Inovasi Simperum Pemprov Jateng Dilirik Kementerian PKP

- Reporter

Jumat, 13 Februari 2026 - 06:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

YOGYAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dipimpin gubernur Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), terus memperkuat inovasi di sektor perumahan. Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Perumahan (Simperum) milik Pemprov Jawa Tengah, menjadi salah satu inovasi yang efektif dalam penanganan backlog perumahan, lewat data yang valid.

Sistem kerja yang cepat dan tepat itu membuat Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) Jawa III, kesengsem dan melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Jawa Tengah, Rabu (12/2/2026).

Kerja sama yang dilaksanakan di Kantor BP3KP Jawa III tersebut, untuk menyinergikan data perumahan, khususnya rumah tidak layak huni (RTLH) dan backlog kepemilikan rumah, guna mendukung percepatan program nasional Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), serta target program 3 juta rumah.

Kepala BP3KP Jawa III Kementerian PKP, Aldino Herupriawan mengatakan, integrasi Simperum sangat membantu pemerintah pusat, dalam memperoleh satu data perumahan yang valid dan selalu terbarui.

“Kerja sama ini sudah lama kami agendakan. Akses terhadap Simperum sangat membantu kami, khususnya dalam penggunaan data RTLH dan backlog kepemilikan rumah. Data ini menjadi kebutuhan utama dalam program BSPS,” ujarnya.

Baca Juga :  BRI Semarang A. Yani Perkuat Sinergi dengan Kementerian PKP Jateng, Dukung Kelancaran Penyaluran Program BSPS 2026

Menurut Aldino, Simperum memungkinkan proses verifikasi dan validasi data masyarakat secara lebih cepat, bahkan hingga data kependudukan. Hal itu menjadi keunggulan dibandingkan sistem sebelumnya, yang masih terpisah-pisah antardaerah.

“Datanya dinamis dan selalu diperbarui. Kita bisa langsung mengetahui berapa backlog kepemilikan dan RTLH di Jawa Tengah, tanpa harus satu per satu meminta ke kabupaten/ kota,” jelasnya.

Ditambahkan, Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi dengan database perumahan paling lengkap dan inovatif di tingkat nasional.

“Jawa Tengah termasuk provinsi yang datanya paling update dan inovatif. Ini sudah dikenal secara nasional, dan sangat membantu kami di pusat,” imbuhnya.

Selain akses data, dalam PKS tersebut Kementerian PKP juga melakukan link dan replikasi sistem Simperum ke dalam platform Klinik PKP milik kementerian. Sehingga, data backlog perumahan Jawa Tengah dapat diakses secara legal dan real time, oleh pemerintah pusat.

“Nanti Simperum bisa diakses di aplikasi milik kami,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan menyampaikan, kerja sama ini akan memperkuat sinergi pusat dan daerah, dalam penanganan perumahan.

Baca Juga :  Retreat Kepala Daerah di Magelang, PLN UIT JBT Siagakan Petugas 24 Jam Kawal Sistem Transmisi Andal

“Alhamdulillah, hari ini kami menandatangani perjanjian kerja sama dengan Balai BP3KP Jawa III Kementerian PKP, untuk berkolaborasi terkait data kependudukan dan sistem informasi Simperum,” ujarnya.

Boedyo menjelaskan, Simperum dikembangkan sebagai basis data awal penyelesaian backlog perumahan, baik dari sisi kelayakan huni maupun kepemilikan. Sistem tersebut telah digunakan hingga tingkat desa, sehingga proses pembaruan data berjalan optimal. Hal itu selaras dengan semangat Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi untuk Ngopeni Omah Nglakoni Sesarengan.

“Akun-akun sudah terdistribusi sampai kabupaten dan desa. Updating data menjadi lebih baik, dan seluruh progres penanganan RTLH dapat dimonitor setiap saat secara real time,” jelasnya.

Ke depan, terang Boedyo, data Simperum juga akan diintegrasikan dengan aplikasi Klinik PKP milik Kementerian PKP. Dengan integrasi ini, seluruh tahapan mulai dari persiapan hingga pelaksanaan pembangunan rumah, akan termonitor langsung oleh pemerintah pusat.

“Kami berharap sinergi ini menguntungkan semua pihak, mempercepat penanganan RTLH, serta memperkuat basis data perumahan yang valid dan akuntabel,” pungkas Boedyo.**

Berita Terkait

Indomaret Fun Run 2026 Ramaikan Semarang, Peserta Berpeluang Bawa Pulang Honda Stylo
BRI x REI Expo 2026 Hadirkan Promo KPR Menarik di Queen City Mall Semarang
Ahmad Luthfi Dorong Pelajar Kuasai Industri Hijau, Jateng Perkuat Daya Saing Dunia
Pemprov Jateng Genjot Industri Hijau, Bidik Ekspor dan Investasi Berkualitas
Lebih dari 60 Brand Ramaikan IMPACT+ Semarang 2026, Antusiasme Peserta Pecahkan Rekor
Jawa Tengah Bidik Investasi Iran untuk Perkuat Industri, Pertanian, dan Pariwisata
AMDATARA Tanam Bibit Mangrove untuk Lestarikan Pesisir Jawa Tengah
KEK Kendal Moncer, Ahmad Luthfi Bidik Investor Singapura untuk Kawasan Industri Baru di Jateng

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:07 WIB

Indomaret Fun Run 2026 Ramaikan Semarang, Peserta Berpeluang Bawa Pulang Honda Stylo

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:55 WIB

BRI x REI Expo 2026 Hadirkan Promo KPR Menarik di Queen City Mall Semarang

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:53 WIB

Pemprov Jateng Genjot Industri Hijau, Bidik Ekspor dan Investasi Berkualitas

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:08 WIB

Lebih dari 60 Brand Ramaikan IMPACT+ Semarang 2026, Antusiasme Peserta Pecahkan Rekor

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:31 WIB

Jawa Tengah Bidik Investasi Iran untuk Perkuat Industri, Pertanian, dan Pariwisata

Berita Terbaru