Java Numismatic Fair 2026 Hadirkan Koleksi Langka dan Edukasi Uang Kuno

- Reporter

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pameran terbesar uang kuno, logam mulia, dan Trading Card Games (TCG) di Indonesia bertajuk Java Numismatic Fair 2026 resmi digelar di Atrium Queen City Mall Semarang pada 15-17 Mei 2026. Event ini menjadi ajang berkumpulnya kolektor, komunitas, pelaku usaha, hingga pecinta numismatik dari dalam dan luar negeri.

Ketua Panitia Java Numismatic Fair 2026, Eggiansyah El Islamy mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan mempertemukan para kolektor dari berbagai negara untuk saling berinteraksi, bertransaksi, sekaligus memperluas jejaring.

“Tujuan acara ini untuk mengumpulkan para kolektor bukan hanya dari Indonesia, tetapi juga dari berbagai negara di dunia untuk berkumpul, jual beli, bersilaturahmi, dan networking,” ujar pria yang akrab disapa Egi, Jumat 15 Mei 2026.

Menurutnya, pameran tidak hanya menghadirkan koleksi uang kuno dan logam mulia, tetapi juga kartu TCG yang kini semakin diminati generasi muda.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu mendorong perputaran ekonomi sekaligus meningkatkan minat masyarakat terhadap dunia numismatik di Indonesia.

Selain menjadi ajang transaksi koleksi, Java Numismatic Fair 2026 juga membawa misi edukasi kepada masyarakat terkait maraknya hoaks mengenai harga uang kuno.

Baca Juga :  Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Jawa Tengah Selama Long Weekend Aman

Egi menegaskan, banyak informasi menyesatkan di media sosial yang menyebut sejumlah koin lama seperti koin kelapa sawit, karapan sapi, melati, komodo, hingga angklung bernilai ratusan juta rupiah.

“Padahal koin-koin itu sebenarnya tidak langka. Kalau mau tahu uang atau koin yang benar-benar mahal biasanya berbahan emas atau perak karena punya nilai intrinsik,” jelasnya.

Ia juga meluruskan anggapan bahwa seluruh koin berwarna kuning mengandung emas. Menurutnya, sebagian besar koin tersebut hanya berbahan campuran tembaga dan kupronikel.

“Tidak semua koin berwarna kuning itu emas. Banyak yang hanya campuran tembaga dan nikel,” katanya.

Dalam pameran tersebut, Egi turut memamerkan koleksi pribadinya, termasuk koin emas dari era Kesultanan Samudra Pasai abad ke-13 yang disebut sebagai salah satu koleksi tertuanya.

Sementara itu, Pembina kegiatan Andre Julian menyebut Java Numismatic Fair 2026 merupakan pameran numismatik pertama berskala besar yang digelar di Semarang.

Sebanyak 62 stan meramaikan pameran tersebut. Sekitar 70 persen diisi koleksi uang dan koin, sedangkan sisanya menghadirkan kartu koleksi dan berbagai produk terkait.

Baca Juga :  Indosat Ooredoo Hutchison Raih Best Digital Transformation Award di World Communication Award 2024

“Kita ingin mengenalkan sejarah melalui mata uang, baik kertas maupun koin. Selain itu juga menjadi ajang silaturahmi antara kolektor, UMKM, penjual, dan pembeli dari seluruh Indonesia,” ujarnya.

Andre menyebut peserta pameran tidak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga melibatkan perwakilan dari delapan negara.

Ia menjelaskan, Semarang dipilih sebagai lokasi perdana karena memiliki nilai historis sebagai salah satu pusat perdagangan penting di masa lalu bersama Batavia dan Surabaya.

“Semarang punya potensi besar, penggemarnya banyak, dan secara geografis berada di tengah Pulau Jawa sehingga mudah dijangkau,” katanya.

Harga koleksi yang dipamerkan pun bervariasi, mulai ratusan ribu rupiah hingga puluhan juta rupiah tergantung kelangkaan dan kondisi barang.

Salah satu pengunjung asal Pekalongan, Hadiwibowo, mengaku tertarik mengoleksi uang kertas lama karena memiliki nilai sejarah dan nostalgia masa kecil.

“Saya beli uang kertas kuno pecahan Rp1.000, Rp500, sampai Rp100. Jadi teringat waktu kecil dulu dipakai beli jajan, bakso, dan permen,” pungkasnya.***

Berita Terkait

Dari 537 Gagasan yang Masuk Pusaka Jateng, Taj Yasin: Jadi Bahan Kebijakan APBD Jateng 2027
3.754 Aset Senilai Rp37,7 Miliar Dikelola Digital, BKD Jateng Luncurkan Sipanda
MTQ Nasional 2026 Digelar di Jateng, Perputaran Ekonomi Ditaksir Capai Rp1,2 Triliun
Visiting Jogja Jadi Rujukan, PKA VII Jateng Perkuat Inovasi Desa Wisata
Batik Kalikajar Tembus Mancanegara, Kapulaga Perkuat Ekonomi Perempuan
Mau Liburan Lebih Hemat? BCA tiket.com Travel Fair Hadir di BCA EXPO 2026
Jaga Harga Pangan, Bulog Semarang Gencarkan Penyaluran Beras SPHP dan Minyakita
Jateng Pacu Produksi Susu dengan Teknologi Pengatur Jenis Kelamin Anak Sapi

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:46 WIB

Dari 537 Gagasan yang Masuk Pusaka Jateng, Taj Yasin: Jadi Bahan Kebijakan APBD Jateng 2027

Jumat, 11 September 2026 - 07:22 WIB

3.754 Aset Senilai Rp37,7 Miliar Dikelola Digital, BKD Jateng Luncurkan Sipanda

Rabu, 9 September 2026 - 17:43 WIB

MTQ Nasional 2026 Digelar di Jateng, Perputaran Ekonomi Ditaksir Capai Rp1,2 Triliun

Rabu, 9 September 2026 - 16:31 WIB

Visiting Jogja Jadi Rujukan, PKA VII Jateng Perkuat Inovasi Desa Wisata

Rabu, 9 September 2026 - 08:30 WIB

Batik Kalikajar Tembus Mancanegara, Kapulaga Perkuat Ekonomi Perempuan

Berita Terbaru