Jelang Lebaran, Gubernur Luthfi Ultimatum Jangan Ada Permainan Harga

- Reporter

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengeluarkan ultimatum menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, jangan sampai ada permainan harga maupun sumbatan distribusi pangan atau permainan pasar. Penegasan itu disampaikan saat inflasi Jawa Tengah tercatat tetap terkendali di angka 2,83 persen (year on year/yoy), di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), TP2DD, dan Koridor Ekonomi, Perdagangan, Investasi, dan Pariwisata (Keris) Jawa Tengah di Semarang, Rabu, 11 Februari 2026, Ahmad Luthfi menegaskan, pengendalian harga pangan menjadi prioritas utama seluruh kepala daerah di provinsi tersebut.

“Menjelang Lebaran saya tidak mau ada kenaikan harga yang tidak terkendali. Tidak boleh ada sumbatan distribusi, tidak boleh ada permainan harga. BUMD harus hadir,” tegasnya.

Menurut Ahmad Luthfi, lonjakan permintaan selama Ramadan dan Idulfitri berpotensi memicu kenaikan harga, terutama pada komoditas strategis seperti cabai, bawang merah, beras, dan minyak goreng. Karena itu, ia meminta bupati dan wali kota melakukan pengawasan ketat di wilayah masing-masing.

Baca Juga :  Bank Mandiri Siap Salurkan Rp55 Triliun untuk Dorong Ekonomi Nasional

Ia juga menginstruksikan pemasangan dashboard harga di pasar-pasar besar atau induk yang diperbarui secara berkala untuk menjamin transparansi. Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat dapat memantau langsung perkembangan harga sekaligus menutup celah praktik spekulasi.

“Dashboard harga harus ada di pasar dan terus di-update. Biar masyarakat tahu dan tidak ada ruang untuk permainan harga,” ujarnya.

Luthfi mengingatkan daerah sentra produksi tidak boleh mengalami kekurangan pasokan akibat distribusi yang tidak terkontrol. Penguatan rantai pasok dan pengawalan distribusi menjadi kunci menjaga stabilitas harga.

Selain pengendalian inflasi jangka pendek, Pemprov Jateng juga menekankan ketahanan pangan jangka panjang melalui percepatan penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Saat ini, sekitar 1,3 juta hektare lahan pertanian di Jawa Tengah ditargetkan tetap terlindungi untuk menjaga kapasitas produksi.

“Produksi pangan harus kita tingkatkan, teknologi pertanian harus kita dorong, dan lahan pertanian wajib kita pertahankan,” kata Ahmad Luthfi.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya investasi sebagai motor pembangunan. Sepanjang 2025, realisasi investasi Jawa Tengah mencapai Rp 88,50 triliun dengan penyerapan tenaga kerja 418.138 orang. Ahmad Luthfi menyebut kemampuan pembiayaan pembangunan dari APBN dan APBD hanya sekitar 11,9 persen, sehingga investasi menjadi tumpuan utama.

Baca Juga :  Batik Pegon Rumah Inklusif Kebumen Tembus Pasar Dunia, Nawal Yasin Dukung Difabel Terus Berkarya

“Kalau tidak didorong investasi, pembangunan tidak akan maksimal. Iklim investasi harus kita jaga. Tidak boleh ada premanisme, tidak boleh ada pungli. Perizinan harus cepat, mudah, dan transparan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Mohamad Noor Nugroho, menyatakan, inflasi Jateng pada Januari 2026 tercatat 2,83 persen (yoy), dengan deflasi 0,35 persen secara bulanan (month to month/mtm).

“Inflasi masih berada dalam rentang sasaran dan relatif terjaga. Deflasi Januari terutama didorong kelompok makanan, minuman, dan tembakau seiring masuknya masa panen dan normalisasi permintaan pasca-Nataru,” ujarnya.

Meski demikian, BI mengingatkan risiko kenaikan harga pada momentum HBKN tetap perlu diantisipasi. Secara historis, beras dan aneka cabai kerap menjadi penyumbang inflasi selama Ramadan dan Idulfitri.

Dengan kombinasi penguatan pasokan, kelancaran distribusi, serta pengawasan ketat pemerintah daerah, stabilitas harga diharapkan tetap terjaga hingga puncak Lebaran 2026.*

Berita Terkait

Dari 537 Gagasan yang Masuk Pusaka Jateng, Taj Yasin: Jadi Bahan Kebijakan APBD Jateng 2027
3.754 Aset Senilai Rp37,7 Miliar Dikelola Digital, BKD Jateng Luncurkan Sipanda
MTQ Nasional 2026 Digelar di Jateng, Perputaran Ekonomi Ditaksir Capai Rp1,2 Triliun
Visiting Jogja Jadi Rujukan, PKA VII Jateng Perkuat Inovasi Desa Wisata
Batik Kalikajar Tembus Mancanegara, Kapulaga Perkuat Ekonomi Perempuan
Mau Liburan Lebih Hemat? BCA tiket.com Travel Fair Hadir di BCA EXPO 2026
Jaga Harga Pangan, Bulog Semarang Gencarkan Penyaluran Beras SPHP dan Minyakita
Jateng Pacu Produksi Susu dengan Teknologi Pengatur Jenis Kelamin Anak Sapi

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:46 WIB

Dari 537 Gagasan yang Masuk Pusaka Jateng, Taj Yasin: Jadi Bahan Kebijakan APBD Jateng 2027

Jumat, 11 September 2026 - 07:22 WIB

3.754 Aset Senilai Rp37,7 Miliar Dikelola Digital, BKD Jateng Luncurkan Sipanda

Rabu, 9 September 2026 - 17:43 WIB

MTQ Nasional 2026 Digelar di Jateng, Perputaran Ekonomi Ditaksir Capai Rp1,2 Triliun

Rabu, 9 September 2026 - 16:31 WIB

Visiting Jogja Jadi Rujukan, PKA VII Jateng Perkuat Inovasi Desa Wisata

Rabu, 9 September 2026 - 08:30 WIB

Batik Kalikajar Tembus Mancanegara, Kapulaga Perkuat Ekonomi Perempuan

Berita Terbaru