Zonajateng.id – Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Kabupaten Tegal akan menggelar Festival Durian Jatinegara di Pendapa Amangkurat Pemkab Tegal pada 11-15 Januari 2025.
Acara ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan potensi unggulan daerah, khususnya durian lokal khas Jatinegara, Durian Markonah. Festival perdana ini akan melibatkan 30 petani durian dan 30 pelaku UMKM.
Mandataris HIPSI Kabupaten Tegal, Eko Wahyudi, menyatakan bahwa ratusan durian asli Jatinegara akan disediakan selama acara, dengan harga yang bervariasi berdasarkan ukuran dan kualitasnya.
“Kami ingin memperkenalkan Durian Markonah yang memiliki daya saing tinggi. Nantinya, durian ini akan dipasarkan di tempat-tempat strategis seperti rest area tol,” ungkap Eko usai audiensi dengan Pj Bupati Tegal, Agustyarsyah, di Punocafe, Kecamatan Jatinegara.
Selain sebagai ajang promosi, Festival Durian Jatinegara juga merupakan rangkaian acara pelantikan kepengurusan HIPSI Kabupaten Tegal yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Januari 2025 di lokasi yang sama. Acara ini diharapkan menjadi momentum branding organisasi dan penguatan sinergi dengan berbagai pihak.
Audiensi persiapan festival turut dihadiri oleh Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Dinkop UKM Dag) Kabupaten Tegal, Iman Rudy Kurnianto, serta Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Porapar) Kabupaten Tegal, Akhmad Uwes Qoroni.
Lanjut Eko, audiensi ini menghasilkan sejumlah poin penting untuk mendukung pelantikan dan program kerja HIPSI. Komitmen antara pemerintah daerah, dinas terkait, dan HIPSI menunjukkan sinergi positif untuk memajukan perekonomian lokal berbasis potensi santri dan pesantren.
Pj Bupati Tegal, Agustyarsyah, mengingatkan pentingnya memanfaatkan peluang usaha dan program pemerintah, serta menyeimbangkan pemasaran produk lokal dengan branding di media digital.
“Gunakan data dari BPS Kabupaten Tegal untuk memahami kebutuhan dan potensi daerah secara lebih baik,” pesannya.
Kepala Dinkop UKM Dag, Iman Rudy Kurnianto, menyatakan kesiapannya bekerja sama dengan HIPSI untuk mendukung program-program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pengusaha dari kalangan santri, pesantren, dan alumni memiliki peran strategis dalam memajukan ekonomi lokal,” pungkasnya.
Festival Durian Jatinegara menjadi langkah awal yang menjanjikan untuk mengangkat potensi lokal Kabupaten Tegal ke tingkat yang lebih luas, sekaligus mempererat kolaborasi antar-elemen masyarakat.***









