Tekan Angka Perceraian, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Program Ekonomi Keluarga Diperkuat

- Reporter

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang – Angka perceraian di Jawa Tengah masih menjadi perhatian serius. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sekitar 67.500 kasus perceraian sepanjang tahun 2025, dengan faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab utama yang paling sering muncul di pengadilan agama.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, mendorong penguatan ekonomi keluarga sebagai salah satu langkah strategis untuk menekan angka perceraian. Menurutnya, ketidakstabilan finansial dalam rumah tangga sering kali menjadi pemicu konflik yang berujung pada perceraian.

“Masalah ekonomi dalam keluarga bukan hanya soal uang, tetapi juga tentang ketenangan, tanggung jawab dan keharmonisan rumah tangga. Jika ekonomi keluarga kuat, banyak konflik dapat dicegah sejak dini,” katanya.

Baca Juga :  Pesan Ulama Menguatkan Langkah Ahmad Luthfi Memimpin Jateng

Ia menekankan bahwa penguatan ekonomi keluarga harus dilakukan secara holistik. Mulai dari pemberdayaan usaha mikro dan kecil, peningkatan keterampilan kerja, hingga akses permodalan yang lebih mudah bagi pasangan muda.

Heri juga mendorong program-program pemerintah yang mendukung kemandirian ekonomi perempuan, karena banyak kasus perceraian gugat berasal dari istri yang merasa tidak mendapat nafkah yang memadai.

Heri melihat bahwa perceraian bukan hanya berdampak pada pasangan suami istri, tetapi juga pada anak-anak yang menjadi korban paling rentan.

“Anak dari keluarga broken home sering kali mengalami gangguan psikologis, putus sekolah, hingga kesulitan dalam membangun rumah tangga di masa depan. Oleh karena itu, pencegahan perceraian melalui penguatan ekonomi keluarga merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas generasi mendatang,” jelasnya.

Baca Juga :  Sujud Syukur Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter Pertama Embarkasi Solo

Selain itu, ia menyarankan agar program pemberdayaan ekonomi keluarga dikaitkan dengan pendidikan pra-nikah dan konseling pernikahan yang lebih intensif.

“Rumah tangga yang harmonis adalah pondasi masyarakat yang kuat. Mari kita bangun ekonomi keluarga yang tangguh agar setiap pernikahan dapat bertahan dan membawa keberkahan,” katanya.

“Berkurangnya angka perceraian bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keutuhan keluarga sebagai unit terkecil bangsa,” bangsa.

Berita Terkait

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi
Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata
Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci
Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati
Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya
Jaga Cadangan Air Tanah, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan
Pemprov Jateng Evaluasi Keamanan Porprov Usai Atlet Selam Jepara Meninggal Dunia
Cegah Api Meluas, Ahmad Luthfi Perintahkan Penyisiran di Kawasan Gunung Lawu

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:33 WIB

Jateng Perketat Pemberantasan Judi Online, ASN yang Terlibat Terancam Sanksi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Sekda Jateng Ajak Pemuda Wujudkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi Nyata

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Jateng Berhasil Tekan Angka Perkawinan Anak, Sinergi Lintas Lembaga Jadi Kunci

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Sinergi TNI AL dan Instansi Terkait, 15.000 Liter Air Bersih Disalurkan di Pati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Taj Yasin Tinjau Hybrid Seawall Demak, Warga Mulai Rasakan Manfaatnya

Berita Terbaru