Wagub Jateng Taj Yasin Ingatkan Pejabat Tak Bangga Jabatan

- Reporter

Jumat, 1 Mei 2026 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memberikan pesan mendalam mengenai hakikat kepemimpinan. Di hadapan jamaah Majlis Ta’lim Nurul Qolbi Kembangarum Semarang, Wagub menyampaikan perasaan yang mengganjal sebagai pejabat.

Dalam acara yang digelar di Wisma Perdamaian, Jumat 1 Mei 2026, tersebut, Wagub yang akrab disapa Gus Yasin itu menegaskan jabatan publik bukan alasan bagi seseorang untuk mendapatkan perlakuan istimewa, melainkan sebuah ujian akhlak.

Ia merujuk pada teladan Rasulullah SAW yang saat menunaikan ibadah haji, justru membaur dengan rakyatnya hingga tidak bisa dibedakan antara pemimpin dan rakyat biasa.

“Pemimpin itu terlihat akhlaknya ketika ia tidak menonjolkan kepemimpinannya dan tidak ingin dilayani,” kata suami Hj.Nawal Arafah Yasin, itu.

​Gus Yasin menggunakan momen tersebut untuk menyoroti fenomena pejabat atau kepala daerah yang sering kali merasa “lebih” dibandingkan masyarakat yang dilayaninya.

​Sebagai orang nomor dua di Jawa Tengah, Gus Yasin mengaku sering berpesan kepada tim protokolnya agar tidak bersikap berlebihan saat mendampinginya di lapangan. Ia tidak ingin keberadaan pengawal justru menciptakan jarak atau menyusahkan masyarakat.

“Saya sering sampaikan kepada kawan-kawan protokol, tugas kalian mengawal boleh, tapi jangan berlebihan. Apalagi sampai mengusir atau menyingkirkan orang (saat jalan). Saya tidak suka,” tegas Wagub yang memimpin Jawa Tengah bersama Gubernur Ahmad Luthfi itu.

​Menariknya, Gus Yasin secara terbuka membagikan “keresahan” pribadinya sebagai Wakil Gubernur. Ia menyebut bahwa fasilitas jabatan seperti ajudan dan pelayanan yang serba tersedia justru bisa menjadi “penghalang” bagi seorang pemimpin untuk meraih rida Tuhan melalui kemandirian.

Ia mengutip pesan Nabi Muhammad kepada sahabat, bahwa surga dijamin bagi mereka yang mau mengurus keperluannya sendiri.

“Jujur saja, menjadi Wakil Gubernur itu terkadang terasa jauh dari surga karena apa-apa sudah disiapkan. Mau makan sudah diambilkan, mau cuci piring dilarang ajudan. Padahal, melakukan pekerjaan rumah sendiri adalah ibadah yang luar biasa,” ungkapnya.

Baca Juga :  Lewat Kencan Bumil, Nawal Arafah Yasin Perkuat Deteksi Dini Risiko Kehamilan

Untuk mengimbangi hal tersebut, Gus Yasin mengaku tetap berusaha mengerjakan hal-hal kecil secara mandiri saat di rumah, seperti mencuci piring atau pakaian sendiri.

​Kehadiran Gus Yasin di acara itu juga didampingi beberapa pejabat baru, termasuk Kepala Biro Kesra Setda Jateng. Kepada para bawahannya, ia berpesan agar pejabat tidak terjebak dalam rasa bangga akan jabatan.

Baca Juga :  Gubernur Ahmad Luthfi Disambati Pengemudi Ojol soal Keadilan dan Kesejahteraan

Ia mencontohkan bagaimana pemimpin di Indonesia sering kali merasa tersinggung jika kehadirannya tidak disambut atau dijemput dengan meriah. Sebaliknya, Gus Yasin mengajak para pemangku kebijakan untuk mencontoh akhlak Sayyidah Khadijah (Istri Nabi) karena ketulusannya melayani tanpa merasa lelah.

“Tugas kita sebagai pemerintah bukan hanya soal administrasi, tapi memastikan masyarakat tenang dan bisa tercukupi kebutuhannya. Masuk ke pasar untuk memastikan harga stabil agar rakyat bisa makan, itu adalah bagian dari takwa kita sebagai pelayan masyarakat,” jelasnya.

Menutup tausiyahnya, Gus Yasin mengajak seluruh jamaah dan aparatur pemerintah yang hadir untuk kembali pada prinsip Husnul Khuluq atau akhlak mulia.

Menurutnya, kesuksesan seorang pemimpin tidak diukur dari megahnya protokoler, melainkan dari seberapa dekat dan bermanfaatnya ia bagi orang-orang di sekitarnya.***

Berita Terkait

Gubernur Luthfi: IWAPI Harus Hadir Beri Solusi dan Manfaat bagi Masyarakat
Sumarno: Keberhasilan Pendidikan Anak Dimulai dari Kolaborasi Semua Pihak
Tampung Aspirasi Jateng Guyub, Gubernur Jateng Bantu 56 Truk untuk Petani Tebu
Sekda Jateng: Korupsi Harus Dicegah dari Hulu, APIP Jadi Garda Terdepan
Rakorkomwil III Apeksi 2026, Sekda Jateng Tekankan Penguatan Fiskal dan Pengelolaan Sampah
Fakta Baru Terungkap, Korban Penipuan di Purwokerto Diminta Tutup Mulut Oleh Sang Ratu Investasi Bodong
Kerja Sama Jateng-Fujian Makin Erat, Investasi hingga Youth Exchange Jadi Prioritas
BKD Jateng Bantah Informasi PPPK Paruh Waktu Ditempatkan di Ormas

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:20 WIB

Gubernur Luthfi: IWAPI Harus Hadir Beri Solusi dan Manfaat bagi Masyarakat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:11 WIB

Sumarno: Keberhasilan Pendidikan Anak Dimulai dari Kolaborasi Semua Pihak

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:25 WIB

Tampung Aspirasi Jateng Guyub, Gubernur Jateng Bantu 56 Truk untuk Petani Tebu

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:02 WIB

Sekda Jateng: Korupsi Harus Dicegah dari Hulu, APIP Jadi Garda Terdepan

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:16 WIB

Rakorkomwil III Apeksi 2026, Sekda Jateng Tekankan Penguatan Fiskal dan Pengelolaan Sampah

Berita Terbaru