Dapat Suntikan Dana Rp135 Miliar, Jateng Siap Genjot Hilirisasi Perkebunan

- Reporter

Rabu, 10 September 2025 - 16:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementan RI, Abdul Roni Angkat saat menemui Gubernur Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu, 10 September 2025.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementan RI, Abdul Roni Angkat saat menemui Gubernur Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu, 10 September 2025.

SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah akan mendapatkan suntikan dana senilai Rp135 miliar dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI untuk meningkatkan hilirisasi sektor perkebunan. Anggaran tersebut difokuskan pada perluasan lahan dan produktivitas tiga komoditas unggulan yaitu tebu, kopi, dan kelapa.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementan RI, Abdul Roni Angkat, mengatakan, salah satu program Presiden Prabowo Subianto adalah hilirisasi perkebunan. Artinya sudah ada anggaran yang diperuntukkan bagi beberapa komoditas unggulan seperti tebu, pala, jambu mete, kakao, kopi, dan kelapa.

“Khusus Jawa Tengah setelah kita mapping dapatlah alokasi Rp135 miliar. Salah satunya untuk tebu dengan kawasan seluas 11 ribu hektare,” katanya usai menemui Gubernur Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu, 10 September 2025.

Ia menjelaskan, program itu akan dimulai bulan September dan harus selesai pada awal Desember 2025. Artinya provinsi dan kabupaten/kota di Jawa Tengah harus bisa menuntaskan kawasan perkebunan unggulan dalam waktu kurang lebih dua bulan.

“Gubernur Ahmad Luthfi sangat support sekali untuk mengawal ini, terutama untuk (mengawal) kawan-kawan kabupaten/kota,” kata Roni.

Komoditas tebu menjadi salah satu prioritas karena selama ini kebutuhan gula konsumsi dan industri atau rafinasi nasional masih kurang. Secara nasional kebutuhan gula konsumsi masih kurang sekitar 500 ribu ton, sedangkan gula industri masih kurang sekitar 4-5 juta ton. Guna mencukupi kebutuhan gula konsumsi itu, maka dibutuhkan penambahan luas perkebunan tebu sekitar 100 ribu hektare.

Baca Juga :  Bendungan Jlantah Diresmikan, Petani Kini Bisa Panen Padi Tiga Kali Setahun

“Sekarang produksi kita ada di angka 2,4 juta ton, (kebutuhan) konsumsi kita ada di angka 2,9 juta ton sampai 3 juta ton. Dengan tambahan 500 ribu ton itu, tahun depan gula kristal putih kita aman dan sudah swasembada gula konsumsi. Itu seperti yang disampaikan Presiden melalui Menteri Pertanian,” jelas Roni.

Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan akan mendukung penuh dan memaksimalkan alokasi anggaran dari Kementan. Ia juga langsung menginstruksikan kepada dinas terkait untuk segera melakukan koordinasi dengan dinas pertanian dan perkebunan di masing-masing kabupaten/kota.

“Intinya kami akan dukung. Kami akan maksimalkan,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavares menambahkan, koordinasi dengan dinas terkait di kabupaten/kota akan terus dilakukan. Mengingat mereka nantinya yang akan memandu pelaksana bantuan dari Kementan tersebut.

“Untuk tiga komoditas yang menjadi target, kelapa kita sudah 100 persen siap, kemudian kopi juga 100 persen siap, sedangkan tebu masih 80,75 persen. Tebu ini nanti yang akan didorong oleh Gubernur dan besok akan ada rapat dengan kawan-kawan bupati dan wali kot agar dipercepat,” katanya usai mendampingi Ahmad Luthfi.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi: UMKM Juga Bisa Ekspor, Jateng Kirim Produk Rp 10,1 Miliar

Berdasarkan data, Jawa Tengah merupakan salah satu Provinsi penghasil tebu terbesar ke-3 setelah Jatim dan Lampung. Luas areal tebu pada tahun 2024 adalah 58.633,39 hektare dengan hasil produksi tebu sebesar 3.718.519,02 ton dan gula kristal putih sebesar 258.776,845 ton.

Komoditas lain yang menjadi unggulan sektor perkebunan di Jawa Tengah adalah kopi dan kelapa. Luas areal kopi di Jateng mencapai 47.714,53 hektare dengan produksi 26.507,79 (equivalent kopi ose). Perkebunan kopi tersebar di 28 kabupaten/kota dengan jenis kopi robusta dan arabika. Beberapa kabupaten juga telah ditetapkan sebagai kawasan kopi nasional diantaranya Kabupaten Temanggung, Wonosobo, Semarang, Magelang dan Jepara.

Sementara untuk kelapa, Jawa Tengah masuk dalam 10 besar provinsi dengan produksi kelapa tertinggi nasional. Data produksi pada Tahun 2024 adalah 161.233 ton (equivalent kopra) dengan luas areal seluas 200.863 hektare.

“Produksi tahun 2024 dari tiga komoditas itu 100 persen bahkan lebih. Dari potensi itulah maka Kementan melihat Jateng bisa meningkatkan lebih tinggi lagi karena kita support nasional. Selalu semua komoditas itu Jateng bagian dari kontributor besar nasional,” jelasnya.*

Berita Terkait

Dari 537 Gagasan yang Masuk Pusaka Jateng, Taj Yasin: Jadi Bahan Kebijakan APBD Jateng 2027
3.754 Aset Senilai Rp37,7 Miliar Dikelola Digital, BKD Jateng Luncurkan Sipanda
MTQ Nasional 2026 Digelar di Jateng, Perputaran Ekonomi Ditaksir Capai Rp1,2 Triliun
Visiting Jogja Jadi Rujukan, PKA VII Jateng Perkuat Inovasi Desa Wisata
Batik Kalikajar Tembus Mancanegara, Kapulaga Perkuat Ekonomi Perempuan
Mau Liburan Lebih Hemat? BCA tiket.com Travel Fair Hadir di BCA EXPO 2026
Jaga Harga Pangan, Bulog Semarang Gencarkan Penyaluran Beras SPHP dan Minyakita
Jateng Pacu Produksi Susu dengan Teknologi Pengatur Jenis Kelamin Anak Sapi

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:46 WIB

Dari 537 Gagasan yang Masuk Pusaka Jateng, Taj Yasin: Jadi Bahan Kebijakan APBD Jateng 2027

Jumat, 11 September 2026 - 07:22 WIB

3.754 Aset Senilai Rp37,7 Miliar Dikelola Digital, BKD Jateng Luncurkan Sipanda

Rabu, 9 September 2026 - 17:43 WIB

MTQ Nasional 2026 Digelar di Jateng, Perputaran Ekonomi Ditaksir Capai Rp1,2 Triliun

Rabu, 9 September 2026 - 16:31 WIB

Visiting Jogja Jadi Rujukan, PKA VII Jateng Perkuat Inovasi Desa Wisata

Rabu, 9 September 2026 - 08:30 WIB

Batik Kalikajar Tembus Mancanegara, Kapulaga Perkuat Ekonomi Perempuan

Berita Terbaru