut, pemerintah Kanada saat ini tengah memetakan berbagai potensi perdagangan dan investasi dengan Indonesia. Dalam konteks tersebut, Jawa Tengah dinilai memiliki peran strategis.

“Kami sedang melihat peluang potensial untuk perdagangan dan investasi antara kedua negara. Tentu saja Jawa Tengah sangat penting untuk itu, jadi saya berharap dapat melakukan lebih banyak lagi di sini,” ujar Jess.

Menurutnya, sektor pertanian menjadi salah satu kekuatan utama Jawa Tengah. Di sisi lain, Kanada memiliki keunggulan dalam penyediaan bahan baku pupuk serta teknologi pertanian modern yang dapat mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan sektor tersebut.

Jess juga mengungkapkan bahwa Kanada telah memiliki program di Jawa Tengah yang mendukung petani skala kecil, terutama dalam pengelolaan lahan yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Baca Juga :  UMKM Jateng Panen Rezeki dari Friendship Run Borobudur Marathon 2025

“Sebenarnya kami sudah memiliki program di Jawa Tengah yang membantu petani kecil, agar pertanian mereka lebih berkelanjutan dan lahannya dapat dimanfaatkan secara lebih optimal,” katanya.

Selain pertanian, Kanada juga membuka peluang kerja sama di bidang kesehatan. Teknologi kesehatan, pertukaran tenaga medis, pendidikan dokter hingga pengembangan pengobatan berbasis robotik menjadi beberapa bidang yang ditawarkan.

“Universitas di Kanada siap bekerja sama dalam bidang kesehatan,” tambahnya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Ahmad Luthfi menyambut baik minat investasi dari Kanada. Ia menilai, kerja sama tersebut dapat memperkuat pengembangan sektor strategis di Jawa Tengah.

Menurutnya, realisasi investasi di Jawa Tengah pada 2025 mencapai sekitar Rp88,6 triliun. Namun kontribusi investasi dari Kanada masih relatif kecil.

“Kanada saat ini masih berada di sekitar peringkat 40-an negara sumber investasi di Jawa Tengah. Karena itu kami berharap Kanada dapat meningkatkan investasi di berbagai sektor dan ikut mendorong kemajuan ekonomi Jawa Tengah,” kata Ahmad Luthfi.

Berdasarkan data periode 2021–2025, Kanada menempati peringkat ke-49 negara investor di Jawa Tengah dengan total investasi sekitar Rp 4,35 miliar. Investasi tersebut tersebar pada sektor industri kimia dan farmasi sebesar 52 persen, perdagangan dan reparasi 25 persen, hotel dan restoran 1 persen, serta sektor lainnya 22 persen.

Baca Juga :  THR PPPK Paruh Waktu Jateng Cair 13 Maret, Anggaran Capai Rp6 Miliar

Dalam pertemuan itu, Luthfi secara khusus menawarkan peluang investasi di sektor pertanian dan kesehatan. Hal tersebut sejalan dengan fokus program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada 2026 yang menitikberatkan pada penguatan ketahanan pangan guna mendukung swasembada pangan nasional.

“Sumber pangan nasional sekitar 16 persen berasal dari Jawa Tengah. Ini menjadi peluang besar untuk kerja sama penguatan sektor pertanian,” jelasnya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas Asisten Perekonomian dan Pembangunan Embang Hanung Triyono, Kepala DPMPTSP Sakina Rosellasari, serta Kepala Dinas Kesehatan Yunita Dyah Suminar.

Dalam kesempatan itu, Jess juga memberikan apresiasi atas banyaknya perempuan yang menduduki posisi strategis di jajaran pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Saya senang melihat banyak staf Bapak adalah perempuan. Ini menunjukkan adanya kesetaraan gender,” ujarnya.

Di tingkat nasional, Pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada juga terus mendukung berbagai program pembangunan di Indonesia, terutama di bidang kesehatan seksual dan reproduksi, kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, serta perlindungan hak pekerja.

Salah satu program utama yang tengah berjalan adalah Better and Reproductive Health and Rights for All in Indonesia Phase II (BERANI II), yang merupakan kerja sama dengan United Nations Population Fund (UNFPA), UNICEF, dan UN Women. Program tersebut diluncurkan pada Januari 2024 dan direncanakan berlangsung hingga Desember 2027.*

Berita Terkait

Indomaret Fun Run 2026 Ramaikan Semarang, Peserta Berpeluang Bawa Pulang Honda Stylo
BRI x REI Expo 2026 Hadirkan Promo KPR Menarik di Queen City Mall Semarang
Ahmad Luthfi Dorong Pelajar Kuasai Industri Hijau, Jateng Perkuat Daya Saing Dunia
Pemprov Jateng Genjot Industri Hijau, Bidik Ekspor dan Investasi Berkualitas
Lebih dari 60 Brand Ramaikan IMPACT+ Semarang 2026, Antusiasme Peserta Pecahkan Rekor
Jawa Tengah Bidik Investasi Iran untuk Perkuat Industri, Pertanian, dan Pariwisata
AMDATARA Tanam Bibit Mangrove untuk Lestarikan Pesisir Jawa Tengah
KEK Kendal Moncer, Ahmad Luthfi Bidik Investor Singapura untuk Kawasan Industri Baru di Jateng

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:55 WIB

BRI x REI Expo 2026 Hadirkan Promo KPR Menarik di Queen City Mall Semarang

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:16 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Pelajar Kuasai Industri Hijau, Jateng Perkuat Daya Saing Dunia

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:53 WIB

Pemprov Jateng Genjot Industri Hijau, Bidik Ekspor dan Investasi Berkualitas

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:08 WIB

Lebih dari 60 Brand Ramaikan IMPACT+ Semarang 2026, Antusiasme Peserta Pecahkan Rekor

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:31 WIB

Jawa Tengah Bidik Investasi Iran untuk Perkuat Industri, Pertanian, dan Pariwisata

Berita Terbaru