Jateng Kejar Target Sensus Ekonomi 2026, Taj Yasin Perkuat Kolaborasi Daerah

- Reporter

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong percepatan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 untuk memastikan seluruh target pendataan pelaku usaha di wilayah tersebut dapat dituntaskan sebelum masa sensus berakhir.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, hingga saat ini capaian pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah telah mencapai 81 persen. Untuk mengejar target tersebut, Pemprov Jateng siap memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemerintah kabupaten dan kota.

“Kita kolaborasikan lagi, kita pahami kepada para pengusaha, masyarakat, termasuk penghuni apartemen. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap untuk itu,” kata Taj Yasin dalam Rapat Koordinasi Daerah Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Gedung Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Kamis (6/8/2026).

Taj Yasin mengatakan, pemerintah daerah akan kembali memetakan perusahaan dan kawasan industri yang belum seluruhnya terdata. Pemetaan tersebut diperlukan agar pendekatan kepada pelaku usaha dapat dilakukan secara lebih intensif.

Menurutnya, pendataan di kawasan industri Kendal dan Batang telah mencapai 100 persen. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang capaian pendataannya masih perlu ditingkatkan.

“Kita petakan kembali perusahaan dan kawasan industri yang belum tercapai agar dalam sisa waktu tiga minggu ini Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Tengah benar-benar bisa dituntaskan,” ujarnya, mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Baca Juga :  Kontribusi PAD Disorot, Luthfi Ultimatum BUMD dan BLUD Berkinerja Rendah

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Semarang menjadi salah satu daerah yang membutuhkan percepatan. Kota Semarang memiliki jumlah pelaku usaha terbesar di Jawa Tengah, namun capaian pendataannya baru sekitar 71 persen.

Sementara itu, capaian tertinggi sementara diraih Kabupaten Banjarnegara dengan 92 persen.

Wakil Kepala BPS Pusat Sonny Harry Budiutomo Harmadi mengatakan, capaian pendataan di Jawa Tengah tidak terlepas dari kolaborasi antara BPS, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta pemerintah kabupaten dan kota.

“Alhamdulillah progres pendataan sektor ekonomi di Jawa Tengah sangat baik. Sudah mencapai 81 persen dari total target. Ini bukan capaian yang mudah karena jumlah pelaku usaha di Jawa Tengah mencapai lebih dari 4,5 juta,” kata Sonny.

Meski capaian secara keseluruhan sudah tinggi, Sonny mengungkapkan pendataan kelompok usaha besar masih menjadi pekerjaan rumah. Hingga saat ini, pendataan terhadap kelompok usaha besar baru mencapai sekitar 40 persen.

“Target kami seluruh usaha besar bisa terdata 100 persen karena data tersebut akan menentukan potret ekonomi Indonesia secara lengkap,” ujarnya.

Sonny menjelaskan, pendataan perusahaan besar membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan pelaku usaha kecil. Sebab, data yang dikumpulkan mencakup aspek keuangan, ketenagakerjaan, hingga penjualan, sehingga perusahaan harus melakukan koordinasi lintas divisi bahkan dengan kantor pusat.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Bidik Wisatawan dan Investor Lewat Penerbangan Internasional

“Untuk perusahaan besar, data yang diminta mencakup keuangan, ketenagakerjaan, hingga penjualan, sehingga membutuhkan waktu lebih lama. Banyak juga yang harus berkoordinasi dengan kantor pusat,” katanya.

Selain perusahaan besar, penghuni apartemen juga menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan sensus. Aktivitas penghuni yang padat membuat petugas tidak selalu mudah menemui responden secara langsung.

Untuk mengejar target, BPS menerjunkan tidak hanya petugas lapangan, tetapi juga aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat senior BPS secara langsung untuk membantu pendataan, khususnya terhadap perusahaan-perusahaan besar.

Sonny juga menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 tidak berkaitan dengan perpajakan. Seluruh data yang diberikan responden dijamin kerahasiaannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan menjadi salah satu basis penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi nasional maupun daerah.

Data tersebut akan memberikan gambaran mengenai jumlah dan sebaran pelaku usaha, skala usaha, sektor formal dan informal, serta karakteristik berbagai kegiatan ekonomi. Informasi tersebut diharapkan menjadi dasar perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran di masa mendatang.***

 

Berita Terkait

Dari 537 Gagasan yang Masuk Pusaka Jateng, Taj Yasin: Jadi Bahan Kebijakan APBD Jateng 2027
3.754 Aset Senilai Rp37,7 Miliar Dikelola Digital, BKD Jateng Luncurkan Sipanda
MTQ Nasional 2026 Digelar di Jateng, Perputaran Ekonomi Ditaksir Capai Rp1,2 Triliun
Visiting Jogja Jadi Rujukan, PKA VII Jateng Perkuat Inovasi Desa Wisata
Batik Kalikajar Tembus Mancanegara, Kapulaga Perkuat Ekonomi Perempuan
Mau Liburan Lebih Hemat? BCA tiket.com Travel Fair Hadir di BCA EXPO 2026
Jaga Harga Pangan, Bulog Semarang Gencarkan Penyaluran Beras SPHP dan Minyakita
Jateng Pacu Produksi Susu dengan Teknologi Pengatur Jenis Kelamin Anak Sapi

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:46 WIB

Dari 537 Gagasan yang Masuk Pusaka Jateng, Taj Yasin: Jadi Bahan Kebijakan APBD Jateng 2027

Jumat, 11 September 2026 - 07:22 WIB

3.754 Aset Senilai Rp37,7 Miliar Dikelola Digital, BKD Jateng Luncurkan Sipanda

Rabu, 9 September 2026 - 17:43 WIB

MTQ Nasional 2026 Digelar di Jateng, Perputaran Ekonomi Ditaksir Capai Rp1,2 Triliun

Rabu, 9 September 2026 - 16:31 WIB

Visiting Jogja Jadi Rujukan, PKA VII Jateng Perkuat Inovasi Desa Wisata

Rabu, 9 September 2026 - 08:30 WIB

Batik Kalikajar Tembus Mancanegara, Kapulaga Perkuat Ekonomi Perempuan

Berita Terbaru