Nawal Yasin Dorong UMKM Tiru Naruna Ceramic yang Tembus Pasar Dunia

- Reporter

Minggu, 5 April 2026 - 07:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SALATIGA – Perjalanan usaha yang dimulai dari skala kecil hingga mampu menembus pasar global, menjadi bukti nyata ketangguhan pelaku industri kreatif daerah. Hal itu ditunjukkan Naruna Ceramic, produsen keramik asal Kota Salatiga, yang kini sukses mengekspor produknya ke 18 negara.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menyampaikan apresiasinya saat mengunjungi langsung showroom Naruna Ceramic, di Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Sabtu (4/4/2026).

Menurut dia, kualitas menjadi faktor utama Naruna Ceramic dilirik pasar internasional. Saat ini, beragam produk keramiknya telah diekspor ke 18 negara, seperti Australia, Belanda, Amerika Serikat, Jepang, Arab Saudi, serta sejumlah negara lainnya.

“Sementara sudah ekspor ke 18 negara dan akan menambah di empat negara, menjadi 22. Naruna ini bukan sekadar keramik. Yang pertama adalah kuat di desain. Jadi, kualitas produk itu penting,” kata Nawal, seusai kunjungan.

Dalam kunjungan itu, Nawal didampingi suaminya, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen. Keduanya melihat langsung proses produksi sekaligus berdialog dengan manajemen, terkait perjalanan serta strategi pengembangan usaha.

Selain kualitas, Nawal menilai keberhasilan Naruna Ceramic juga ditopang oleh kekuatan desain. Setiap produk memiliki nilai filosofi yang kuat, sehingga mampu menarik buyer.

Baca Juga :  Pemprov Jateng Siapkan 325 Bus Mudik Gratis, Armada dan Kru Lulus Pemeriksaan

Terlebih, hal itu diperkuat dengan strategi pemasaran yang adaptif. Pemanfaatan teknologi digital mampu membantunya bertahan pada masa pandemi Covid-19, sekaligus menembus pasar lintas benua.

“Bagaimana desain yang kuat, ada filosofinya, dan terus baru merambah ke pemasaran yang bukan hanya secara konvensional, tapi juga dengan dengan digital,” ungkap Nawal.

Dia juga mengapresiasi upaya Naruna Ceramic dalam memberdayakan usaha kecil, melalui berbagai program binaan, seperti yang ada di Salatiga Eco Park. Menurutnya, keberadaan usaha binaan itu mampu meningkatkan kapasitas produksi, sekaligus memperluas dampak ekonomi.

Lebih lanjut, pihaknya berharap model pembinaan tersebut dapat direplikasi oleh pelaku UMKM lainnya di Jawa Tengah, agar semakin banyak pelaku usaha kecil yang berkembang.

“Jadi harapannya nanti UMKM-UMKM yang sudah struggle itu paling tidak membina ya membina usaha-usaha kecil, sehingga ini bisa lebih berkembang,” pungkas Nawal.

Sementara itu, CEO sekaligus Owner Naruna Ceramic, Roy Wibisono, menyampaikan, usaha yang dirintisnya dimulai dari skala kecil sebelum berkembang pesat seperti saat ini. Bahkan, yang awalnya hanya enam orang pekerja, kini telah berkembang menjadi sekitar 150 orang di berbagai lini produksi.

Baca Juga :  Sukses Energize Rekonduktoring SUTT 150 kV, PLN UPT Salatiga Perkuat Sistem Kelistrikan Jelang Libur Panjang Perayaan Idul Adha

“Produk kami beragam, seperti piring, cangkir, mangkok, dan sebagainya. Dan kami juga banyak melayani produk-produk custom. Contoh seperti bangunan, masjid, bangunan gereja yang menggunakan keramik,” bebernya.

Dari sisi produksi, proses pembuatan keramik dilakukan melalui tahapan yang cukup panjang dan detail, dimulai dari pemilihan bahan baku hingga pembakaran.

“Kami memilih tanah liat terbaik di Indonesia, lokasinya ada di daerah Kalimantan dan kami mix dengan tanah di lokal, kemudian kami melakukan riset dan dari formula tanah liat itu kami bentuk,” ucap Rob.

Dalam hal pemasaran, pihaknya mengandalkan kekuatan digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas, dengan memanfaatkan berbagai platform media sosial dan marketplace.

Seiring meningkatnya permintaan, kapasitas produksi pun menyesuaikan kebutuhan pasar. Dalam sebulan, Naruna Ceramic mampu memproduksi ribuan produk.

“Jadi, rata-rata kami produksi itu bisa sampai 2.000 pcs, kadang bisa juga sampai 5.000 pcs sebulannya, tergantung di pesanan kadang bisa sampai 30.000-an pcs,” beber Roy.***

Berita Terkait

Jateng Dibidik Jadi Magnet Investasi, Kemenlu Dukung Strategi Soft Power Ahmad Luthfi
Dorong UMKM Naik Kelas, Nawal Yasin Tinjau Kampung Singkong Argowiyoto Salatiga
Wagub Jateng Optimistis Porprov XVII Dongkrak Ekonomi dan Sport Tourism
Awal 2026, Jateng Dominasi Kredit Perumahan Nasional dengan Realisasi Rp2,3 Triliun
Libatkan UMKM, Dekranasda Jateng Siap Sukseskan MTQ Nasional 2026
Isu Kelangkaan Mencuat, Pemprov Jateng Tegaskan Stok BBM dan LPG Aman
Perkuat Ekosistem Gula Nasional, BULOG Fasilitasi Penyaluran Tebu Petani Blora ke Pabrik Gula Jawa Tengah
Optimalisasi Aset Idle, Pemprov Jateng Genjot Sumber Baru Pendapatan Daerah

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 20:20 WIB

Jateng Dibidik Jadi Magnet Investasi, Kemenlu Dukung Strategi Soft Power Ahmad Luthfi

Minggu, 5 April 2026 - 12:38 WIB

Dorong UMKM Naik Kelas, Nawal Yasin Tinjau Kampung Singkong Argowiyoto Salatiga

Sabtu, 4 April 2026 - 19:05 WIB

Wagub Jateng Optimistis Porprov XVII Dongkrak Ekonomi dan Sport Tourism

Jumat, 3 April 2026 - 09:50 WIB

Awal 2026, Jateng Dominasi Kredit Perumahan Nasional dengan Realisasi Rp2,3 Triliun

Kamis, 2 April 2026 - 19:13 WIB

Libatkan UMKM, Dekranasda Jateng Siap Sukseskan MTQ Nasional 2026

Berita Terbaru