KEK Kendal Moncer, Ahmad Luthfi Bidik Investor Singapura untuk Kawasan Industri Baru di Jateng

- Reporter

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Keberhasilan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal menjadi modal penting bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menarik investasi baru.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin, kini membidik perusahaan asal Singapura, Sembcorp Industries, agar memperluas investasinya dengan membangun kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus baru di sejumlah daerah di Jawa Tengah.

Langkah tersebut mengemuka dalam pertemuan Ahmad Luthfi dengan Chief Operating Officer (COO) Sembcorp Industries Gareth Wong di Semarang, Selasa malam (21/7/2026).

Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kemitraan strategis yang telah terjalin sejak 2016 sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor kawasan industri.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengatakan, keberhasilan Sembcorp mengelola KEK Kendal menjadi dasar kuat bagi Pemprov Jateng untuk menawarkan proyek kawasan industri berikutnya.

“Selama ini Sembcorp Industries menjadi pengelola KEK Kendal bersama Jababeka. Karena pengembangannya berjalan baik, Pak Gubernur berharap perusahaan ini kembali berinvestasi membangun kawasan industri baru di Jawa Tengah. Potensi lokasinya sudah kami tawarkan,” kata Sakina.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Gelar 1.565 Gerakan Pangan Murah, Omzet Rp37 Miliar

Menurut dia, arahan Gubernur Ahmad Luthfi untuk memperluas kawasan industri telah ditindaklanjuti melalui pemetaan sejumlah kabupaten dan kota yang memenuhi syarat sebagai lokasi pengembangan.

Selain menyiapkan lahan minimal 50 hektare, pemerintah juga telah menyusun kajian kelayakan hingga investment project ready to offer sehingga proyek dapat langsung ditawarkan kepada investor.

“Saat ini sudah ada enam lokasi yang disiapkan menjadi kawasan industri. Beberapa di antaranya bahkan sudah mulai mendapatkan sounding atau penjajakan minat dari calon investor,” ujarnya.

Bagi Pemprov Jawa Tengah, pengembangan kawasan industri bukan sekadar membangun kawasan baru, melainkan strategi memperluas pusat-pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja di berbagai daerah. Selama ini, kawasan industri terbukti menjadi magnet utama bagi masuknya investasi berskala besar.

Sembcorp Industries pun melihat peluang tersebut. COO Sembcorp Industries, Gareth Wong, mengatakan, Jawa Tengah memiliki prospek yang sangat menjanjikan untuk menjadi bagian dari jaringan kawasan industri regional yang sedang dikembangkan perusahaan.

“Kami ingin membangun poros Vietnam, Singapura, dan Indonesia. Jawa Tengah sangat menarik untuk menjadi bagian dari jaringan itu,” kata Gareth.

Sembcorp sendiri telah mengembangkan 26 kawasan industri di Singapura dan Vietnam. Indonesia, khususnya Jawa Tengah, dipandang memiliki potensi besar untuk menjadi tujuan ekspansi berikutnya.

Baca Juga :  Investor Singapura Bawa Mitra Cina ke Jateng, Gubernur Luthfi Siapkan Kawasan Industri dan SDM Vokasi

Pertemuan tersebut juga menjadi tindak lanjut dari pembahasan pada Agustus 2025 mengenai rencana perluasan KEK Kendal.

Saat ini, pengembangan kawasan tersebut telah memasuki tahap realisasi dengan perluasan area dan masuknya perusahaan-perusahaan baru.

Data menunjukkan, hingga akhir 2025 akumulasi investasi di KEK Kendal telah mencapai Rp 187,05 triliun.

Sementara sepanjang Januari hingga Juli 2026, realisasi investasi telah menyentuh sekitar Rp 6 triliun atau dua pertiga dari target tahunan sebesar Rp 9 triliun.

Dampaknya tidak hanya terlihat dari nilai investasi. Hingga triwulan I 2026, KEK Kendal telah menyerap hampir 118 ribu tenaga kerja dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal hingga sekitar 9 persen, tertinggi di Jawa Tengah.

Menurut Gareth, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa Jawa Tengah memiliki ekosistem investasi yang semakin kompetitif.

“Ada banyak potensi yang bisa dikembangkan. Indonesia, khususnya Jawa Tengah, akan semakin menarik pada masa depan. Kami melihat Indonesia sebagai kawasan dengan prospek yang sangat kuat,” ujarnya.***

Berita Terkait

Indomaret Fun Run 2026 Ramaikan Semarang, Peserta Berpeluang Bawa Pulang Honda Stylo
BRI x REI Expo 2026 Hadirkan Promo KPR Menarik di Queen City Mall Semarang
Ahmad Luthfi Dorong Pelajar Kuasai Industri Hijau, Jateng Perkuat Daya Saing Dunia
Pemprov Jateng Genjot Industri Hijau, Bidik Ekspor dan Investasi Berkualitas
Lebih dari 60 Brand Ramaikan IMPACT+ Semarang 2026, Antusiasme Peserta Pecahkan Rekor
Jawa Tengah Bidik Investasi Iran untuk Perkuat Industri, Pertanian, dan Pariwisata
AMDATARA Tanam Bibit Mangrove untuk Lestarikan Pesisir Jawa Tengah
Ahmad Luthfi: Tegal Business Forum Harus Lahirkan Investasi Bukan Seremoni

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:07 WIB

Indomaret Fun Run 2026 Ramaikan Semarang, Peserta Berpeluang Bawa Pulang Honda Stylo

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:55 WIB

BRI x REI Expo 2026 Hadirkan Promo KPR Menarik di Queen City Mall Semarang

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:16 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Pelajar Kuasai Industri Hijau, Jateng Perkuat Daya Saing Dunia

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:08 WIB

Lebih dari 60 Brand Ramaikan IMPACT+ Semarang 2026, Antusiasme Peserta Pecahkan Rekor

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:31 WIB

Jawa Tengah Bidik Investasi Iran untuk Perkuat Industri, Pertanian, dan Pariwisata

Berita Terbaru