Jaga Produksi Beras Nasional, Jateng Perkuat Irigasi dan Antisipasi Kekeringan

- Reporter

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOYOLALI – Daerah-daerah lumbung pangan di kawasan Solo Raya meminta penguatan irigasi, embung, sumur, hingga langkah mitigasi kekeringan untuk menjaga produktivitas pertanian. Jawa Tengah akan mempertahankan sebagai lumbung pangan nasional dengan memperkuat infrastruktur air dan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.

Sejumlah kepala daerah di wilayah Subosukowonosraten menyampaikan kebutuhan penguatan sektor pertanian dalam Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 Wilayah Subosukowonosraten di Pendopo Kabupaten Boyolali, Selasa (2/6/2026).

Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, mengatakan, kondisi ketahanan pangan di daerahnya masih aman dengan surplus produksi beras yang melebihi kebutuhan masyarakat. Namun, ia meminta perhatian khusus bagi daerah-daerah yang berperan sebagai lumbung pangan.

Menurutnya, daerah berbasis pertanian memiliki tantangan tersendiri dibanding wilayah industri, sehingga membutuhkan dukungan dan insentif agar tetap mampu menjaga produktivitas pangan.

“Karena itu, mohon ada insentif khusus untuk daerah-daerah yang menjadi lumbung pangan,” ujar Sigit.

Senada, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengusulkan pembangunan embung dan peningkatan jaringan irigasi guna memperkuat ketahanan sektor pertanian. Selain itu, Pemkab Wonogiri juga menjalankan program pembangunan 1.000 sumur pantek selama lima tahun untuk mengantisipasi kekurangan air.

Pada tahun pertama program tersebut telah dibangun sekitar 293 sumur, sedangkan tahun berikutnya ditambah sekitar 253 sumur.

“Untuk pertanian, kami lakukan pembangunan sumur pantek sebanyak 1.000 buah dalam kurun waktu lima tahun,” kata Setyo.

Sementara itu, Bupati Boyolali Agus Irawan menyoroti pentingnya perbaikan jaringan irigasi untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian, khususnya di kawasan Merapi-Merbabu yang menjadi sentra sayuran.

Baca Juga :  Tampung Aspirasi Jateng Guyub, Gubernur Jateng Bantu 56 Truk untuk Petani Tebu

Ia menyebut masih terdapat lahan yang hanya mampu panen satu hingga dua kali dalam setahun akibat keterbatasan pasokan air. Dengan perbaikan irigasi, frekuensi panen diharapkan dapat meningkat menjadi tiga kali dalam setahun.

“Kami mohon perbaikan irigasi, karena masih ada beberapa tempat yang saat ini panen sekali atau dua kali. Harapannya nanti bisa panen tiga kali,” ujarnya.

Selain persoalan irigasi, Boyolali juga mengeluhkan gangguan kera liar yang merusak tanaman pertanian warga di kawasan lereng Merapi-Merbabu.

Di sisi lain, Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto, melaporkan kondisi pangan di daerahnya masih sangat aman. Pada 2025, Sukoharjo mencatat surplus beras sekitar 114 ribu ton, dengan cadangan beras daerah mencapai 57 ribu ton dan cadangan Bulog sekitar 3.500 ton.

Menurut Eko, pemerintah daerah juga telah menyiapkan langkah mitigasi menghadapi potensi El Nino melalui koordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian Pertanian.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang memimpin Jateng bersama Wagub Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), emenegaskan, ketahanan pangan tetap menjadi prioritas pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya menjaga kontribusi Jawa Tengah sebagai salah satu penopang utama pangan nasional.

“Tahun 2025 kita sudah menghasilkan 9,1 juta ton gabah kering atau 15,6 persen kebutuhan nasional berasal dari Jawa Tengah,” kata Luthfi.

Baca Juga :  2.596 KPM PKH Klaten Naik Kelas, Siap Mandiri Tanpa Bergantung Bansos

Menurutnya, capaian tersebut harus dipertahankan melalui kolaborasi pemerintah provinsi, kabupaten/kota, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan. Apalagi, sejumlah wilayah mulai bersiap menghadapi musim kemarau yang berpotensi memicu kekeringan.

Karena itu, Luthfi meminta setiap daerah memetakan kawasan rawan kekeringan, sumber-sumber air, kebutuhan irigasi, hingga infrastruktur pendukung pertanian. Ia juga mengungkapkan telah berkoordinasi dengan TNI untuk memperkuat program pipanisasi dan sumurisasi di daerah yang membutuhkan.

“Kabupaten/kota harus punya peta mana daerah yang menjadi sumber kekeringan. Kalau kurang apa-apa segera lapor ke provinsi,” tegasnya.

Terkait usulan pembangunan embung dan irigasi, Luthfi meminta jajaran TNI turut melakukan pemetaan wilayah yang memerlukan intervensi sumber air. Sementara Polri akan dilibatkan dalam distribusi air bersih menggunakan kendaraan tangki.

“Khusus TNI terkait sumber, sumurisasi, dan pipanisasi. Untuk Polri nanti terkait tangki, karena lebih mobilitas,” ujarnya.

Luthfi juga mengingatkan agar pengendalian hama tikus tidak dilakukan menggunakan aliran listrik, karena berisiko membahayakan keselamatan petani. Adapun terkait gangguan kera liar di kawasan pertanian, Pemprov Jawa Tengah akan berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan untuk menambah kuota penangkapan dan pengamanan satwa tersebut.

“Kita akan bersurat kepada Menteri Kehutanan agar mendapat tambahan kuota tangkap dan pengamanan. Mengamankan kera tidak boleh dibunuh,” tegasnya.***

Berita Terkait

Gubernur Luthfi: IWAPI Harus Hadir Beri Solusi dan Manfaat bagi Masyarakat
Sumarno: Keberhasilan Pendidikan Anak Dimulai dari Kolaborasi Semua Pihak
Tampung Aspirasi Jateng Guyub, Gubernur Jateng Bantu 56 Truk untuk Petani Tebu
Sekda Jateng: Korupsi Harus Dicegah dari Hulu, APIP Jadi Garda Terdepan
Rakorkomwil III Apeksi 2026, Sekda Jateng Tekankan Penguatan Fiskal dan Pengelolaan Sampah
Fakta Baru Terungkap, Korban Penipuan di Purwokerto Diminta Tutup Mulut Oleh Sang Ratu Investasi Bodong
Kerja Sama Jateng-Fujian Makin Erat, Investasi hingga Youth Exchange Jadi Prioritas
BKD Jateng Bantah Informasi PPPK Paruh Waktu Ditempatkan di Ormas

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:20 WIB

Gubernur Luthfi: IWAPI Harus Hadir Beri Solusi dan Manfaat bagi Masyarakat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:11 WIB

Sumarno: Keberhasilan Pendidikan Anak Dimulai dari Kolaborasi Semua Pihak

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:25 WIB

Tampung Aspirasi Jateng Guyub, Gubernur Jateng Bantu 56 Truk untuk Petani Tebu

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:02 WIB

Sekda Jateng: Korupsi Harus Dicegah dari Hulu, APIP Jadi Garda Terdepan

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:16 WIB

Rakorkomwil III Apeksi 2026, Sekda Jateng Tekankan Penguatan Fiskal dan Pengelolaan Sampah

Berita Terbaru