Industri AMDK Hijau Dipercepat, Ahmad Luthfi Prioritaskan Konservasi Air

- Reporter

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat komitmen membangun industri yang ramah lingkungan. Bersama Asosiasi Pengusaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara) Jawa Tengah-DIY, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mendorong transformasi industri air minum dalam kemasan (AMDK) menuju industri hijau melalui penguatan konservasi sumber daya air, pengelolaan sampah plastik, dan penerapan ekonomi sirkular.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi pengurus Amdatara Jateng-DIY dengan Gubernur Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (1/7/2026). Selain bersilaturahmi, AMDATARA juga menyampaikan rencana pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) organisasi.

Ketua Umum DPP Amdatara, Karyanto Wibowo, mengatakan industri AMDK nasional masih menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan sekitar 5,5 persen. Dari sekitar 710 perusahaan AMDK di Indonesia, sekitar 130 perusahaan beroperasi di Jawa Tengah.

“Pertumbuhannya kurang lebih sekitar 5,5 persen. Kurang lebih sama seperti pertumbuhan Jawa Tengah,” ujar Karyanto.

Menurutnya, Amdatara ingin mengambil peran dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sekaligus memastikan industri berkembang secara berkelanjutan. Karena itu, asosiasi menjadikan konservasi sumber daya air sebagai salah satu program utama.

Baca Juga :  Tinjau Padasari, Wagub Pastikan Huntara dan Fasilitas Ibadah Pengungsi Siap

“Maka kami berupaya melakukan program konservasi untuk menjaga ketersediaan air,” katanya.

Karyanto menjelaskan, sejumlah perusahaan AMDK di Jawa Tengah telah menjalankan berbagai program pelestarian lingkungan, di antaranya penanaman sekitar 2.000 pohon di kawasan sumber air.

Di sisi lain, Amdatara juga mengembangkan fasilitas pengolahan sampah plastik di sejumlah daerah seperti Semarang, Salatiga, dan Wonosobo. Bahkan, asosiasi membuka peluang menjadi offtaker plastik hasil daur ulang agar memiliki nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku produk baru.

“Harapannya nanti kita bisa menjadi offtaker dari plastik yang sudah didaur ulang menjadi barang baru,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang duet Wagub Taj Yasin, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan, industri AMDK memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah, namun pemanfaatan sumber daya air harus dilakukan secara bertanggung jawab agar tetap berkelanjutan.

Baca Juga :  Hadiri Pelantikan Jatma Aswaja, Gus Yasin Ajak Kolaborasi dengan Pemprov Jateng

Menurut Luthfi, pembatasan penggunaan air tanah harus menjadi komitmen seluruh pelaku industri. Selain mematuhi regulasi, perusahaan juga didorong memperkuat program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berorientasi pada konservasi lingkungan.

“Prinsip pembatasan air tanah harus betul-betul kita patuhi. Saya senang sekali kalau teman-teman bisa mengadakan program terkait itu,” kata Luthfi.

Ia juga mengajak industri AMDK menerapkan prinsip ekonomi sirkular dengan menghemat penggunaan air dan energi, menekan emisi, serta memperkuat kemitraan dengan bank sampah maupun Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).

Langkah tersebut dinilai penting mengingat Jawa Tengah saat ini menghasilkan sekitar 19.000 ton sampah setiap hari, dengan lebih dari 14 persen di antaranya merupakan sampah plastik. Melalui kolaborasi pemerintah dan dunia usaha, diharapkan pertumbuhan industri dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.***

Berita Terkait

Gubernur Luthfi: IWAPI Harus Hadir Beri Solusi dan Manfaat bagi Masyarakat
Sumarno: Keberhasilan Pendidikan Anak Dimulai dari Kolaborasi Semua Pihak
Tampung Aspirasi Jateng Guyub, Gubernur Jateng Bantu 56 Truk untuk Petani Tebu
Sekda Jateng: Korupsi Harus Dicegah dari Hulu, APIP Jadi Garda Terdepan
Rakorkomwil III Apeksi 2026, Sekda Jateng Tekankan Penguatan Fiskal dan Pengelolaan Sampah
Fakta Baru Terungkap, Korban Penipuan di Purwokerto Diminta Tutup Mulut Oleh Sang Ratu Investasi Bodong
Kerja Sama Jateng-Fujian Makin Erat, Investasi hingga Youth Exchange Jadi Prioritas
BKD Jateng Bantah Informasi PPPK Paruh Waktu Ditempatkan di Ormas

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:20 WIB

Gubernur Luthfi: IWAPI Harus Hadir Beri Solusi dan Manfaat bagi Masyarakat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:11 WIB

Sumarno: Keberhasilan Pendidikan Anak Dimulai dari Kolaborasi Semua Pihak

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:25 WIB

Tampung Aspirasi Jateng Guyub, Gubernur Jateng Bantu 56 Truk untuk Petani Tebu

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:02 WIB

Sekda Jateng: Korupsi Harus Dicegah dari Hulu, APIP Jadi Garda Terdepan

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:16 WIB

Rakorkomwil III Apeksi 2026, Sekda Jateng Tekankan Penguatan Fiskal dan Pengelolaan Sampah

Berita Terbaru