Evaluasi Triwulan I, Gubernur Luthfi Genjot Program APBD Berdampak Langsung

- Reporter

Senin, 4 Mei 2026 - 16:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang memimpin Jawa Tengah bersama Wagub Taj Yasin, menegaskan percepatan pelaksanaan program APBD 2026 dengan fokus pada kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat, menyusul hasil evaluasi kinerja triwulan I yang menunjukkan sejumlah catatan penting.

Instruksi Ahmad Luthfi itu disampaikan saat memimpin rapat koordinasi Pengendalian Operasional Kegiatan (POK) APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2026 di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (4/5/2026). Rapat itu sekaligus menjadi forum evaluasi pelaksanaan program pada triwulan pertama tahun ini.

Menurut Luthfi, arah kebijakan pembangunan di lingkungan Pemprov Jateng tetap menitikberatkan pada program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, tanpa harus mengubah kerangka program yang telah direncanakan.

“Evaluasi kita fokus pada efisiensi dan dampak global. Program-program yang langsung dirasakan masyarakat harus kita percepat,” ujarnya.

Salah satu sektor yang menjadi sorotan adalah infrastruktur jalan. Luthfi mengungkapkan, tingkat kemantapan jalan di Jawa Tengah yang sempat mencapai 94,4 persen pada akhir 2025, turun menjadi 84 persen pada triwulan I 2026.

Baca Juga :  BPD Harus Bertransformasi, Luthfi Tekankan Peran Strategis Lewat KUR Mikro

Penurunan tersebut, kata dia, harus segera direspons dengan langkah percepatan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Bahkan, Pemprov membuka opsi penambahan anggaran melalui APBD Perubahan untuk mengembalikan kondisi jalan ke level semula.

“Kita petakan daerah yang perlu dimantapkan kembali. Kalau perlu, kita tambah anggaran agar bisa kembali ke 94 persen,” tegasnya.

Selain itu, Luthfi juga menekankan pentingnya penguatan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), BUMD, dan BLUD. Ia meminta seluruh instansi meningkatkan peran kehumasan dan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) guna memastikan transparansi kinerja kepada publik.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Jateng Sumarno menambahkan, dinamika geopolitik global dan kebijakan efisiensi menuntut seluruh OPD untuk lebih kreatif dalam menyusun program. Ia juga memacu peningkatan investasi dan pendapatan asli daerah (PAD).

Berdasarkan data per 31 Maret 2026, realisasi pendapatan daerah tercatat sebesar Rp 5,549 triliun atau 23,99 persen, sedangkan realisasi belanja daerah mencapai Rp 4,669 triliun atau 19,77 persen.

Baca Juga :  Sebanyak 6.271 Koperasi Merah Putih di Jateng Sudah Mulai Beroperasi

Kinerja Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) pada triwulan I 2026 menunjukkan tren positif dengan capaian 18,86 persen atau Rp 823,820 miliar, melampaui target awal sebesar 15,75 persen.

Namun, Dana Bagi Hasil (DBH) pajak dan cukai dari pemerintah pusat belum terealisasi hingga akhir Maret. Transfer dana tersebut baru diterima pada April 2026.

“DBH memang terlambat, baru kami terima April,” kata Sumarno.

Ia juga menyebutkan, realisasi keuangan pada triwulan I masih mengalami deviasi, meskipun realisasi fisik program tetap berjalan sesuai rencana. Adapun belanja daerah pada periode ini masih didominasi oleh belanja pegawai serta barang dan jasa, disusul hibah, bantuan sosial, dan subsidi.

Pemprov Jateng memastikan akan terus mengawal percepatan program pada triwulan berikutnya agar target pembangunan tetap tercapai dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.*

Berita Terkait

Indomaret Fun Run 2026 Ramaikan Semarang, Peserta Berpeluang Bawa Pulang Honda Stylo
BRI x REI Expo 2026 Hadirkan Promo KPR Menarik di Queen City Mall Semarang
Ahmad Luthfi Dorong Pelajar Kuasai Industri Hijau, Jateng Perkuat Daya Saing Dunia
Pemprov Jateng Genjot Industri Hijau, Bidik Ekspor dan Investasi Berkualitas
Lebih dari 60 Brand Ramaikan IMPACT+ Semarang 2026, Antusiasme Peserta Pecahkan Rekor
Jawa Tengah Bidik Investasi Iran untuk Perkuat Industri, Pertanian, dan Pariwisata
AMDATARA Tanam Bibit Mangrove untuk Lestarikan Pesisir Jawa Tengah
KEK Kendal Moncer, Ahmad Luthfi Bidik Investor Singapura untuk Kawasan Industri Baru di Jateng

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:55 WIB

BRI x REI Expo 2026 Hadirkan Promo KPR Menarik di Queen City Mall Semarang

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:16 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Pelajar Kuasai Industri Hijau, Jateng Perkuat Daya Saing Dunia

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:53 WIB

Pemprov Jateng Genjot Industri Hijau, Bidik Ekspor dan Investasi Berkualitas

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:08 WIB

Lebih dari 60 Brand Ramaikan IMPACT+ Semarang 2026, Antusiasme Peserta Pecahkan Rekor

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:31 WIB

Jawa Tengah Bidik Investasi Iran untuk Perkuat Industri, Pertanian, dan Pariwisata

Berita Terbaru