BPS Catat Nilai Ekspor Jateng Naik 5,35 Persen

- Reporter

Senin, 17 Maret 2025 - 21:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat ekspor Jateng mencapai 1.016,98 juta dolar AS pada Februari 2025. Ekspor itu tumbuh 5,35% dibanding bulan sebelumnya.

Kepala BPS Jateng Endang Tri Wahyuningsih melalui Statistisi Ahli Madya BPS Jateng Arjuliwondo menyampaikan, penyumbang utama kenaikan ekspor, baik secara bulanan maupun tahunan adalah sektor industri pengolahan.

“Dipengaruhi, utamanya adalah industri pengolahan 968,42 juta dolar AS, migas 34,54 juta dolar AS, pertanian 13,88 dolar AS, pertambangan dan lainnya 0,14 dolar AS,” kata Arjuliwondo, dalam rilis Perkembangan Ekspor dan Impor Jawa Tengah, melalui kanal resmi BPS, Senin (17/3/2025).

Menurutnya, ekspor nonmigas menyumbang 96,60 persen dari total ekspor Februari 2025. Sementara, jika dibandingkan Januari 2025, pada Februari 2025 semua sektor mengalami peningkatan ekspor. Terbesar pada migas sebanyak 116,15 persen.

Baca Juga :  Hadapi Ramadan 2026, Pemprov Jateng Gelar 308 Gerakan Pangan Murah

Ditambahkan, pangsa ekspor nonmigas Jateng pada Februari 2025, didominasi Amerika Serikat, Jepang, dan Tiongkok. Detailnya, nilai ekspor Jateng ke Amerika Serikat 451,07 juta dolar AS atau mencakup 45,91 persen dari total ekspor, Jepang 84,11 juta dolar AS atau mencakup 8,56 persen, dan Tiongkok 42,71 juta dolar AS atau 4,35 persen.

Ia menjelaskan, untuk nilai ekspor kumulatif, BPS mencatat total nilai ekspor sepanjang Januari-Februari 2025 mengalami kenaikan sebesar 6,73 persen, dibanding periode yang sama 2024.

“Persentase kenaikan terbesar nilai ekspor, disumbang oleh sektor industri pengolahan sebesar 6,27 persen,” imbuhnya.

Total ekspor nonmigas pada Januari-Februari 2025 capai 1.931,79 juta dolar AS dengan share 97,45 persen terhadap total ekspor. Dengan Amerika Serikat mencatat 46,26 persen dengan nilai 893,59 juta dolar AS, Jepang 8,88 persen atau 171,52 juta dolar AS, dan Tiongkok 4,57 persen atau 88,38 juta dolar AS.

Baca Juga :  PLN Pastikan Keandalan Listrik Nataru, DIRTRANS Tinjau Gardu Induk 150 kV Palur

Sementara itu, terkait impor Jawa Tengah pada Februari, jelas Arjuliwondo, mencapai 1.189,45 juta dolar AS atau naik 34,94 persen dibanding Januari 2025. Dengan nilai impor menurut penggunaan yaitu untuk bahan baku 1.046,95 juta dolar AS, barang konsumsi 43,60 juta dolar AS, dan barang modal 98,90 juta dolar AS.

“Jadi secara umum, impor bahan baku dan penolong, menyumbang 88,02 persen dari total impor Februari 2025,” terangnya.

Berita Terkait

Indomaret Fun Run 2026 Ramaikan Semarang, Peserta Berpeluang Bawa Pulang Honda Stylo
BRI x REI Expo 2026 Hadirkan Promo KPR Menarik di Queen City Mall Semarang
Ahmad Luthfi Dorong Pelajar Kuasai Industri Hijau, Jateng Perkuat Daya Saing Dunia
Pemprov Jateng Genjot Industri Hijau, Bidik Ekspor dan Investasi Berkualitas
Lebih dari 60 Brand Ramaikan IMPACT+ Semarang 2026, Antusiasme Peserta Pecahkan Rekor
Jawa Tengah Bidik Investasi Iran untuk Perkuat Industri, Pertanian, dan Pariwisata
AMDATARA Tanam Bibit Mangrove untuk Lestarikan Pesisir Jawa Tengah
KEK Kendal Moncer, Ahmad Luthfi Bidik Investor Singapura untuk Kawasan Industri Baru di Jateng

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:55 WIB

BRI x REI Expo 2026 Hadirkan Promo KPR Menarik di Queen City Mall Semarang

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:16 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Pelajar Kuasai Industri Hijau, Jateng Perkuat Daya Saing Dunia

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:53 WIB

Pemprov Jateng Genjot Industri Hijau, Bidik Ekspor dan Investasi Berkualitas

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:08 WIB

Lebih dari 60 Brand Ramaikan IMPACT+ Semarang 2026, Antusiasme Peserta Pecahkan Rekor

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:31 WIB

Jawa Tengah Bidik Investasi Iran untuk Perkuat Industri, Pertanian, dan Pariwisata

Berita Terbaru