Dekranasda Jateng Perkuat Pendampingan UMKM dari Produksi hingga Pemasaran

- Reporter

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) diyakini menjadi fondasi penting dalam menggerakkan perekonomian Jawa Tengah. Karena itu, penguatan ekosistem UMKM harus terus diupayakan dari hulu hingga hilir, agar UMKM Jateng semakin tumbuh, tangguh, dan mendunia.

Hal itu ditegaskan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin,M.S.I, saat menghadiri acara UMKM Grande (Green, Kerakyatan, Digital & Export) 2026, yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpW BI) Jawa Tengah, di Atrium Mall Paragon Semarang, Jumat (8/5/2026).

Mengangkat tema “Tumbuh, Tangguh, dan Mendunia”, sebanyak 90 UMKM turut ambil bagian dalam event yang digelar hingga 11 Mei 2026. Tidak hanya pameran produk unggulan, UMKM Grande juga menjadi ajang temu bisnis (business matching) serta parade busana (fashion show).

“Dekranasda beserta dengan BI berkomitmen untuk bagaimana membuat UMKM di Jawa Tengah bisa tumbuh, tangguh, dan mendunia,” ungkap Nawal, seusai kegiatan.

Dia mengatakan, banyak pelaku usaha lokal yang telah berhasil menembus pasar dunia. Misalnya, Naruna Ceramic asal Kota Salatiga yang telah mengekspor produknya ke 18 negara. Selain itu, Roro Kenes Semarang yang dikenal dengan produk tas anyaman kulit berkualitas tinggi, juga diminati wisatawan mancanegara.

Pihaknya bersama Bank Indonesia terus melakukan penguatan ekosistem UMKM dari hulu hingga hilir. Upaya tersebut dimulai melalui program inkubasi dan pelatihan secara berkelanjutan, untuk memastikan kualitas produk UMKM.

Baca Juga :  UMP Jawa Tengah 2026 Ditetapkan Rp 2,32 Juta, Dunia Usaha Diminta Patuh

Kemudian dilakukan proses kurasi agar produk-produk UMKM lokal sesuai dengan standar pasar. Akses permodalan juga diberikan kepada pelaku usaha melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Kita adakan kurasi, kurasi ini kita selalu bersama dengan Bank Indonesia. Setelah kurasi ini kita kemudian berikan akses untuk permodalan,” beber istri Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), yang memimpin Jawa Tengah bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, tersebut.

Bahkan, imbuh Nawal, penyaluran KUR di Jateng selama periode 2015 hingga 2025 mencapai Rp361,36 triliun, dengan total 10,31 juta debitur. Sementara, sepanjang Januari hingga 9 Oktober 2025, sebanyak 667.067 debitur telah melakukan akad kredit, dengan nilai mencapai Rp34,73 triliun.

Tidak hanya itu, atas arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, berbagai program pendampingan UMKM lainnya juga terus dilakukan. Di antaranya dengan memperluas akses pasar melalui digitalisasi, serta memperbanyak ajang temu bisnis antara buyer dan pelaku usaha.

Seperti halnya pada ajang UMKM Grande kali ini. Sejumlah calon buyer dari dalam maupun luar negeri dihadirkan, agar terjadi transaksi langsung dengan pelaku UMKM.

Baca Juga :  PLN Dukung Stimulus Ekonomi dari Pemerintah, 97% Pelanggan Rumah Tangga Peroleh Diskon Setengah Harga

“Pada hari ini Bank Indonesia juga mengundang buyer dari luar negeri, untuk business matching di acara UMKM Grande. Jadi buat saya, dari dari hulu ke hilir ini terus kita perkuat di ekosistemnya dengan baik,” ucap Nawal.

Deputi KPw BI Jateng, Andi Reinasari menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai program pembinaan. Bersama Dekranasda, UMKM terus didorong agar naik kelas, terutama sektor wastra yang menjadi salah satu kekuatan Jawa Tengah.

“Kami bersama Dekranasda terus bekerja sama untuk upaya mengembangkan UMKM, khususnya di bidang wastra. Memang karena kita memiliki daya tarik, khususnya batik, tenun. Jadi ini yang sedang kita angkat,” ungkap dia.

Wakil Ketua II Dekranas Pusat, Sri Suparni Bahlil Lahadalia, mengapresiasi gelaran UMKM Grande 2026. Menurut dia, kegiatan itu menarik karena dikemas dengan berbagai rangkaian, mulai dari pameran, talkshow, diskusi, hingga temu bisnis.

Istri Menteri ESDM RI tersebut berharap kolaborasi antara Dekranasda, Bank Indonesia, maupun stakeholder lainnya terus diperkuat, demi mendukung pengembangan UMKM.

“Jadi, dengan adanya kolaborasi ini, tentu juga kita bisa menambah semangat, daya saing, kepada para pelaku UMKM binaan dari BI maupun Dekranasda,” harap Sri Suparni.***

Berita Terkait

Indomaret Fun Run 2026 Ramaikan Semarang, Peserta Berpeluang Bawa Pulang Honda Stylo
BRI x REI Expo 2026 Hadirkan Promo KPR Menarik di Queen City Mall Semarang
Ahmad Luthfi Dorong Pelajar Kuasai Industri Hijau, Jateng Perkuat Daya Saing Dunia
Pemprov Jateng Genjot Industri Hijau, Bidik Ekspor dan Investasi Berkualitas
Lebih dari 60 Brand Ramaikan IMPACT+ Semarang 2026, Antusiasme Peserta Pecahkan Rekor
Jawa Tengah Bidik Investasi Iran untuk Perkuat Industri, Pertanian, dan Pariwisata
AMDATARA Tanam Bibit Mangrove untuk Lestarikan Pesisir Jawa Tengah
KEK Kendal Moncer, Ahmad Luthfi Bidik Investor Singapura untuk Kawasan Industri Baru di Jateng

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:07 WIB

Indomaret Fun Run 2026 Ramaikan Semarang, Peserta Berpeluang Bawa Pulang Honda Stylo

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:55 WIB

BRI x REI Expo 2026 Hadirkan Promo KPR Menarik di Queen City Mall Semarang

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:53 WIB

Pemprov Jateng Genjot Industri Hijau, Bidik Ekspor dan Investasi Berkualitas

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:08 WIB

Lebih dari 60 Brand Ramaikan IMPACT+ Semarang 2026, Antusiasme Peserta Pecahkan Rekor

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:31 WIB

Jawa Tengah Bidik Investasi Iran untuk Perkuat Industri, Pertanian, dan Pariwisata

Berita Terbaru