Dukung Pertumbuhan Ekonomi, Pemprov Jateng Betonisasi Ruas Strategis Jepara-Keling

- Reporter

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEPARA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakilnya Tah Yasin Maimoen, akan melakukan betonisasi ruas Jalan Jepara–Keling hingga batas Kabupaten Pati sebagai upaya memperkuat jalur perekonomian di Kabupaten Jepara.

Pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut kebijakan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang melakukan realokasi anggaran melalui Peraturan Kepala Daerah (Perkada) untuk mempercepat penanganan jalan rusak.

Melalui kebijakan tersebut, alokasi anggaran pembangunan di ruas Jalan Jepara-Keling meningkat dari semula Rp 7,9 miliar menjadi Rp 37,1 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan jalan beton di beberapa titik dengan total panjang sekitar 2,75 kilometer, termasuk di wilayah Mlonggo dan Keling.

Menariknya, betonisasi di Keling juga menjadi kelanjutan dari betonisasi sepanjang satu kilometer yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2025, sehingga nantinya ruas jalan beton akan tersambung dan memberikan manfaat yang lebih optimal bagi masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengatakan, ruas Jepara-Keling merupakan jalur strategis yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain menjadi akses utama warga, jalur perekonomian tersebut juga menjadi jalur distribusi menuju kawasan PLTU Tanjung Jati yang setiap hari dilintasi kendaraan bertonase besar.

Baca Juga :  Kecamatan Berdaya Digeber, 576 Camat di Jateng Teken Komitmen

“Dalam APBD murni 2026, Bapak Gubernur mengeluarkan Perkada dan memberikan tambahan alokasi untuk pembangunan Jalan Jepara-Keling. Nantinya pembangunan ini akan tersambung dengan jalan beton yang telah dibangun pada tahun 2025,” ujar Henggar saat meninjau kondisi jalan bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara, Ary Bachtiar, Kamis (11/6/2026).

Menurut Henggar, betonisasi menjadi pilihan paling tepat untuk ruas tersebut dibandingkan perkerasan aspal. Tingginya intensitas kendaraan berat membuat jalan lebih cepat rusak apabila hanya menggunakan aspal, sementara konstruksi beton dinilai lebih kuat dan memiliki usia layanan yang lebih panjang.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan pekerjaan fisik dimulai pada akhir Juli 2026. Sebelum pembangunan dilaksanakan, perawatan sementara tetap dilakukan melalui penambalan menggunakan aspal guna menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

“Pak Gubernur menginstruksikan agar kerusakan yang ada tetap ditangani terlebih dahulu sambil menunggu proses betonisasi. Keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan tetap menjadi prioritas,” kata Henggar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara, Ary Bachtiar, menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap infrastruktur jalan di wilayahnya. Menurut dia, ruas Jepara-Keling merupakan bagian penting dari jaringan jalan provinsi yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  2.150 Pelari Ikut Ramaikan Bank Jateng Borobudur Marathon 2024

Ruas Jalan Jepara-Keling sendiri merupakan bagian dari sekitar 35 kilometer jalan provinsi di wilayah tersebut, sementara total panjang jalan provinsi di Kabupaten Jepara mencapai 69 kilometer.

“Pak Gubernur mengalokasikan anggaran yang besar untuk penanganan jalan di Jepara. Ini merupakan jalur ekonomi yang sangat penting bagi masyarakat, sehingga kami mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan,” ujar Ary.

Sebelumnya, Gubernur Ahmad Luthfi melakukan realokasi anggaran sekitar Rp 200 miliar pada tahun 2026 untuk mempercepat perbaikan jalan provinsi di berbagai daerah.

Langkah tersebut dilakukan guna meningkatkan kembali tingkat kemantapan jalan provinsi yang sempat menurun akibat musim hujan berkepanjangan hingga awal tahun 2026.

Dana hasil realokasi itu diprioritaskan untuk penanganan ruas-ruas jalan dengan kondisi rusak berat yang memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Dengan tambahan anggaran tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan perbaikan jalan dapat dilakukan lebih cepat sehingga mobilitas warga dan distribusi barang semakin lancar.***

Berita Terkait

Simpang Lima Jadi Panggung MTQ Nasional XXXI, Warga Dipersilakan Hadir
BRI Ungaran Gelar Pengajian Rutin, Perkuat Pembinaan Spiritual Pekerja
YBM BRILiaN BRI Ungaran Hadirkan Kepedulian Lewat Berbagi Sembako
Antusiasme Warga Tinggi, Pemprov Jateng Siapkan Videotron Pembukaan MTQ
Taj Yasin Sambut Kafilah MTQ, 13 Venue di Jateng Siap Digunakan
Kafilah Papua Barat Daya Terkesan Sambutan Pemprov Jateng di MTQ Nasional
Taj Yasin Dorong Penguatan NIK, Warga Tak Perlu Berulang Kali Serahkan Fotokopi KTP
Bangkai Ikan Sapu-Sapu Ganggu Warga Pati, Gubernur Luthfi Perintahkan Segera Dikubur

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:30 WIB

Simpang Lima Jadi Panggung MTQ Nasional XXXI, Warga Dipersilakan Hadir

Jumat, 11 September 2026 - 15:42 WIB

BRI Ungaran Gelar Pengajian Rutin, Perkuat Pembinaan Spiritual Pekerja

Jumat, 11 September 2026 - 15:19 WIB

YBM BRILiaN BRI Ungaran Hadirkan Kepedulian Lewat Berbagi Sembako

Jumat, 11 September 2026 - 07:15 WIB

Taj Yasin Sambut Kafilah MTQ, 13 Venue di Jateng Siap Digunakan

Kamis, 10 September 2026 - 07:30 WIB

Kafilah Papua Barat Daya Terkesan Sambutan Pemprov Jateng di MTQ Nasional

Berita Terbaru