LPS: Stabilitas Perbankan Indonesia Tetap Terjaga Meski Tekanan Global Meningkat

- Reporter

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memastikan stabilitas sektor keuangan dan perbankan Indonesia masih tetap terjaga di tengah ketidakpastian global dan eskalasi konflik internasional yang masih berlangsung hingga saat ini.

Dewan Komisioner LPS, Doddy Zulverdi, yang juga Wakil Ketua Bidang Kerjasama Dalam Negeri PP Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) mengatakan, tekanan eksternal memang turut memengaruhi perekonomian global, termasuk Indonesia. Namun demikian, kondisi ekonomi nasional dinilai masih cukup kuat dan mampu mencatatkan pertumbuhan positif.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen atau melampaui ekspektasi. Capaian tersebut ditopang oleh membaiknya konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,52 persen secara tahunan atau year on year, serta tingginya pertumbuhan belanja pemerintah yang mencapai 21,81 persen.

“Ketidakpastian eksternal masih mengemuka dan tentu berpengaruh tidak hanya terhadap Indonesia, tetapi juga seluruh dunia. Namun Indonesia masih mampu mempertahankan pertumbuhan ekonominya,” ujarnya usai menghadiri Seminar Nasional Perekonomian Jawa Tengah, Kamis (21/5/2026).

Baca Juga :  Realisasi Penerimaan Pajak di DJP Jateng I Capai Rp36,19 Triliun hingga November 2024

Selain pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga, kondisi perbankan nasional juga dinilai masih resilien menghadapi tekanan global. Hal itu terlihat dari pertumbuhan penyaluran kredit perbankan yang masih konsisten mendekati 10 persen.

Doddy menyebut, hingga April 2026 pertumbuhan kredit perbankan mencapai 9,98 persen, meningkat dibandingkan Maret 2026 yang sebesar 9,49 persen.

“Kondisi perbankan Indonesia masih resilient terhadap dampak ketidakpastian global tersebut. Kinerja penyaluran kredit perbankan juga masih optimistis,” katanya.

Meski demikian, LPS tetap melakukan berbagai langkah mitigasi risiko, terutama untuk mengantisipasi dampak konflik global terhadap nilai tukar rupiah dan stabilitas likuiditas perbankan.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, LPS telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Pertama, melakukan evaluasi berkala terhadap Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) agar nasabah tetap terlindungi sekaligus mencegah persaingan suku bunga yang tidak sehat di industri perbankan.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Rangkul Zheng He Society, Buka Jalur Investasi, Pedagangan dan Pariwisata

Kedua, LPS bersama Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus memperkuat sistem peringatan dini atau early warning system guna memastikan persoalan di sektor perbankan tidak berkembang menjadi risiko sistemik.

Ketiga, LPS akan mengoptimalkan pengelolaan dana penjaminan serta menjaga likuiditas agar tekanan terhadap sektor perbankan tidak membesar.

Selain itu, LPS juga terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai syarat penjaminan simpanan atau 3T melalui berbagai kegiatan sosialisasi. Sejak 2025, LPS rutin menyelenggarakan Finance Festival sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

Seminar tersebut merupakan rangkaian kegiatan pelantikan pengurus dan Seminar Nasional Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia yang berlangsung di gedung LPPM Universitas Negeri Semarang.

Berita Terkait

Polytron Bekali UMKM Strategi Bisnis, dari Pengelolaan Pelanggan hingga Teknologi CRM
Tembus Rp72,54 Triliun, Investasi Jateng Terus Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global
Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Jateng Terus Melaju
Ahmad Luthfi Genjot Investasi Jateng, Target Rp 110 Triliun hingga Akhir Tahun
Immoderma Skin Clinic Raih ICON OF VITARAN 3 Stars, Bukti Komitmen Layanan Berkualitas
Petani Tak Lagi Waswas Harga Panen Anjlok, Program Petani Gajian Jadi Harapan
Jateng Kantongi Investasi Rp 72,54 Triliun, Ahmad Luthfi Bidik Ekspansi Perusahaan Vietnam
Harga Sembako Lebih Murah, Warga Minta GPM Jateng Lebih Sering Digelar

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Polytron Bekali UMKM Strategi Bisnis, dari Pengelolaan Pelanggan hingga Teknologi CRM

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Tembus Rp72,54 Triliun, Investasi Jateng Terus Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:07 WIB

Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Figur Akselerator Kemajuan, Investasi Jateng Terus Melaju

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:59 WIB

Ahmad Luthfi Genjot Investasi Jateng, Target Rp 110 Triliun hingga Akhir Tahun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:58 WIB

Immoderma Skin Clinic Raih ICON OF VITARAN 3 Stars, Bukti Komitmen Layanan Berkualitas

Berita Terbaru