Buruh Pabrik di Brebes Bertahan dan Membangun Masa Depan dari Rumah Subsidi

- Reporter

Minggu, 10 Mei 2026 - 05:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES – Pagi itu, Nur Atikah berdiri di depan rumah Perumahan Grand Amartha, Kelurahan Pesantunan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes. Rumah tipe 30/60 yang dimilikinya tampak sederhana. Namun bagi perempuan pekerja pabrik rokok tersebut, bangunan itu menyimpan arti yang jauh lebih besar daripada sekadar tempat berteduh.

Di sanalah ia membangun harapan sebagai seorang ibu tunggal.

Saat Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi datang meninjau perumahan subsidi tersebut, Nur Atikah menyambut dengan tenang. Tidak ada kemewahan. Tidak pula kisah hidup yang dibuat dramatis. Hanya cerita sederhana tentang perjuangan seorang perempuan menjaga masa depan anak-anaknya.

Sehari-hari, Nur Atikah bekerja sebagai leader di pabrik linting rokok. Penghasilannya sekitar upah minimum kabupaten, kurang lebih Rp 2,4 juta per bulan. Dari jumlah itu, hampir separuhnya digunakan untuk membayar cicilan rumah subsidi yang ia ambil melalui skema FLPP.

“Gajinya UMR, Pak. Antara Rp2 juta sekian,” kata Nur Atikah saat berbincang dengan Menteri PKP.

Rumah tersebut dicicil selama 20 tahun, dengan angsuran sekitar Rp 1 juta setiap bulan. Bagi sebagian orang, angka itu mungkin terasa memberatkan. Namun bagi Nur Atikah, keputusan memiliki rumah sendiri adalah bentuk ikhtiar agar anak-anaknya memiliki tempat pulang yang layak.

Baca Juga :  Implementasi ESG PNM Dorong Pemberdayaan dan Ekonomi Lokal Berkelanjutan

“Dua puluh tahun. Cicilannya Rp1 juta,” ujarnya pelan.

Dengan sisa penghasilan yang tidak banyak, ia tetap berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Tidak ada keluhan panjang yang keluar dari mulutnya. Ia justru merasa bersyukur karena rumah yang kini ditempatinya memberi rasa aman dan kepastian hidup.

Dari rumah itu menuju tempat kerjanya, Nur Atikah hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit perjalanan. Kedekatan akses tersebut menjadi salah satu alasan mengapa ia merasa rumah subsidi sangat membantu masyarakat pekerja seperti dirinya.

Baginya, rumah itu bukan sekadar bangunan permanen dengan dinding bercat cerah. Rumah tersebut adalah ruang kecil tempat ia melepas lelah sepulang kerja, mendampingi anak-anaknya tumbuh, dan menyusun harapan tentang kehidupan yang lebih baik.

Di hadapan Menteri dan Gubernur, Nur Atikah juga menceritakan kondisi lingkungan tempat tinggalnya yang dinilai nyaman untuk dihuni. Kawasan perumahan disebut tidak pernah terdampak banjir. Jalan lingkungan sudah memadai, penerangan tersedia, dan pengangkutan sampah berjalan rutin.

Baca Juga :  Sambut Libur Sekolah, KAI Daop 4 Semarang Hadirkan Promo Diskon 30 Persen 

“Alhamdulillah di sini aman, tidak pernah banjir. Kondisinya juga jalannya bagus,” ucapnya.

Kisah Nur Atikah menjadi potret bagaimana program rumah subsidi dirasakan langsung oleh masyarakat berpenghasilan rendah. Di tengah kebutuhan hidup yang terus meningkat, kepemilikan rumah sering kali terasa sulit dijangkau bagi pekerja dengan penghasilan terbatas.

Di Perumahan Grand Amartha, rumah subsidi dipasarkan dengan harga sekitar Rp 166 juta untuk tipe 30/60. Kawasan tersebut dikembangkan PT Anugrah Jaya Land dengan total 116 unit rumah di atas lahan sekitar 13,5 hektare.

Perumahan itu telah dilengkapi fasilitas dasar seperti listrik PLN 1.300 watt, pasokan air dari sumur artetis, jalan utama beton selebar tujuh meter, drainase, taman bermain, hingga ruang interaksi warga berupa joglo. Lokasinya juga tidak jauh dari fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, pusat Kota Brebes, dan Mall Pelayanan Publik.

Di tengah keterbatasan penghasilan, Nur Atikah memilih tetap berjalan menjaga asa. Setiap cicilan yang dibayarkan tiap bulan bukan hanya tentang kewajiban finansial, melainkan tentang keyakinan bahwa kerja kerasnya hari ini dapat menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi anak-anaknya di masa depan.***

Berita Terkait

Indomaret Fun Run 2026 Ramaikan Semarang, Peserta Berpeluang Bawa Pulang Honda Stylo
BRI x REI Expo 2026 Hadirkan Promo KPR Menarik di Queen City Mall Semarang
Ahmad Luthfi Dorong Pelajar Kuasai Industri Hijau, Jateng Perkuat Daya Saing Dunia
Pemprov Jateng Genjot Industri Hijau, Bidik Ekspor dan Investasi Berkualitas
Lebih dari 60 Brand Ramaikan IMPACT+ Semarang 2026, Antusiasme Peserta Pecahkan Rekor
Jawa Tengah Bidik Investasi Iran untuk Perkuat Industri, Pertanian, dan Pariwisata
AMDATARA Tanam Bibit Mangrove untuk Lestarikan Pesisir Jawa Tengah
KEK Kendal Moncer, Ahmad Luthfi Bidik Investor Singapura untuk Kawasan Industri Baru di Jateng

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:07 WIB

Indomaret Fun Run 2026 Ramaikan Semarang, Peserta Berpeluang Bawa Pulang Honda Stylo

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:55 WIB

BRI x REI Expo 2026 Hadirkan Promo KPR Menarik di Queen City Mall Semarang

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:53 WIB

Pemprov Jateng Genjot Industri Hijau, Bidik Ekspor dan Investasi Berkualitas

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:08 WIB

Lebih dari 60 Brand Ramaikan IMPACT+ Semarang 2026, Antusiasme Peserta Pecahkan Rekor

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:31 WIB

Jawa Tengah Bidik Investasi Iran untuk Perkuat Industri, Pertanian, dan Pariwisata

Berita Terbaru