Lewat Kencan Bumil, Nawal Arafah Yasin Perkuat Deteksi Dini Risiko Kehamilan

- Reporter

Sabtu, 7 Maret 2026 - 07:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menginisiasi program Kencan Bumil (Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil). Program itu merupakan gerakan kolaboratif lintas sektor, untuk menekan angka kematian ibu (AKI) di Jawa Tengah.

“Kencan Bumil ini merupakan salah satu gerakan kolaboratif, kenali dan cek kesehatan ibu hamil,” kata dia, saat webinar Jupiter (Jumat Pinter) bertema “Ayo Kencan Bumil Penuh Cinta”, yang digelar Dinas Kesehatan Jawa Tengah melalui Zoom Meeting, Jumat (6/3/2026).

Nawal membeberkan, berdasarkan data, tren kasus kematian ibu dalam lima tahun terakhir menunjukkan penurunan yang sangat signifikan. Pada 2021 tercatat sebanyak 1.011 kasus AKI di Jawa Tengah.

Angka tersebut kemudian turun menjadi 485 kasus pada 2022, berkurang lagi menjadi 438 kasus pada 2023, lalu 427 kasus pada 2024, dan kembali menurun menjadi 337 kasus pada 2025.

Meski penurunannya cukup drastis, menurut dia, masih perlu terus ditekan. Untuk itu, pihaknya menghadirkan inovasi Kencan Bumil, sebagai bentuk komitmen memperkuat layanan kesehatan bagi ibu hamil.

Program tersebut mencakup upaya peningkatan pengetahuan ibu hamil, perluasan jangkauan sasaran, serta memastikan pemeriksaan kehamilan sesuai standar. Selain itu, program tersebut juga memperkuat pendampingan berkelanjutan oleh kader dan petugas kesehatan, sekaligus mencegah risiko pada ibu hamil dan bayi sejak dini.

Baca Juga :  Gandeng Pemprov Jateng, Rotary Club Siap Catat Rekor MURI Penyuluhan Polio Terbanyak

Nawal mengatakan, dalam praktiknya, program itu melibatkan peran aktif kader PKK, Posyandu, dan Tim Pendamping Keluarga (TPK). Targetnya, satu kader dapat mendampingi satu ibu hamil, mulai dari fase prahamil, masa kehamilan, persalinan, hingga nifas.

Pihaknya juga menggandeng berbagai unsur. Mulai OPD terkait, organisasi profesi/kemasyarakatan, pemerintah kabupaten/kota dan desa/kelurahan, dunia usaha, perguruan tinggi, serta fasilitas kesehatan masyarakat.

“Satu kader akan mendampingi satu ibu hamil sejak terdeteksi hingga nifas. Jadi ini proses ngopeni ibu hamil, kemudian ada kunjungan rutin kader ke rumah, plus edukasi,” ucap istri Wakil Gubernur Jateng tersebut.

Nawal menjelaskan, Kencan Bumil merupakan penyempurnaan dari Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng. Selain untuk mempercepat penurunan AKI, Kencan Bumil bertujuan menekan angka kematian bayi (AKB), memperkuat deteksi dini risiko kehamilan, meningkatkan cakupan ANC dan layanan USG, serta mendukung intervensi stunting pada balita.

“Program ini mencakup tiga layanan utama, penjangkauan bumil, langsung ketok ke rumah masing-masing. Kemudian peningkatan pengetahuan bumil, ada proses edukasi di sini, kemudian juga ada pendampingan dengan memeriksa kehamilan, pemantauan dan pendampingan, dan pengawalan kelahiran dan pascaoperasi,” beber dia.

Dikatakan, program tersebut juga memastikan, sejak awal kehamilan hingga persalinan, ibu hamil memiliki akses layanan kesehatan sesuai standar, termasuk kepemilikan asuransi kesehatan seperti JKN, BPJS, maupun program UHC, serta pengurusan administrasi kependudukan bagi bayi yang baru lahir.

Baca Juga :  Pelaku UMKM di Semarang Terbantu QRIS, Transaksi Mudah dan Cepat Bikin Konsumen Senang

Sejauh ini, program tersebut telah disosialisasikan secara masif di Jawa Tengah dan akan diluncurkan secara resmi pada 31 Maret 2026. Sebanyak empat daerah ditunjuk sebagai pilot project, yakni Kabupaten Sragen, Blora, Kebumen, dan Kota Pekalongan.

Nawal menambahkan, ke depan Kencan Bumil juga akan diintegrasikan dengan layanan Dokter Spesialis Keliling (Speling), yang menjadi program unggulan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin.

Dalam program Speling, terdapat dokter spesialis kandungan yang memberikan layanan ANC bagi ibu hamil. Tujuannya memantau kesehatan fisik dan mental ibu, perkembangan janin, serta mendeteksi risiko komplikasi sejak dini.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 12.110 ibu hamil telah memanfaatkan layanan ANC melalui program Speling. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.466 ibu mengalami kehamilan sehat atau normal, sementara 3.644 ibu lainnya tergolong berisiko tinggi.

Nawal menegaskan, kolaborasi menjadi kunci keberhasilan program tersebut. Karena itu, pihaknya mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyukseskan gerakan Kencan Bumil.

“Pada prinsipnya gerakan Kencan Bumil ini adalah bukti pemerintah hadir, negara hadir, penuh dengan keadilan, penuh dengan kepedulian, kerelawanan, dan keterpaduan,” tandas dia.***

Berita Terkait

Gubernur Luthfi: IWAPI Harus Hadir Beri Solusi dan Manfaat bagi Masyarakat
Sumarno: Keberhasilan Pendidikan Anak Dimulai dari Kolaborasi Semua Pihak
Tampung Aspirasi Jateng Guyub, Gubernur Jateng Bantu 56 Truk untuk Petani Tebu
Sekda Jateng: Korupsi Harus Dicegah dari Hulu, APIP Jadi Garda Terdepan
Rakorkomwil III Apeksi 2026, Sekda Jateng Tekankan Penguatan Fiskal dan Pengelolaan Sampah
Fakta Baru Terungkap, Korban Penipuan di Purwokerto Diminta Tutup Mulut Oleh Sang Ratu Investasi Bodong
Kerja Sama Jateng-Fujian Makin Erat, Investasi hingga Youth Exchange Jadi Prioritas
BKD Jateng Bantah Informasi PPPK Paruh Waktu Ditempatkan di Ormas

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:20 WIB

Gubernur Luthfi: IWAPI Harus Hadir Beri Solusi dan Manfaat bagi Masyarakat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:11 WIB

Sumarno: Keberhasilan Pendidikan Anak Dimulai dari Kolaborasi Semua Pihak

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:25 WIB

Tampung Aspirasi Jateng Guyub, Gubernur Jateng Bantu 56 Truk untuk Petani Tebu

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:02 WIB

Sekda Jateng: Korupsi Harus Dicegah dari Hulu, APIP Jadi Garda Terdepan

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:16 WIB

Rakorkomwil III Apeksi 2026, Sekda Jateng Tekankan Penguatan Fiskal dan Pengelolaan Sampah

Berita Terbaru