PKK dan Baznas Jateng Siapkan Kader Desa Miskin Ekstrem Jadi Pelaku Usaha

- Reporter

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Tim Penggerak PKK bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, melalui pelatihan usaha produktif.

Program itu menjadi salah satu upaya membantu keluarga penerima manfaat mengasah keterampilan, mengembangkan usaha, dan meningkatkan pendapatan.

Terbaru, TP PKK dan Baznas Jateng,
menggelar pelatihan UMKM bidang usaha boga, yang diikuti ratusan kader PKK dari berbagai desa miskin ekstrem. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, pada 22-24 Agustus 2026, di Gedung D’Elang, Jl Elang Raya No 2 Semarang.

Ketua TP PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin mengatakan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari program yang terus dijalankan bersama Baznas. Peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga keterampilan mengolah berbagai bahan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

“Ini sudah program kontinyu dengan Baznas. Pada kali ini kita banyak melihat tadi hasil-hasilnya. Ada pengolahan ikan. Ada kulit ikan menjadi kerupuk dan lain sebagainya,” katanya, seusai menutup kegiatan, Senin (24/8/2026).

Menurut Nawal, pelatihan usaha boga juga diharapkan dapat memperkuat program Kapulaga (Kelompok Usaha Berbasis Keluarga). Melalui program tersebut, kader PKK didorong untuk membangun dan mengembangkan kelompok usaha bersama.

Baca Juga :  Dikoreksi BPK, Pemprov Jateng Fokus Benahi Data, Lahan, dan Irigasi Pangan

Pelatihan menyasar kader PKK dari desa miskin ekstrem. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi modal untuk mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.

Nawal menegaskan, pelatihan tidak boleh berhenti pada pemberian keterampilan. Peserta juga membutuhkan pendampingan, agar usaha yang dikembangkan dapat memenuhi berbagai persyaratan, termasuk izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dan sertifikat halal.

Istri Wagub Jateng ini berharap, keterampilan usaha yang diperoleh dapat mendorong kader PKK menjadi wirausahawan, meningkatkan pendapatan keluarga, dan secara bertahap meningkatkan kemandirian ekonomi.

“Jadi harapan yang pertama itu kita bisa mewujudkan kader PKK ini memiliki menjadi wirausahawan. Kedua, ini bisa bertransformasi, bukan hanya menjadi mustahik, nantinya bisa bertransformasi menjadi muzakki. Dan bagaimana bisa meningkatkan pendapatan keluarga,” bebernya.

Sejalan dengan upaya tersebut, Nawal berharap pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat turut mendorong penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah, yang juga menjadi program Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin Maimoen. Dia menyebut angka kemiskinan Jawa Tengah berada di angka 9,39 persen pada 2025, dan berharap dapat kembali menurun tahun ini.

Baca Juga :  Cendol Ikan Nila Antar PKK Jateng ke Final Kompetisi Masak Nasional

Sementara itu, Ketua Baznas Jawa Tengah Ahmad Darodji mengatakan, hingga saat ini program pelatihan usaha produktif bersama TP PKK Jawa Tengah, telah diikuti lebih dari 1.000 orang.

Dia memastikan, pelatihan akan terus dilanjutkan dengan menyasar masyarakat yang belum mendapatkan pelatihan, khususnya kelompok yang membutuhkan penguatan ekonomi. Program tersebut menjadi bagian dari upaya Baznas, dalam mendukung pengentasan kemiskinan.

“Kita masih ada lagi beberapa pelatihan, dan nanti mereka kita yang belum segmen selama ini belum dilatih insyaallah akan dilatih. Dan kami senang karena ini termasuk program pengentasan kemiskinan yang dianggarkan oleh Baznas,” tutur Darodji.

Bagi peserta, pelatihan tersebut memberikan tambahan wawasan untuk mengembangkan usaha yang telah dijalankan. Etik Agustina, warga Kabupaten Brebes, mengatakan materi selama tiga hari memberinya ide untuk membuat inovasi baru pada produk usahanya.

“Kebetulan saya punya usaha kue kering rumahan, ini sudah 10 tahun lebih. Pelatihan ini membantu saya untuk membuat inovasi-inovasi menu, harapannya makin banyak peminatnya,” ungkapnya.***

Berita Terkait

Dari 537 Gagasan yang Masuk Pusaka Jateng, Taj Yasin: Jadi Bahan Kebijakan APBD Jateng 2027
3.754 Aset Senilai Rp37,7 Miliar Dikelola Digital, BKD Jateng Luncurkan Sipanda
MTQ Nasional 2026 Digelar di Jateng, Perputaran Ekonomi Ditaksir Capai Rp1,2 Triliun
Visiting Jogja Jadi Rujukan, PKA VII Jateng Perkuat Inovasi Desa Wisata
Batik Kalikajar Tembus Mancanegara, Kapulaga Perkuat Ekonomi Perempuan
Mau Liburan Lebih Hemat? BCA tiket.com Travel Fair Hadir di BCA EXPO 2026
Jaga Harga Pangan, Bulog Semarang Gencarkan Penyaluran Beras SPHP dan Minyakita
Jateng Pacu Produksi Susu dengan Teknologi Pengatur Jenis Kelamin Anak Sapi

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:46 WIB

Dari 537 Gagasan yang Masuk Pusaka Jateng, Taj Yasin: Jadi Bahan Kebijakan APBD Jateng 2027

Jumat, 11 September 2026 - 07:22 WIB

3.754 Aset Senilai Rp37,7 Miliar Dikelola Digital, BKD Jateng Luncurkan Sipanda

Rabu, 9 September 2026 - 17:43 WIB

MTQ Nasional 2026 Digelar di Jateng, Perputaran Ekonomi Ditaksir Capai Rp1,2 Triliun

Rabu, 9 September 2026 - 16:31 WIB

Visiting Jogja Jadi Rujukan, PKA VII Jateng Perkuat Inovasi Desa Wisata

Rabu, 9 September 2026 - 08:30 WIB

Batik Kalikajar Tembus Mancanegara, Kapulaga Perkuat Ekonomi Perempuan

Berita Terbaru