Stabilkan Harga, Pemprov Jateng Sudah Gelar 333 Gerakan Pangan Murah

- Reporter

Jumat, 6 Maret 2026 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya menstabilkan harga bahan pokok dengan menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM). Hingga awal Maret 2026, program tersebut telah digelar 333 kali, melampaui target triwulan pertama yang ditetapkan sebanyak 308 kali.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Dyah Lukisari, mengatakan, capaian tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keterjangkauan harga bahan pokok bagi masyarakat.

“GPM yang sudah dilaksanakan di Provinsi Jawa Tengah dari target 308 kali, sampai dengan kemarin sudah terlaksana 333 kali. Artinya sudah melebihi dari target,” ujar Dyah saat pembukaan Gerakan Pangan Murah serentak di Kantor Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jumat (6/3/2026).

Meski target telah terlampaui, Pemprov Jawa Tengah tetap menggencarkan program tersebut. Salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah serentak di 35 kabupaten/kota yang dibuka langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Kegiatan tersebut diikuti secara daring oleh 31 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Sementara empat daerah lainnya, Brebes, Wonogiri, Boyolali, dan Tegal, lebih dulu menggelar GPM pada Kamis (5/3/2026).

“Februari kemarin sudah dilakukan GPM serentak secara nasional. Kali ini kami lakukan lagi GPM serentak se-Provinsi Jawa Tengah,” kata Dyah.

Baca Juga :  Harga Emas Naik! Peluang Menguntungkan, Tren Permintaan Emas Global Meningkat Signifikan Sejak Tahun 2024

Dalam pelaksanaan GPM serentak kali ini, sejumlah komoditas pangan strategis disediakan bagi masyarakat dengan harga lebih terjangkau. Komoditas tersebut meliputi beras sebanyak 74 ton, gula pasir 7.250 kilogram, minyak goreng 21.000 liter, telur ayam ras 11.500 kilogram, serta bawang putih 3.400 kilogram.

Dyah menambahkan, keberhasilan program GPM di Jawa Tengah tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

“Sejauh ini GPM yang dilakukan di Provinsi Jawa Tengah sudah berjalan baik. Ini semua berkat dukungan Pak Gubernur serta Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah dan TPID Jawa Tengah,” jelasnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi pelaksanaan program tersebut sebagai langkah konkret pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat tetap bisa memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

“Saya sebagai gubernur mengapresiasi kegiatan Gerakan Pangan Murah. Ini menjadi model agar keterjangkauan harga bisa dijangkau oleh masyarakat,” ujar Ahmad Luthfi saat membuka kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Apresiasi Indofood Gelar Mudik Gratis bagi Mitra Warmindo

Menurutnya, secara umum harga bahan pokok penting di Jawa Tengah relatif stabil. Namun, kenaikan harga masih terjadi pada komoditas cabai. Ia menyebutkan, harga cabai di tingkat konsumen saat ini mencapai sekitar Rp 81.000 per kilogram, atau sekitar 42,2 persen lebih tinggi dari Harga Acuan Pemerintah (HAP) yang berada di angka Rp 57.000 per kilogram.

“Saya kemarin ke pasar wilayah Sragen, di sana cabainya sudah mendekati Rp 100.000 per kilogram, padahal Jawa Tengah banyak daerah penghasil cabai,” katanya.

Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah juga langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sejumlah warga yang berbelanja mengaku mendapatkan harga yang jauh lebih murah dibandingkan di pasar.

“Belanja sayur, minyak, sama beras. Harganya miring. Minyakita biasanya Rp 19 ribu sampai Rp 20 ribu, di sini dapat Rp 15.500. Beras premium biasanya Rp 16 ribu per kilogram, di sini Rp 62.500 per 5 kilogram,” ujar Eni, warga Semarang Barat.

Melalui Gerakan Pangan Murah, pemerintah daerah berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga, sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.*

Berita Terkait

Dari 537 Gagasan yang Masuk Pusaka Jateng, Taj Yasin: Jadi Bahan Kebijakan APBD Jateng 2027
3.754 Aset Senilai Rp37,7 Miliar Dikelola Digital, BKD Jateng Luncurkan Sipanda
MTQ Nasional 2026 Digelar di Jateng, Perputaran Ekonomi Ditaksir Capai Rp1,2 Triliun
Visiting Jogja Jadi Rujukan, PKA VII Jateng Perkuat Inovasi Desa Wisata
Batik Kalikajar Tembus Mancanegara, Kapulaga Perkuat Ekonomi Perempuan
Mau Liburan Lebih Hemat? BCA tiket.com Travel Fair Hadir di BCA EXPO 2026
Jaga Harga Pangan, Bulog Semarang Gencarkan Penyaluran Beras SPHP dan Minyakita
Jateng Pacu Produksi Susu dengan Teknologi Pengatur Jenis Kelamin Anak Sapi

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:46 WIB

Dari 537 Gagasan yang Masuk Pusaka Jateng, Taj Yasin: Jadi Bahan Kebijakan APBD Jateng 2027

Jumat, 11 September 2026 - 07:22 WIB

3.754 Aset Senilai Rp37,7 Miliar Dikelola Digital, BKD Jateng Luncurkan Sipanda

Rabu, 9 September 2026 - 17:43 WIB

MTQ Nasional 2026 Digelar di Jateng, Perputaran Ekonomi Ditaksir Capai Rp1,2 Triliun

Rabu, 9 September 2026 - 16:31 WIB

Visiting Jogja Jadi Rujukan, PKA VII Jateng Perkuat Inovasi Desa Wisata

Rabu, 9 September 2026 - 08:30 WIB

Batik Kalikajar Tembus Mancanegara, Kapulaga Perkuat Ekonomi Perempuan

Berita Terbaru