KEK dan Kawasan Industri Sumbang 1,87 Persen PDRB, Ekonomi Jateng Tumbuh 5,37 Persen

- Reporter

Rabu, 11 Februari 2026 - 19:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Kawasan Industri (KI) terbukti menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi provinsi ini mencapai 5,37 persen, dengan kontribusi langsung KEK dan KI sebesar 1,87 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atau setara Rp 9,29 triliun.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Ali Said, menyebutkan, kontribusi tersebut berasal dari KEK sebesar 0,98 persen atau Rp 4,86 triliun, dan KI sebesar 0,89 persen atau Rp 4,43 triliun.

“Ini kontribusi yang cukup besar terhadap perekonomian. Itu baru dari kawasan yang sudah beroperasi. Ke depan, ketika seluruh kawasan beroperasi penuh, dampaknya akan semakin besar,” kata Ali usai bertemu Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kantor Gubernur, Rabu, 11 Februari 2026.

Tak hanya terhadap PDRB, KEK dan KI juga berperan signifikan pada sektor industri pengolahan yang menjadi tulang punggung ekonomi Jawa Tengah. Pada 2025, industri pengolahan menyumbang 33,38 persen terhadap struktur ekonomi daerah. Dari angka tersebut, 3,70 persen berasal dari KEK dan KI, dengan rincian 2,33 persen (Rp 3,86 triliun) dari KEK dan 1,37 persen (Rp 2,26 triliun) dari KI.

Baca Juga :  Perputaran Uang Melonjak, UMKM dan Wisata Jateng Diuntungkan Arus Mudik

Data BPS mencatat, hingga triwulan IV 2025 terdapat 109 perusahaan di KEK Kendal dan 48 perusahaan di KEK Industropolis Batang yang berpartisipasi dalam pendataan. Sementara di kawasan industri, tercatat 47 perusahaan di KI Candi, 31 perusahaan di KI Terboyo Semarang, 24 perusahaan di KI Wijayakusuma, 17 perusahaan di BSB Industrial Park, 12 perusahaan di Jateng Land Park Sayung, 5 perusahaan di Batang Industrial Park, serta 3 perusahaan di kawasan lainnya seperti KI Cipta dan LIK Bugangan Baru Semarang.

Menurut Ali, BPS akan melakukan pendataan rutin setiap triwulan untuk memperkuat basis data PDRB Jawa Tengah sekaligus memastikan akurasi kontribusi kawasan-kawasan tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi.

Dalam kesempatan yang sama, BPS juga meminta dukungan Pemprov Jateng untuk pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan digelar pada Mei-Juli mendatang. Sensus tersebut akan memotret daya saing usaha, peta ekonomi wilayah, ekonomi hijau, serta perkembangan dan kontribusi UMKM, termasuk berbagai persoalan yang dihadapi dunia usaha.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi yang duet memimpin Jateng bersama wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam mengakselerasi pengembangan KEK dan KI sebagai instrumen utama menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja. Ia bahkan mendorong bupati dan wali kota untuk menyiapkan kawasan ekonomi dan industri baru di daerah masing-masing.

Baca Juga :  Investasi Malaysia Masuk Jateng, Target Olah 100 Juta Ton Limbah Per Tahun

Sejumlah daerah seperti Cilacap, Kebumen, Banyumas, Brebes, Batang, Kendal, Demak, Semarang, hingga Rembang, telah merespons dengan menyiapkan potensi kawasan baru.

“Potensinya besar dan masih banyak yang harus dikerjakan. Adanya kawasan ekonomi dan kawasan industri memudahkan investasi masuk, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Ahmad Luthfi.

Terkait Sensus Ekonomi 2026, ia memastikan Pemprov Jateng akan memberikan dukungan penuh dan mengoordinasikan pemerintah kabupaten/kota serta pelaku usaha agar terbuka dalam penyediaan data.

“Nanti kami akan beri arahan kepada kabupaten/kota untuk mendukung penuh sensus ekonomi 2026,” tegasnya.

Dengan kontribusi yang terus menguat dan ekspansi kawasan yang berlanjut, KEK dan KI diproyeksikan menjadi pilar utama transformasi industri dan akselerator pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah dalam beberapa tahun ke depan.***

Berita Terkait

Polytron Bekali UMKM Strategi Bisnis, dari Pengelolaan Pelanggan hingga Teknologi CRM
Tembus Rp72,54 Triliun, Investasi Jateng Terus Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global
Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Jateng Terus Melaju
Ahmad Luthfi Genjot Investasi Jateng, Target Rp 110 Triliun hingga Akhir Tahun
Immoderma Skin Clinic Raih ICON OF VITARAN 3 Stars, Bukti Komitmen Layanan Berkualitas
Petani Tak Lagi Waswas Harga Panen Anjlok, Program Petani Gajian Jadi Harapan
Jateng Kantongi Investasi Rp 72,54 Triliun, Ahmad Luthfi Bidik Ekspansi Perusahaan Vietnam
Harga Sembako Lebih Murah, Warga Minta GPM Jateng Lebih Sering Digelar

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Polytron Bekali UMKM Strategi Bisnis, dari Pengelolaan Pelanggan hingga Teknologi CRM

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Tembus Rp72,54 Triliun, Investasi Jateng Terus Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:07 WIB

Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Jateng Terus Melaju

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:59 WIB

Ahmad Luthfi Genjot Investasi Jateng, Target Rp 110 Triliun hingga Akhir Tahun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Immoderma Skin Clinic Raih ICON OF VITARAN 3 Stars, Bukti Komitmen Layanan Berkualitas

Berita Terbaru