Ahmad Luthfi: KEK Kendal Sukses Tekan Kemiskinan dan Buka Lapangan Kerja

- Reporter

Kamis, 16 Oktober 2025 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan di Jawa Tengah. Pertumbuhan tersebut dinilai bisa menekan angka kemiskinan.

Adanya KEK menjadikan Kabupaten Kendal daerah dengan penurunan angka kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan, salah satu pioneer dan role model pengembangan kawasan industri untuk menumbuhkembangkan perkonomian wilayah di Jawa Tengah adalah KEK Kendal.

“KEK Kendal ini dirasa telah menjadi pilot project dan role model untuk daerah lain agar mengikuti,” kata Ahmad Luthfi saat menghadiri acara KEK Kendal and Central Java Future Forum 2025 di Pandanaran Ballroom Padma Hotel, Kota Semarang, Rabu malam, 15 Oktober 2025.

Dijelaskan, pertumbuhan ekonomi Kendal pada triwulan II di 2025 tercatat sebesar 7,67%. Capaian itu menjadi yang tertinggi di Jawa Tengah. Adapun realisasi investasi pada 2022–2024 mencapai Rp 14,2 triliun. Sedangkan pada triwulan I 2025 mencapai Rp 2,93 triliun. Ini juga tertinggi di Jawa Tengah.

Hal itu seiring dengan tingkat pengangguran terbuka di Kendal yang turun 0,75%. Dari 5,76% pada 2023 menjadi 5,01% di 2024.

Angka kemiskinan juga mengalami penurunan 0,95%. Dari 9,35% pada 2023, menjadi 8,40% di 2024. Sementara kemiskinan ekstrem turun menjadi 0,49%.

Baca Juga :  Jawa Tengah Dilirik Investor China, Proyek Air Minum Rp160 Miliar Masuk Boyolali

Sementara income per kapita di Kendal naik 10%, dari Rp 51,64 juta menjadi Rp 55,26 juta. Menurut Gubernur, capaian ini sejalan dengan pertumbuhan positif di berbagai sektor penunjang, termasuk perdagangan, jasa, dan manufaktur.

“Serapan tenaga kerja akan bertambah karena kebanyakan industri di tempat kita mengarah padat karya, sehingga pengangguran bisa terkikis,” kata pemimpin Jawa Tengah yang didampingi Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) itu.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berupaya terus menarik investor dari dalam negeri dan luar negeri untuk investasi. Hal itu didukung adanya jaminan perizinan yang mudah, keamanan dan kondusivitas wilayah, tenaga kerja yang kompetitif, dan penambahan kawasan industri di berbagai daerah.

Secara umum, realisasi investasi di Jawa Tengah sampai kuartal III 2025 sudah mencapai Rp 57 triliun. Sebanyak 65% investasi didominasi penanaman modal asing (PMA), sisanya merupakan penanaman modal dalam negeri.

“Artinya ini akan menumbuhkembangkan ekonomi, di samping aglomerasi perekonomian kita ciptakan di masing-masing eks karesidenan. Misalnya Solo Raya, Pati Raya, Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan lainnya. Melalui kerja-kerja kolaboratif ini, pemerataan ekonomi kita ciptakan,” ungkapnya.

Terkait penambahan kawasan industri, Ahmad Luthfi sudah mendorong agar bupati dan wali kota mengajukan kawasan industri baru. Arahan itu sudah dilakukan sebelum adanya peraturan dari kementerian terkait penambahan atau perluasan kawasan industri atau ekonomi khusus.

Baca Juga :  BPS Catat Nilai Ekspor Jateng Naik 5,35 Persen

Menurutnya, keberadaan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus akan memudahkan investor.

“Sudah ada bupati yang mengajukan, contohnya Banyumas, Cilacap, Kebumen, Demak, Semarang, Kabupaten Semarang. Kami dorong karena adanya kawasan ekonomi khusus itu, membuat mereka akan terintegrasi, perizinan akan satu pintu, fasilitas terkait ekspor impor dipermudah. Semua akan dipermudah dengan adanya kawasan industri,” jelasnya.

Dalam acara tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi juga menerima penghargaan Dharma Arthapraja Utama. Penghargaan tersebut diberikan karena dukungan Gubernur dalam pengembangan kawasan ekonomi khusus Kendal.

Selain itu, juga ada penandatanganan kerja sama antara Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud Provinsi Jawa Tengah dengan lima perusahaan.

Kelima perusahaan tersebut antara lain PT Royal Regent Indonesia, ⁠PT Polygroyp Manufactur Indonesia, ⁠PT Borine Technology Indonesia, ⁠PT Sakura Indonesia, dan ⁠PT Eclat Textile.

Kerja sama ini terkait dengan link and match antara pelaku usaha atau perusahaan dengan dunia pendidikan dan pelatihan kerja di Jawa Tengah.

“Itu sudah otomatis untuk penyediaan tenaga kerja. Dari vokasi kita ciptakan, dari SMK, politeknik, dan BLK kita siapkan agar mereka dapat terserap di perusahaan yang menyediakan pekerjaan,” kata Ahmad Luthfi.*

Berita Terkait

Indomaret Fun Run 2026 Ramaikan Semarang, Peserta Berpeluang Bawa Pulang Honda Stylo
BRI x REI Expo 2026 Hadirkan Promo KPR Menarik di Queen City Mall Semarang
Ahmad Luthfi Dorong Pelajar Kuasai Industri Hijau, Jateng Perkuat Daya Saing Dunia
Pemprov Jateng Genjot Industri Hijau, Bidik Ekspor dan Investasi Berkualitas
Lebih dari 60 Brand Ramaikan IMPACT+ Semarang 2026, Antusiasme Peserta Pecahkan Rekor
Jawa Tengah Bidik Investasi Iran untuk Perkuat Industri, Pertanian, dan Pariwisata
AMDATARA Tanam Bibit Mangrove untuk Lestarikan Pesisir Jawa Tengah
KEK Kendal Moncer, Ahmad Luthfi Bidik Investor Singapura untuk Kawasan Industri Baru di Jateng

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:55 WIB

BRI x REI Expo 2026 Hadirkan Promo KPR Menarik di Queen City Mall Semarang

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:16 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Pelajar Kuasai Industri Hijau, Jateng Perkuat Daya Saing Dunia

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:53 WIB

Pemprov Jateng Genjot Industri Hijau, Bidik Ekspor dan Investasi Berkualitas

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:08 WIB

Lebih dari 60 Brand Ramaikan IMPACT+ Semarang 2026, Antusiasme Peserta Pecahkan Rekor

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:31 WIB

Jawa Tengah Bidik Investasi Iran untuk Perkuat Industri, Pertanian, dan Pariwisata

Berita Terbaru