Kolaborasi Luthfi–Aktivis Prancis, Gerakan Bersih Sungai Digencarkan

- Reporter

Senin, 4 Mei 2026 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Tiga aktivis lingkungan asal Prancis, Gary Benchegib, Kelly Benchegib, dan Sam Benchegib, menemui Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, untuk mengampanyekan gerakan bersih-bersih sampah sungai melalui aksi lari lintas daerah bertajuk “Run for Rivers”.

Tiga bersaudara tersebut mengaku tertarik dengan penanganan pengelolaan sampah di Jawa Tengah. Salah satunya yang dilakukan di Banyumas, di mana berhasil bertransformasi menjadi model zero waste to landfill terbaik di Indonesia, bahkan menjadi rujukan di Indonesia.

Mereka mengajak kolaborasi pemerintah daerah guna memperluas dampak gerakan penyelamatan sungai di Jawa Tengah.

Gayung bersambut, ajakan tersebut mendapat dukungan penuh Gubernur Ahmad Luthfi. Ia berkomitmen terkait penanganan sampah dan siap berkolaborasi dengan Sungai Watch yang dimotori Gary cs. Bahkan, Gubernur siap memfasilitasi kantor jika organisasi lingkungan asal Bali itu memperluas operasinya ke Jawa Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat menerima kunjungan tim Sungai Watch di kantornya, Senin (4/5/2026). Ia menegaskan, kolaborasi lintas pihak menjadi kunci dalam mengatasi persoalan sampah, khususnya di aliran sungai.

“Saya akan mendukung kegiatan ini, kalau perlu ngantor di tempat saya. Nanti saya siapkan tempat untuk membantu kita membersihkan sampah dan menghijaukan sungai,” ujar Luthfi, yang memimpin Jawa Tengah dengan Wagub Taj Yasin.

Baca Juga :  Seblak Sampur X Jadi Langkah Awal Bangun Ekosistem Wisata Budaya di Jawa Tengah

Sungai Watch merupakan gerakan lingkungan yang digagas tiga bersaudara asal Prancis, Gary Benchegib, Kelly Benchegib, dan Sam Benchegib, yang telah lama bermukim di Bali. Mereka menjalankan kampanye bertajuk “Run for Rivers” dengan menempuh jarak 1.200 kilometer dari Bali hingga Jakarta.

Aksi tersebut tidak sekadar lari jarak jauh, tetapi juga bertujuan memetakan kondisi sungai di sepanjang rute perjalanan, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang bahaya sampah bagi ekosistem.

Luthfi menilai misi Sungai Watch sejalan dengan agenda pemerintah dalam menekan volume sampah dan memperkuat program penghijauan, termasuk penanaman mangrove di wilayah pesisir.

“Ini selaras dengan kebijakan zero sampah dan program penghijauan kita, termasuk penanaman satu juta mangrove di Pantura,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, timbunan sampah di Jawa Tengah saat ini mencapai sekitar 6,3 juta ton per hari dengan tren peningkatan 8-11 persen. Untuk itu, Pemprov Jateng telah mengembangkan berbagai strategi, mulai dari edukasi pemilahan sampah dari rumah hingga penguatan infrastruktur pengolahan.

Beberapa di antaranya meliputi konsep aglomerasi pengolahan sampah menjadi energi listrik di kawasan Semarang Raya, Tegal Raya, dan Pekalongan Raya. Selain itu, penerapan teknologi refuse-derived fuel (RDF) seperti di Banyumas kini telah direplikasi di 13 daerah, serta pengembangan pengolahan sampah regional di Soloraya dan Magelang Raya.

Baca Juga :  Tekan Angka Perceraian, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Program Ekonomi Keluarga Diperkuat

“Semua konsep sudah ada, tinggal pelaksanaan yang harus kita percepat,” tegasnya.

Gary, Sam, dan Kelly, menyambut positif dukungan tersebut. Ia menyebut Jawa Tengah sebagai wilayah strategis untuk pengembangan gerakan mereka ke depan. Terlebih ketiganya mendengar kalau Gubernur Ahmad Luthfi mempunyai program Mageri Segoro.

“Belum ada operasi di Jawa Tengah. Kalau bisa berkolaborasi, ini akan luar biasa. Kami juga mengundang Pak Gubernur untuk ikut berlari bersama,” ujarnya.

Saat ini, tim “Run for Rivers” telah memasuki wilayah ke-14 dan berada di Kabupaten Kendal dalam perjalanan menuju Jakarta. Selama melintasi Jawa Tengah, mereka telah melakukan aksi bersih sungai di sejumlah daerah, seperti Blora, Grobogan, Demak, dan Kota Semarang.

Kampanye ini dijadwalkan berakhir pada 24 Mei 2026, sekaligus menjadi dasar penentuan lokasi ekspansi Sungai Watch berikutnya.

“Setiap hari tim kami turun memetakan sungai yang membutuhkan bantuan. Dari Bali sampai Jakarta, kami cari lokasi prioritas. Jawa Tengah pasti masuk rencana pembukaan cabang,” ungkap Sam.***

Berita Terkait

Simpang Lima Jadi Panggung MTQ Nasional XXXI, Warga Dipersilakan Hadir
BRI Ungaran Gelar Pengajian Rutin, Perkuat Pembinaan Spiritual Pekerja
YBM BRILiaN BRI Ungaran Hadirkan Kepedulian Lewat Berbagi Sembako
Antusiasme Warga Tinggi, Pemprov Jateng Siapkan Videotron Pembukaan MTQ
Taj Yasin Sambut Kafilah MTQ, 13 Venue di Jateng Siap Digunakan
Kafilah Papua Barat Daya Terkesan Sambutan Pemprov Jateng di MTQ Nasional
Taj Yasin Dorong Penguatan NIK, Warga Tak Perlu Berulang Kali Serahkan Fotokopi KTP
Bangkai Ikan Sapu-Sapu Ganggu Warga Pati, Gubernur Luthfi Perintahkan Segera Dikubur

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:30 WIB

Simpang Lima Jadi Panggung MTQ Nasional XXXI, Warga Dipersilakan Hadir

Jumat, 11 September 2026 - 15:42 WIB

BRI Ungaran Gelar Pengajian Rutin, Perkuat Pembinaan Spiritual Pekerja

Jumat, 11 September 2026 - 15:19 WIB

YBM BRILiaN BRI Ungaran Hadirkan Kepedulian Lewat Berbagi Sembako

Jumat, 11 September 2026 - 07:15 WIB

Taj Yasin Sambut Kafilah MTQ, 13 Venue di Jateng Siap Digunakan

Kamis, 10 September 2026 - 07:30 WIB

Kafilah Papua Barat Daya Terkesan Sambutan Pemprov Jateng di MTQ Nasional

Berita Terbaru