Jateng Tumbuhkan Koperasi Merah Putih, KKMP Banjarsari Raup Omzet Rp 300 Juta dalam Enam Bulan

- Reporter

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURAKARTA – Berawal dari sebuah garasi, Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Banjarsari, Kota Surakarta, berkembang menjadi salah satu contoh tumbuhnya ekonomi kerakyatan di Jawa Tengah.

Baru beroperasi sejak September 2025, koperasi tersebut kini membukukan omzet lebih dari Rp300 juta dalam enam bulan pertama 2026. Dengan jumlah anggota meningkat dari 32 menjadi sekitar 130 orang.

Perkembangan itu dipamerkan dalam Gelar Produk Koperasi dan UMKM pada rangkaian Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Stadion Manahan, Surakarta, Sabtu, 11 Juli 2026). Beragam produk UMKM, kerajinan, hingga kebutuhan pokok dipamerkan sebagai bukti bahwa koperasi mulai menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Ketua KKMP Banjarsari, Budi Agung Setyowicoyo, mengatakan, koperasi yang dipimpinnya dibentuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat pelaku UMKM di wilayah Banjarsari.

“Koperasi kami berdiri dan bergerak untuk melayani masyarakat dalam penyediaan gerai sembako. Kemudian kita juga bekerja sama dengan UMKM di Kota Surakarta,” katanya.

Menurut Budi, KKMP Banjarsari tidak hanya menjual kebutuhan pokok, tetapi juga berperan sebagai off taker bagi produk-produk UMKM sekaligus hub distribusi sembako bagi masyarakat.

Sebagai off taker, koperasi menyerap sekaligus membantu memasarkan produk UMKM sehingga pelaku usaha memiliki kepastian pasar. Adapun sebagai hub, koperasi menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok dengan menggandeng Bulog, ID Food, dan distributor lainnya agar pasokan lebih terjamin, rantai distribusi lebih pendek, dan harga lebih kompetitif bagi masyarakat.

“Kita berperan sebagai off taker dari Koperasi Merah Putih terhadap UMKM dan kita juga akan memerankan diri sebagai hub untuk produk-produk kebutuhan sembako bagi warga kita,” ujarnya.

Baca Juga :  Polytron Pecahkan Rekor MURI Videotron Terpanjang di Stadion Olahraga se-Indonesia

Dalam pameran tersebut, KKMP Banjarsari membawa berbagai produk UMKM, seperti batik, blangkon, tenun ikat, batik ciprat, ecoprint, dan aneka kerajinan tangan. Koperasi juga menjual beras SPHP, beras premium, serta berbagai merek minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Perjalanan koperasi itu terbilang singkat, tetapi pertumbuhannya cukup pesat. Setelah membukukan sisa hasil usaha (SHU) sebesar Rp2 juta pada akhir 2025, omzetnya melonjak menjadi lebih dari Rp300 juta sepanjang Januari hingga Juni 2026.

“Saya meyakini ke depan, dari di akhir tahun kita akan meningkat tajam terkait dengan pembukuan SHU-nya,” kata Budi.

Pertumbuhan tersebut diikuti bertambahnya jumlah anggota menjadi sekitar 130 orang. Mayoritas merupakan pelaku UMKM, mulai dari pedagang nasi goreng, penjual rice bowl, hingga pemilik toko kelontong.

Menurut Budi, kehadiran koperasi justru memperkuat usaha toko kelontong karena menjadi tempat memperoleh pasokan barang dengan harga yang lebih baik.

Menariknya, seluruh aktivitas koperasi bermula dari garasi rumah ketua koperasi sebelum akhirnya berpindah ke rumah dinas lurah yang tidak ditempati. Bagi pengurus, manfaat bagi masyarakat jauh lebih penting daripada menunggu gedung permanen berdiri.

“Kami sepakat dengan pengurus dan seluruh anggota bahwa kita tidak akan menunggu gedungnya ada. Karena masyarakat sudah menunggu kehadiran Koperasi Merah Putih,” ujarnya.

Keberhasilan KKMP Banjarsari menjadi salah satu gambaran awal implementasi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang tengah didorong pemerintah. Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan melalui koperasi.

“Pemerintah Republik Indonesia punya gawe yang cukup besar, bagaimana menumbuhkembangkan ekonomi kerakyatan dengan membangun Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP),” kata Sumarno saat mewakili Gubernur Ahmad Luthfi memberikan sambutan pada Tasyakuran dan Pagelaran Seni Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tingkat Provinsi Jateng di Stadion Manahan, Surakarta.

Baca Juga :  PLN UPT Salatiga Energize Kapasitor GI Purworejo, Keandalan Listrik Meningkat

Untuk memastikan program tersebut berkelanjutan, Pemprov Jateng bahkan melakukan langkah yang tidak banyak dilakukan daerah lain, yakni mengintegrasikan pendidikan perkoperasian ke dalam pembelajaran di sekolah.

Melalui Program Insersi Pendidikan Perkoperasian, Jawa Tengah menjadi provinsi pelopor yang menerapkan pendidikan koperasi secara sistematis dan berkelanjutan dengan sasaran sekitar 6,38 juta peserta didik mulai dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA hingga SLB.

“Kita punya konsep untuk insersi pendidikan koperasi, karena apa? pemahaman terhadap konsep koperasi mungkin belum dipahami secara utuh,” ujarnya.

Menurut Sumarno, Pemprov Jateng akan menjalankan program tersebut pada jenjang SMA, SMK, MA, dan SLB sesuai kewenangannya.

Ia juga mengajak pemerintah kabupaten dan kota berkolaborasi mengimplementasikan pendidikan koperasi pada jenjang SD dan SMP, sehingga pemahaman tentang koperasi dapat ditanamkan sejak usia dini dan menjadi fondasi penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di masa depan.

“Dan sekali lagi dengan momentum peringatan ke-79 Hari Koperasi ini menjadi tonggak mari kita bersama-sama berkolaborasi bersama-sama membangun Koperasi yang menjadi gawe besar dari Pemerintah Republik Indonesia,” tutup Sumarno.

Untuk diketahui, di Jawa Tengah telah terbentuk 8.523 KDKMP, dengan 6.271 koperasi atau sekitar 73% sudah operasional, serta 3.950 gedung koperasi telah selesai dibangun, tertinggi secara nasional. KDKMP juga telah memiliki modal sebesar Rp34,21 miliar dengan lebih dari 200 ribu anggota.***

Berita Terkait

Indomaret Fun Run 2026 Ramaikan Semarang, Peserta Berpeluang Bawa Pulang Honda Stylo
BRI x REI Expo 2026 Hadirkan Promo KPR Menarik di Queen City Mall Semarang
Ahmad Luthfi Dorong Pelajar Kuasai Industri Hijau, Jateng Perkuat Daya Saing Dunia
Pemprov Jateng Genjot Industri Hijau, Bidik Ekspor dan Investasi Berkualitas
Lebih dari 60 Brand Ramaikan IMPACT+ Semarang 2026, Antusiasme Peserta Pecahkan Rekor
Jawa Tengah Bidik Investasi Iran untuk Perkuat Industri, Pertanian, dan Pariwisata
AMDATARA Tanam Bibit Mangrove untuk Lestarikan Pesisir Jawa Tengah
KEK Kendal Moncer, Ahmad Luthfi Bidik Investor Singapura untuk Kawasan Industri Baru di Jateng

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:07 WIB

Indomaret Fun Run 2026 Ramaikan Semarang, Peserta Berpeluang Bawa Pulang Honda Stylo

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:55 WIB

BRI x REI Expo 2026 Hadirkan Promo KPR Menarik di Queen City Mall Semarang

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:16 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Pelajar Kuasai Industri Hijau, Jateng Perkuat Daya Saing Dunia

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:08 WIB

Lebih dari 60 Brand Ramaikan IMPACT+ Semarang 2026, Antusiasme Peserta Pecahkan Rekor

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:31 WIB

Jawa Tengah Bidik Investasi Iran untuk Perkuat Industri, Pertanian, dan Pariwisata

Berita Terbaru