Anindya Bakrie Bantah Ada Munas Lanjutan, Kadin Akan Fokus pada Rapimnas

- Reporter

Minggu, 1 Desember 2024 - 00:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Dua kubu Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia silang pendapat terkait pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) organisasi tersebut dalam rangka menyelesaikan kisruh dan dualisme kepemimpinan.

Ketua Umum Kadin Indonesia versi Munas Luar Biasa Anindya Bakrie menegaskan, pihaknya tidak akan menggelar Munas lagi dan akan fokus pada program kerja Kadin ke depan.

“Tidak ada Munas lanjutan. Munas sudah selesai pada September lalu. Kita fokus ke Rapimnas karena kita lihat ke depannya lebih penting,” ujar dia.

Pernyataan Anindya tersebut sejatinya bertolak belakang dengan kesepakatan damai bersama kubu Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid, yang ditengai Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada September lalu.

Baca Juga :  Menko Polkam Ingatkan Prajurit Garuda Waspada dan Patuhi Aturan Selama Bertugas

Kesepakatan tersebut menyebutkan kisruh kepemimpinan di Kadin akan diselesaikan menurut AD ART, yaitu melalui mekanisme Munas.

Atas kesepakatan tersebut, kubu Arsjad menggelar Rapimnas Kadin pada Jumat (29/11) kemarin. Dalam Rapimnas tersebut, ditegaskan kembali demi Kadin satu dan solid, Munas akan digelar sesuai kesepakatan.

Hal ini juga sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto saat bertemu dengan Arsjad dalam lawatannya ke China beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Kemenag Anggarkan Rp897 Miliar Insentif Guru Non PNS di 2025

Pada tempat terpisah, Anindya bersama pengurus Kadin yang telah dibentuk berdasarkan Munaslub melakukan pertemuan pra-Rapimnas.

Anindya menegaskan, penyelenggaraan pertemuan sebelum Rapimnas tersebut merupakan upaya dirinya untuk belanja masalah. Hal ini didasarkan pada kondisi dunia usaha yang semakin beragam tantangannya.

Dia sendiri mengaku sempat mendampingi Presiden Prabowo Subianto berkeliling ke beberapa negara.

“Kami melihat keseriusan Prabowo dalam menangani berbagai masalah, di antara soal kemiskinan dan memerangi kelapanan. Lebih dari itu, kami berupaya agar Indonesia mendapatkan investasi dari luar negeri,” tegas dia.

Berita Terkait

Kunjungi Cilacap, Wapres Gibran dan Sekda Jateng Tampung Beragam Keluhan Masyarakat
INTI Jateng Apresiasi Tindak Lanjut Pengaduan Hukum melalui Program Pasti Ada Solusi
Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di Perairan Semarang, TNI AL Gandeng ESDM
Gibran Minta Maaf kepada Pendeta soal Intoleransi, Tegaskan Negara Harus Hadir
Cetak Rekor Sepanjang Sejarah, BULOG Berhasil Serap 4 Juta Ton Beras
Karhutla Meluas, Menko Polkam Dorong Pemadaman Dipercepat dan Layanan Kesehatan Diperkuat
Usai Lepas Djamari, Dudung Abdurachman Langsung Fokus Perkuat Stabilitas Politik dan Keamanan
Oktober Masih Rawan Karhutla, Pemerintah Optimalkan Pemadaman dan Pencegahan

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Kunjungi Cilacap, Wapres Gibran dan Sekda Jateng Tampung Beragam Keluhan Masyarakat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:04 WIB

INTI Jateng Apresiasi Tindak Lanjut Pengaduan Hukum melalui Program Pasti Ada Solusi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:07 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di Perairan Semarang, TNI AL Gandeng ESDM

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Gibran Minta Maaf kepada Pendeta soal Intoleransi, Tegaskan Negara Harus Hadir

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Cetak Rekor Sepanjang Sejarah, BULOG Berhasil Serap 4 Juta Ton Beras

Berita Terbaru