Tingkatkan Capaian Belajar Siswa, Guru Penggerak Didorong Berbagi Ilmu

- Reporter

Selasa, 3 Desember 2024 - 16:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rembang – Untuk memastikan transformasi pembelajaran berdampak lebih luas, guru penggerak di Kabupaten Rembang didorong untuk berbagi ilmu dengan sesama guru dan siswa.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang, Sutrisno, pada Lokakarya 7 Panen Hasil Belajar Program Guru Penggerak (PGP) Angkatan 11 di Gedung Haji, Senin (2/12/2024). Menurutnya, ilmu dan kemampuan yang diperoleh guru usai menyelesaikan Program Guru Penggerak, bukan hanya untuk kepentingan pribadi. Para guru diharapkan menyalurkan ilmu tersebut, demi meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Rembang.

“Kemampuan yang telah dikuasai bukan hanya untuk diri sendiri, namun harus ditularkan ke anak-anak didik kita. Semoga pendidikan di Kabupaten Rembang semakin baik,” ujarnya.

Baca Juga :  Sekda Jateng Tekankan Satpol PP Humanis dan Persuasif dalam Melayani Warga

Disampaikan, saat ini terdapat 42 posisi kepala sekolah yang masih kosong di Kabupaten Rembang, sementara 18 guru penggerak yang telah lulus program belum dilantik menjadi kepala sekolah.

“Artinya, masih banyak formasi kepala sekolah yang tersedia. Oleh karena itu, tahun depan para guru bisa mendaftar Program Guru Penggerak, sehingga di tahun berikutnya dapat mengabdi sebagai kepala sekolah untuk membimbing, bergerak, tergerak, dan menggerakkan komunitas di sekolahnya,” jelasnya.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS), imbuhnya, menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Rembang terus mengalami peningkatan.

Baca Juga :  Kolaborasi Lintas Sektor, Setahun Jateng Raih Hasil Nyata

“Dua tahun yang lalu IPM kita 70, pada 2023 naik menjadi 71, dan di 2024 meningkat lagi menjadi 72,8. Terima kasih atas kerja keras kita semua. Angka harapan sekolah juga meningkat dari 6 menjadi 7,8. Artinya, banyak yang sudah bersekolah dan sedikit yang putus sekolah,” tuturnya.

Terkait Program Gerakan Ayo Sekolah Pol 12 Tahun (GASPol 12) dalam mengatasi masalah anak tidak sekolah (ATS), menurut Sutrisno program tersebut berhasil dalam meningkatkan angka partisipasi sekolah, serta memastikan pendidikan dasar yang layak bagi masyarakat.

Berita Terkait

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi
Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata
Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci
Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati
Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya
Jaga Cadangan Air Tanah, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan
Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov Usai Atlet Selam Jepara Meninggal Dunia
Cegah Api Meluas, Ahmad Luthfi Perintahkan Penyisiran di Kawasan Gunung Lawu

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya

Berita Terbaru