Bunda PAUD Jateng Ajak Sekolah Kembangkan Pembelajaran Koding dan Robotik

- Reporter

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mendukung implementasi koding dan robotik dalam pembelajaran di sekolah. Menurutnya, pembelajaran tersebut tidak hanya mengenalkan teknologi, tetapi juga dapat melatih kemampuan berpikir logis, daya kritis, serta kemampuan pemecahan masalah pada anak.

Hal itu disampaikan saat membuka kegiatan Training for Trainer Pelatihan dan Simulasi Kompetisi Sains, Koding, dan Robotik Berbasis STEAM bagi guru SD/SMP/SMA/SMK Jawa Tengah, yang digelar Rumah Edukasi, di Gedung Kuliah Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang, Kamis (8/10/2026).

Nawal mengatakan, koding dan robotik juga berpotensi mendukung perkembangan kecerdasan sosial dan emosional anak. Karena itu, penerapannya perlu diperluas, agar dapat terintegrasi dalam pembelajaran di sekolah.

“Ini saya rasa merupakan sebuah pembelajaran penting, dan kita harus memperluas jaringan pendidikan di Jawa Tengah ini, agar mereka bisa juga coding dan robotik ini kita masukkan dalam internalisasi kurikulum dalam pembelajaran-pembelajaran yang sudah dilakukan,” ucapnya.

Nawal melanjutkan, Pokja Bunda PAUD Jateng bersama Rumah Edukasi bahkan telah memberikan pelatihan koding dan robotik berbasis STEAM kepada lebih dari 600 guru PAUD. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pembelajaran berbasis teknologi, sejak pendidikan anak usia dini.

Baca Juga :  Alasan Harus Pilih Danamon LEBIH PRO untuk Atur Keuangan Anak yang Kuliah di Luar Negeri

Dukungan ini, imbuhnya, sejalan dengan Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kepmendikdasmen) Nomor 127/P/2025 tentang Pedoman Implementasi Koding dan Kecerdasan Artifisial pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.

Menurut istri Wakil Gubernur Jateng ini, koding dan robotik dapat menjadi pendekatan pembelajaran, yang membuat materi seperti matematika dan sains lebih menyenangkan bagi anak. Pembelajaran tidak hanya dilakukan melalui teori, tetapi dapat dikemas melalui aktivitas yang membuat anak belajar sambil bermain.

“Karena ternyata lebih menyenangkan, mereka bisa belajar matematika sambil bermain. Mungkin juga belajar sains itu mereka merasa sambil bermain,” katanya.

Ditambahkan, sejumlah negara telah lebih dahulu mengembangkan koding dan robotik dalam sistem pendidikannya. Jepang, misalnya, telah memulai penerapan koding sejak 2020, sementara Singapura juga mengembangkan pembelajaran coding dan AI untuk peserta didik.

Nawal menekankan, implementasinya tidak selalu membutuhkan biaya besar. Tantangan utama justru bagaimana sekolah dan guru memiliki komitmen untuk mengembangkan keterampilan dasar koding dan robotik, sehingga dapat diterapkan sesuai kebutuhan pembelajaran.

Baca Juga :  Putri Wagub Jateng Raih Medali Perak Kompetisi Coding GREENMECH 2026

Tidak harus perangkat robotik, guru dapat memanfaatkan berbagai media sederhana seperti kertas dan kardus untuk mengenalkan konsep koding dan robotik kepada peserta didik. Sehingga, keterbatasan perangkat tidak menjadi hambatan utama.

“Kita bisa memakai banyak sekali media-media pembelajaran, selain daripada robot-robot yang mahal. Kita bisa pakai kertas, kardus dan sebagainya, untuk bisa menunjang adanya pembelajaran,” ungkap Nawal.

Guru SMP Kesatrian 2 Semarang, Yuda Fathoni mengatakan, sekolahnya telah mengenalkan teknologi dasar kepada siswa. Menurutnya, pembelajaran teknologi di tingkat SMP masih bersifat pravokasional, sebagai pengenalan sebelum siswa mendapatkan keterampilan lebih lanjut di jenjang SMK.

“Jadi harapannya dengan adanya kegiatan pelatihan ini, akan menambah ilmu yang bisa diterapkan untuk diaplikasikan ke pembelajaran ke anak-anak,” ungkap seorang peserta pelatihan tersebut.

Sementara itu, Wakil Dekan I FMIPA Universitas Negeri Semarang, Zaenal Abidin mengatakan, keterlibatan pihaknya dalam kegiatan ini, merupakan bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat melalui peningkatan kompetensi guru.

“Harapan kami, semakin terbuka kerja sama dengan tujuan sama yaitu untuk peningkatan kualitas guru di Jawa Tengah. Mudah-mudahan ini dapat kita manfaatkan sebaik-baiknya,” bebernya.

Berita Terkait

Ahmad Luthfi: 555 Ribu Santri Jateng Punya Peran Strategis Bangun Ekonomi
Jelang Hari Santri, Gerakan Roan Digelar Serentak di 117 Ponpes Jateng
Hadapi Kasus Perundungan, Taj Yasin Ajak Santri dan Kampus Bersinergi Cari Solusi
Kuliah ke Luar Negeri Bukan Sekadar Mimpi, Santri Didorong Perluas Wawasan Global
Magister Hukum UNW Siapkan Lulusan Hadapi Tantangan Hukum di Era Digital
200 Guru PAUD Jateng Digembleng Coding dan Robotik Berbasis STEAM
HUT Himpaudi, Nawal Yasin Perkuat Perjuangan Kesetaraan Guru PAUD
Pemprov Jateng Tetapkan 52 Sekolah dan Madrasah sebagai Sekolah Adiwiyata 2026

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:33 WIB

Ahmad Luthfi: 555 Ribu Santri Jateng Punya Peran Strategis Bangun Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:13 WIB

Jelang Hari Santri, Gerakan Roan Digelar Serentak di 117 Ponpes Jateng

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Hadapi Kasus Perundungan, Taj Yasin Ajak Santri dan Kampus Bersinergi Cari Solusi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Kuliah ke Luar Negeri Bukan Sekadar Mimpi, Santri Didorong Perluas Wawasan Global

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:02 WIB

Magister Hukum UNW Siapkan Lulusan Hadapi Tantangan Hukum di Era Digital

Berita Terbaru