HUT ke-80, BSSN Telusuri Rumah Sandi dan Perkuat Komitmen Keamanan Siber Nasional

- Reporter

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

YOGYAKARTA – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Badan Siber dan Sandi Negara, lembaga tersebut menggelar kegiatan Napak Tilas Persandian di Rumah Sandi Dukuh, Kabupaten Kulon Progo, Selasa (31/3/2026). Kegiatan ini menjadi refleksi perjalanan panjang persandian Indonesia sekaligus penguatan komitmen menghadapi tantangan keamanan siber di era digital.

Upacara pembukaan digelar di Lapangan Dekso dan dipimpin langsung oleh Kepala BSSN, Nugroho Sulistyo Budi. Mengusung tema “Jejak Sandi, Pilar Siber Mengabdi untuk Negeri”, kegiatan ini diikuti jajaran pimpinan BSSN, taruna Politeknik Siber dan Sandi Negara, Forum Komunikasi Sandi Daerah DIY, unsur pemerintah daerah, hingga jurnalis.

Dalam sambutannya, Nugroho menegaskan bahwa napak tilas ini bukan sekadar mengenang sejarah, melainkan juga membangun kesadaran akan pentingnya keamanan informasi sebagai bagian dari ketahanan nasional. Ia juga turut mengikuti langsung rute historis yang dahulu digunakan kurir sandi pada masa perjuangan.

“Nilai-nilai perjuangan para pelopor persandian harus terus kita jaga dan adaptasikan dalam konteks ancaman siber saat ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Animo Pemudik EV Diprediksi Meningkat saat Idul Fitri 1446 H, PLN Siapkan 1.000 Unit SPKLU di Jalur Trans Jawa-Sumatra

Menelusuri Jejak Kurir Sandi

Peserta napak tilas menyusuri jalur perbukitan dan lahan pertanian yang dahulu menjadi lintasan distribusi pesan rahasia. Rute tersebut menggambarkan beratnya perjuangan menjaga kerahasiaan informasi di tengah keterbatasan teknologi pada masa perang kemerdekaan.

Selain menelusuri rute, peserta juga mengunjungi situs Rumah Sandi Dukuh yang menyimpan berbagai koleksi bersejarah. Koleksi tersebut mencakup alat penulisan sandi, media penyimpanan pesan rahasia, serta dokumentasi sistem komunikasi tersembunyi pada masa lalu.

Penjelasan sejarah turut diperkuat oleh materi dari Museum Sandi, termasuk peran tokoh penting seperti Roebiono Kertopati dalam membangun sistem persandian nasional.

Peran Tokoh di Balik Rumah Karyo Utomo

Salah satu sorotan dalam kegiatan ini adalah kisah dari Rumah Karyo Utomo yang menjadi bagian penting jaringan persandian. Berdasarkan informasi yang ditampilkan Museum Sandi, rumah tersebut menjadi pusat aktivitas dua tokoh kunci:

• Tahi Bonar Simatupang, yang berperan sebagai pengatur strategi dalam perang gerilya. Dari rumah ini, ia mengoordinasikan komunikasi antara Panglima Besar Jenderal Sudirman dengan satuan TNI di berbagai daerah.

Baca Juga :  KIP Pusat Apresiasi Keterbukaan Informasi Jateng, Gubernur Ahmad Luthfi: Birokrasi Harus Melayani

• H. R. Widjanarko, yang bertugas menjaga sistem komunikasi rahasia. Ia memastikan pesan-pesan penting tetap tersampaikan dengan aman melalui sistem sandi di tengah tekanan serangan Belanda.

Peran keduanya menunjukkan bahwa keberhasilan perjuangan tidak hanya ditentukan kekuatan militer, tetapi juga kecerdasan dalam menjaga kerahasiaan informasi.

Literasi Siber dan Pelestarian Sejarah

BSSN menegaskan bahwa Rumah Sandi Dukuh bukan sekadar situs sejarah, melainkan simbol komitmen bangsa dalam menjaga keamanan informasi. Nilai-nilai yang diwariskan para pelopor persandian dinilai tetap relevan dalam menghadapi ancaman siber modern.

Melalui kegiatan ini, BSSN mendorong peningkatan literasi masyarakat terkait keamanan siber sekaligus memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan. Selain itu, pelestarian situs bersejarah persandian juga menjadi bagian penting dalam menjaga identitas dan memori kolektif bangsa.

Napak Tilas Persandian pun diharapkan mampu menjembatani sejarah dan masa depan—bahwa dari jejak sandi masa lalu, fondasi keamanan siber Indonesia terus dibangun untuk generasi mendatang.***

Berita Terkait

Menko Polkam Ajak Seluruh Elemen Bangsa Bersatu Perangi Narkotika Demi Indonesia Emas 2045
Kala Anak Nasabah PNM Mekaar Berkata “Orang Tua Saya Berjuang di Sawah, Saya Berjuang di Sekolah”
Danamon Prasmul EduWealth Resmi Diluncurkan, Perkuat Perencanaan Pendidikan Masa Depan Anak
Pemerintah RI Kirim Menko Polkam ke Doha, Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Mantan Emir Qatar
Menko Polkam Pastikan Penanganan Kasus Korupsi Sesuai Aturan dan Berkeadilan
Menko Polkam Motivasi Siswa Dikmaba TNI dan Calon Manajer KDKMP di Rindam I/Bukit Barisan
Menko Polkam Ingatkan Bahaya Disinformasi bagi Masa Depan Generasi Muda
Kunjungi Natuna, Menko Polkam Tegaskan Peran Strategis Prajurit di Wilayah Perbatasan

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:43 WIB

Menko Polkam Ajak Seluruh Elemen Bangsa Bersatu Perangi Narkotika Demi Indonesia Emas 2045

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:54 WIB

Kala Anak Nasabah PNM Mekaar Berkata “Orang Tua Saya Berjuang di Sawah, Saya Berjuang di Sekolah”

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:01 WIB

Danamon Prasmul EduWealth Resmi Diluncurkan, Perkuat Perencanaan Pendidikan Masa Depan Anak

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:19 WIB

Pemerintah RI Kirim Menko Polkam ke Doha, Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Mantan Emir Qatar

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:44 WIB

Menko Polkam Pastikan Penanganan Kasus Korupsi Sesuai Aturan dan Berkeadilan

Berita Terbaru