Borobudur Marathon 2025 Dongkrak Ekonomi, Pelari dan UMKM Sama-Sama Senang

- Reporter

Minggu, 16 November 2025 - 18:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAGELANG – Ajang pariwisata olahraga (sport tourism) Bank Jateng Borobudur Marathon (BJBM) 2025, yang diikuti 11.500 pelari dari 38 negara sukses diselenggarakan di Kabupaten Magelang, Ahad, 16 November 2025. Gelaran ini telah menyandang status elite label dari World Olympic pada tahun ini.

Kompetisi kebanggaan Jawa Tengah itu mampu memberikan dampak langsung pada antusiasme peserta, hingga perputaran ekonomi daerah. Terkhusus dari sektor konsumsi, seperti penginapan hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), transportasi, dan lainnya.

Saut Sitorus (60), pelari asal Kota Bandung, mengaku, Borobudur Marathon 2025 ini merupakan keikutsertaan dia keempat kalinya. Masuk pada usia lanjut, justru menambah rasa semangat untuk berpartisipasi. Kali ini dia ikut marathon 42 Km dengan catatan waktu sekira lima jam.

“Persiapan mengikuti event ini latihan setiap harinya minimal 2 km. Latihan ini juga untuk persiapan event olahraga lain,” katanya yang mengaku baru menggemari olahraga lari saat berusia 45 tahunan.

Ayah dari dua orang anak itu, merasa senang dan mengapresiasi gelaran BJBM 2025. Dia menilai, dari sisi penyelenggaraannya bagus.

“Tracknya lumayan, lebih mulus dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” katanya yang pernah ikut Marathon di Singapura itu.

Borobudur Marathon 2025 menjadi kepesertaan Saut keempat kalinya. Satu kali sebelum pandemi Covid 19, dan tiga kali berturut-turut setelahnya.

Baca Juga :  Pernah Ditolak di Pintu Kantor, Moko Garment Kini Tembus Pasar Global

Setelah gelaran itu menyandang status Elite Label dari World Olympic, dia ingin penyelenggaraan kedepannya akan lebih bagus. Salah satunya soal sterilisasi jalan, dari kendaraan bermotor.

Dari sisi dampak perekonomian, event ini mendatangkan cuan. Salah satu gairahnya diutarakan oleh Unfa Agustia (33). Dia mengelola penginapan atau homestay Sandyakala yang berlokasi di Dusun Brongkol, Desa Tanjungsari Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

“Yang jelas kami bahagia. Saya pelaku usaha penginapan merasa diuntungkan. Karena dengan adanya event seperti ini, makin cuan,” katanya.

Tentunya, kata dia, gelaran tersebut berdampak positif untuk ekonomi masyarakat di sekitar Borobudur khususnya. Menurutnya, secara umum masyarakat terbuka dan menyambut baik gelaran itu.

“Saya dari subuh menunggu sampai sekarang. Memberi semangat peserta yang lewat. Jadi kalau bisa penyelenggaraan (BJBM) setahun dua kali,” ucapnya.

Unfa bercerita, Borobudur Marathon telah menjadi salah satu faktor pemicu usahanya berkembang. Pada pertengahan 2023, usaha penginapan dengan tiga kamar deluxe mulai dibangun.

Saat itu, pembangunan baru setengah jadi. Akan tetapi menjelang Borobudur Marathon 2023 ada antrean pesanan orang menginap. Itu dipesan bahkan enam bulan sebelum penyelenggaraan.

Baca Juga :  Jawa Tengah Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan kepada Investor Kanada

“Itu yang memacu kami supaya homestay cepat jadi pembangunannya. Kalau enggak, mungkin saja belum jadi pada saat itu,” katanya.

Unfa mengatakan, homestay Sandyakala telah membersamai penyelenggaraan Borobudur Marathon sebanyak tiga kali hingga 2025. Adapun ajang itu sudah masuk usianya yang kesembilan secara resmi.

Terpisah, Direktur Utama Bank Jateng, Irianto Harko Saputro, mengatakan, ajang itu juga melibatkan partisipasi puluhan pelaku UMKM di dalam area penyelenggaraan.

Mereka terangkum dalam program Bank Jateng Pawone dan Berdikari. Terdiri dari pelaku usaha kuliner, serta kerajinan dan fesyen.

“Nah, itu ada 46 UMKM Berdikari dan, 20 UMKM Pawone menjadi satu. Kita ingin dampak bisa dirasakan selain untuk pelari, juga seluruh masyarakat Jawa Tengah khususnya di Magelang,” katanya.

Lebih lanjut, dia bilang, menuju satu dekade Borobudur Marathon menjadi suatu momentum dalam memperkuat kolaborasi lintas sektoe yang sudah berjalan. Terutama dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Magelang, Yayasan Borobudur Marathon, Harian Kompas, pelari, sponsor, elemen masyarakat, dan lainnya.

“Secara prinsip kami ingin mengembangkan ekonomi ini lebih besar. Pelari-pelari kita yang meneteskan keringat, setiap langkahnya itu berarti menggerakkan roda perekonomian yang ada di Jawa Tengah,” katanya.***

Berita Terkait

Dari 537 Gagasan yang Masuk Pusaka Jateng, Taj Yasin: Jadi Bahan Kebijakan APBD Jateng 2027
3.754 Aset Senilai Rp37,7 Miliar Dikelola Digital, BKD Jateng Luncurkan Sipanda
MTQ Nasional 2026 Digelar di Jateng, Perputaran Ekonomi Ditaksir Capai Rp1,2 Triliun
Visiting Jogja Jadi Rujukan, PKA VII Jateng Perkuat Inovasi Desa Wisata
Batik Kalikajar Tembus Mancanegara, Kapulaga Perkuat Ekonomi Perempuan
Mau Liburan Lebih Hemat? BCA tiket.com Travel Fair Hadir di BCA EXPO 2026
Jaga Harga Pangan, Bulog Semarang Gencarkan Penyaluran Beras SPHP dan Minyakita
Jateng Pacu Produksi Susu dengan Teknologi Pengatur Jenis Kelamin Anak Sapi

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:46 WIB

Dari 537 Gagasan yang Masuk Pusaka Jateng, Taj Yasin: Jadi Bahan Kebijakan APBD Jateng 2027

Jumat, 11 September 2026 - 07:22 WIB

3.754 Aset Senilai Rp37,7 Miliar Dikelola Digital, BKD Jateng Luncurkan Sipanda

Rabu, 9 September 2026 - 17:43 WIB

MTQ Nasional 2026 Digelar di Jateng, Perputaran Ekonomi Ditaksir Capai Rp1,2 Triliun

Rabu, 9 September 2026 - 16:31 WIB

Visiting Jogja Jadi Rujukan, PKA VII Jateng Perkuat Inovasi Desa Wisata

Rabu, 9 September 2026 - 08:30 WIB

Batik Kalikajar Tembus Mancanegara, Kapulaga Perkuat Ekonomi Perempuan

Berita Terbaru