Kartu Golongan Darah Braille Diluncurkan, Bukti Kejaksaan Hadir dengan Pendekatan Humanis

- Reporter

Selasa, 29 September 2026 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Kejaksaan menghadirkan terobosan di bidang sosial dan kemanusiaan melalui inisiasi Kartu Donor Darah dan Golongan Darah Braille bagi penyandang tunanetra. Inovasi yang diperkenalkan sebagai terobosan pertama di Indonesia tersebut, diharapkan memberikan kemudahan bagi penyandang tunanetra dalam mengakses informasi mengenai golongan darah secara mandiri.

Peluncuran dilakukan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI Prof. Reda Mantovani bersama Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah Teguh Subroto, SH, MH, di Pondok Pesantren (Ponpes) Sahabat Mata, Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (29/9).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendekatan pelayanan yang lebih humanis sekaligus memperkuat kepedulian terhadap penyandang disabilitas.

Kartu dengan informasi dalam huruf Braille itu, diharapkan membantu penyandang tunanetra mengenali golongan darahnya tanpa harus selalu bergantung kepada orang lain. Informasi tersebut juga dapat menjadi data penting ketika seseorang membutuhkan pelayanan kesehatan, termasuk dalam kondisi darurat.

Terharu di Hadapan Ratusan Penyandang Tunanetra

Suasana haru mewarnai kegiatan, ketika Prof. Reda Mantovani menyampaikan sambutan di hadapan ratusan penyandang tunanetra.

Prof. Reda tampak terharu dan bahkan sempat terisak saat menyampaikan sambutannya. Ia mengapresiasi Kajati Jateng Teguh Subroto, yang dinilainya menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat melalui pendekatan yang humanis.

Pihaknyajuga menyampaikan terima kasih kepada Kajati Teguh, yang menurutnya telah memberikan contoh bahwa seorang jaksa tidak hanya menjalankan tugas penegakan hukum, tetapi juga dapat hadir dan peduli terhadap persoalan kemanusiaan.

Baca Juga :  Ombudsman Apresiasi Layanan Publik Jawa Tengah, Pemprov Siap Terus Berinovasi

“Kalau jaksa hanya menekankan kewenangan semata, yang kita dapatkan hanya keadilan yang semu dan tidak terasa di masyarakat,” ujar Reda.

Menurutnya, penegakan hukum perlu dibarengi dengan pendekatan yang mampu menyentuh kehidupan masyarakat.

“Kalau penegak hukum dan metodenya humanis, keadilan akan terasa di hati masyarakat,” lanjutnya.

Dalam kegiatan di Ponpes Sahabat Mata tersebut, juga dilakukan peresmian Gedung Ponpes Sahabat Mata.

Selain itu, diserahkan pula meja pingpong untuk penyandang tunanetra, sebagai fasilitas yang diharapkan dapat mendukung aktivitas olahraga, interaksi sosial dan pengembangan kepercayaan diri.

Pimpinan Ponpes Sahabat Mata, Basuki, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta dukungan yang diberikan Kejaksaan.

Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu Sahabat Mata dalam menjalankan kegiatan pendidikan dan pemberdayaan bagi penyandang tunanetra.

1000 Sepatu untuk Siswa SLB

Masih dalam rangkaian kegiatan sosial dan kemanusiaan tersebut, juga dilakukan penyerahan 1000 pasang sepatu kepada siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Semarang Raya.

Bantuan tersebut ditujukan kepada para siswa SLB sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan pendidikan dan aktivitas sehari-hari anak-anak penyandang disabilitas.

Penyerahan secara terpisah tersebut, sekaligus memperluas sasaran kegiatan kemanusiaan, tidak hanya kepada penyandang tunanetra melalui inovasi kartu Braille, tetapi juga kepada siswa penyandang disabilitas di berbagai SLB wilayah Semarang Raya.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Sebut Banser Berperan Penting Jaga Kondusivitas Jateng

Diharapkan bantuan sepatu tersebut dapat mendukung aktivitas para siswa ketika mengikuti proses pembelajaran maupun kegiatan lainnya.

Sementara itu, Kajati Jateng Teguh Subroto menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya rangkaian kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, bantuan dari Bapak Jamintel ini sangat bermanfaat bagi Yayasan Sahabat Mata dan saudara-saudara kita penyandang tunanetra,” kata Teguh.

Ia berharap berbagai bantuan dan fasilitas yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Semoga semuanya memberikan manfaat dan dapat mendukung saudara-saudara kita, termasuk anak-anak penyandang disabilitas,” ujarnya.

Diketahui, Yayasan Sahabat Mata merupakan lembaga sosial di Kota Semarang yang bergerak dalam bidang pendidikan, pemberdayaan dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, khususnya tunanetra.

Sahabat Mata mulai beraktivitas pada 1 Mei 2008 dan mengembangkan berbagai program, antara lain pendidikan Al-Qur’an Braille, penyediaan dan distribusi Al-Qur’an Braille, pendidikan dan pelatihan, teknologi aksesibel, serta pengembangan kemandirian penyandang disabilitas.

Di kawasan Mijen, Sahabat Mata juga mengembangkan pondok pesantren sebagai ruang pendidikan dan pemberdayaan bagi penyandang disabilitas.

Rangkaian kegiatan Kejaksaan tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masyarakat dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, mulai dari membuka akses informasi melalui huruf Braille, menyediakan fasilitas olahraga, mendukung pendidikan, hingga membantu kebutuhan para siswa penyandang disabilitas. Sebuah pendekatan yang mempertemukan penegakan hukum dengan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.**

Berita Terkait

Penghapusan Kredit Dinilai Salah Sasaran, Dika Harus Bertanggung Jawab atas Kerugian Penggugat
Ahmad Luthfi Dorong Santri Ambil Peran dalam Perjuangan Mensejahterakan Rakyat
Tiket Pembukaan Ludes, Porprov Jateng 2026 Diharapkan Dongkrak Ekonomi Lokal
Taj Yasin Apresiasi Kolaborasi Santri Mantu, 62 Pasangan Sah Menikah
Bukan Sekadar Tanggul, Hybrid Sea Wall di Demak Disiapkan untuk Pulihkan Daratan
Cek DTSEN di Kendalrejo, Taj Yasin Dorong Bansos Lebih Tepat Sasaran
Wagub Taj Yasin Dorong Sekolah Ramah Anak Diperkuat hingga Jenjang SD
Ahmad Luthfi Perkuat Penanganan Karhutla Lawu-Sumbing, Pemadaman Udara Disiapkan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:03 WIB

Penghapusan Kredit Dinilai Salah Sasaran, Dika Harus Bertanggung Jawab atas Kerugian Penggugat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Santri Ambil Peran dalam Perjuangan Mensejahterakan Rakyat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Tiket Pembukaan Ludes, Porprov Jateng 2026 Diharapkan Dongkrak Ekonomi Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:03 WIB

Taj Yasin Apresiasi Kolaborasi Santri Mantu, 62 Pasangan Sah Menikah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:56 WIB

Bukan Sekadar Tanggul, Hybrid Sea Wall di Demak Disiapkan untuk Pulihkan Daratan

Berita Terbaru