Pelantikan Apindo, Gus Yasin Pesan Chemistry Pengusaha dan Serikat Kerja Kunci Utama Hadapi Tekanan Geopolitik

- Reporter

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Chemistry yang terbangun antara pengusaha dan serikat pekerja, menjadi faktor utama dalam menjaga kondusivitas iklim usaha di Jawa Tengah. Terlebih, saat ini industri dihadapkan pada tantangan geopolitik.

Hal itu mengemuka pada Pelantikan Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPP Apindo) Jawa Tengah Periode 2026 – 2031,di Hotel Patra Semarang, Rabu, 3 Juni 2026.

“Arahan Bapak Presiden, bahwa kekuatan kita yang harus kita satukan agar ketergantungan kepada dunia luar bisa dikurangi,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, usai memberikan sambutan pada acara tersebut.

Gus Yasin, sapaan akrabnya mengatakan, kebutuhan dunia industri di Jawa Tengah harus bisa ditutup melalui kekuatan sendiri. Sebagaimana situasi sebelum geopolitik memanas. Saat itu, Jawa Tengah sudah menunjukkan pertumbuhan serta peningkatan yang signifikan.

Sehingga, ketertarikan para pengusaha untuk berinvestasi ke Jawa Tengah sangat kuat. Ditambah dengan harapan pasca pelantikan kepengurusan Apindo yang baru.

“Ini menunjukkan bahwa kebersamaan antara pengusaha dan serikat buruh benar-benar kuat. Sehingga (keberadaan) mereka menguatkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah,” ujarnya.

Kepada pengurus yang baru Gus Yasin berharap Apindo dapat menciptakan stabilitas dan kondustivitas iklim usaha yang sudah baik menjadi lebih baik lagi.

“Chemistry lebih terbangun lagi antara pengusaha dengan para karyawan. Itu yang paling utama,” tandasnya.

Dalam sambutannya, Gus Yasin mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah pada triwulan pertama 2026 ada di angka 5,89%. Angka tersebut berada di atas rata-rata nasional.

Baca Juga :  Batik Jateng Jadi Andalan, Wagub Dorong UMKM Perkuat Daya Saing Global

Dukungan terbesar adalah dari manufaktur. Gus Yasin berharap industri manufaktur dapat menggenjot padat karya, di tengah situasi ekonomi global yang sedang tidak baik-baik saja.

“Sehingga yang perlu dikuatkan adalah bagaimana kita mandiri.
Kemampuan kita yang harus kita dorong, termasuk kolaborasi dengan serikat buruh,” lanjutnya.

Ketua DPP Apindo Jateng Periode 2026 – 203, Helmi Tas’an Wartono menyampaikan rasa terima kasihnya karena sudah didukung oleh pemeritah. Harapan Apindo saat ini agar pengusaha terus dapat berkoordinasi, berkolaborasi dengan semua pihak, baik pemerintah, pengusaha maupun serikat buruh.

Terkait tantangan geopolitik, Helmi berharap trade partner selalu menjaga kolaborasi. Sehingga usaha yang dikembangkan di Jawa Tengah dapat bertahan dan berlangsung dengan aman.

Dalam sambutannya, Helmi mengatakan, Provinsi Jawa Tengah memiliki daya tarik dan potensi yang luar biasa. Antara lain, ketersediaan SDM dengan karakteristik unggul. Lingkungan yang aman dan kondusif. Serta ketersediaan kawasan industri yang terintegrasi.

Adanya infrastruktur yang saling terkoneksi serta adanya komitmen dukungan yang kuat dari pemerintah daerah untuk kemudahan dan kepastian berusaha. Hal ini telah menjadikan Provinsi Jawa Tengah sebagai magnet investasi strategis di Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

“Bersama dengan rekan-rekan dari serikat pekerja dan juga pemerintah, Apindo Jawa Tengah bertekad dan siap untuk menjadi mitra strategis dengan tujuan utama yang tidak lain dan tidak bukan adalah menjaga dunia usaha di Jawa Tengah untuk tetap tumbuh guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan perluasan kesempatan bekerja bagi masyarakat Jawa Tengah,” ujarnya.

Baca Juga :  Surplus Beras 1,5 Juta Ton, Ahmad Luthfi Minta Panen Dikelola Baik

Dia mengakui, di tengah perubahan ekonomi global dan tekanan geopolitik, dunia usaha baik skala besar maupun skala kecil, baik padat karya maupun padat modal, mengalami pergolakan yang luar biasa. Tidak sedikit yang harus menutup usahanya karena ketidakmampuan menahan tekanan demi tekanan yang semakin masif.

“Pada situasi seperti ini, dunia usaha sangat memerlukan dukungan dan kerja sama dengan berbagai elemen yang ada. Dunia usaha tidak akan mampu berdiri sendiri dan berjuang sendiri-sendiri. Kolaborasi adalah kunci,” ujarnya.

Dalam sambutannya saat pengukuhan pengurus Apindo Jateng, Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Apindo, Shinta W. Khamdani, berpesan agar Apindo Jawa Tengah menjaga amanah dengan baik dalam menjalankan perannya.

Sejumlah arahan yang dia sampaikan kepada pengurus Apindo periode 2026 – 2031, yakni menciptakan lapangan pekerjaan yang layak, produktif dan berkelanjutan bagi masyarakat Jawa Tengah. Selanjutnya, mengawal isu ketenagakerjaan secara konsisten, termasuk reformasi UU ketenagakerjaan.

Selain itu advokasi berbagai isu strategis dunia usaha, mengembangkan potensi ekonomi lokal dan sektor unggulan Jawa Tengah, memperkuat solidaritas dan pertumbuhan keanggotaan DPP Apindo Jawa Tengah, dan memperluas Dewan Pimpinan Apindo hingga ke tingkat Kabupaten dan Kota. Terakhir, memperkuat koordinasi rutin dengan pemerintah daerah.

Pelantikan dilakukan dengan prosesi pengukuhan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Apindo Shinta W. Khamdani. Dilanjutkan dengan diskusi panel bertema “Ressitensi dan Adaptasi Pelaku Usaha di Jawa Tengah dalam Menghadapi Dinamika Perubahan Ekonomi Global dan Tekanan Geopolitik”.***

 

Berita Terkait

Indomaret Fun Run 2026 Ramaikan Semarang, Peserta Berpeluang Bawa Pulang Honda Stylo
BRI x REI Expo 2026 Hadirkan Promo KPR Menarik di Queen City Mall Semarang
Ahmad Luthfi Dorong Pelajar Kuasai Industri Hijau, Jateng Perkuat Daya Saing Dunia
Pemprov Jateng Genjot Industri Hijau, Bidik Ekspor dan Investasi Berkualitas
Lebih dari 60 Brand Ramaikan IMPACT+ Semarang 2026, Antusiasme Peserta Pecahkan Rekor
Jawa Tengah Bidik Investasi Iran untuk Perkuat Industri, Pertanian, dan Pariwisata
AMDATARA Tanam Bibit Mangrove untuk Lestarikan Pesisir Jawa Tengah
KEK Kendal Moncer, Ahmad Luthfi Bidik Investor Singapura untuk Kawasan Industri Baru di Jateng

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:07 WIB

Indomaret Fun Run 2026 Ramaikan Semarang, Peserta Berpeluang Bawa Pulang Honda Stylo

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:55 WIB

BRI x REI Expo 2026 Hadirkan Promo KPR Menarik di Queen City Mall Semarang

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:53 WIB

Pemprov Jateng Genjot Industri Hijau, Bidik Ekspor dan Investasi Berkualitas

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:08 WIB

Lebih dari 60 Brand Ramaikan IMPACT+ Semarang 2026, Antusiasme Peserta Pecahkan Rekor

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:31 WIB

Jawa Tengah Bidik Investasi Iran untuk Perkuat Industri, Pertanian, dan Pariwisata

Berita Terbaru