Pemprov Jateng Dorong UMK Banyumas dengan Bantuan PLTS untuk Produksi Tusuk Sate

- Reporter

Kamis, 6 November 2025 - 20:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUMAS – Perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap pengembangan usaha mikro kecil (UMK) dibuktikan dengan memberikan bantuan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Desa Pajerukan Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas.

Selain memenuhi kebutuhan listrik, bantuan tersebut mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tusuk sate.

Kelompok Usaha Bersama (Kube) Mandiri Sejahtera yang terdiri dari sepuluh emak-emak terlihat bersemangat memproduksi tusuk sate berbahan bambu.

Ada yang memotong bambu, membelah, meruncing ujung hingga finishing. Menariknya, mereka sudah menggunakan mesin bertenaga listrik.

Ketua Kube Mandiri Sejahtera, Tutik Ariyani, mengatakan, bantuan PLTS tersebut sangat menunjang produksi tusuk sate, karena proses produksi bisa lebih efisien waktu.

“Bantuan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan produksi karena bisa lebih efisien waktu,” katanya, Kamis, 8 November 2025.

Ia menceritakan, pembuatan tusuk sate dulunya dilakukan secara manual dan membutuhkan waktu yang lama. Hingga saatnya mereka mendapatkan bantuan mesin dari pemerintah namun masih terkendala listrik.

Baca Juga :  Pertamina Bersama Pemprov Jateng Hadirkan Sarana Air Bersih untuk Warga Blora

“Ada dua mesin tapi listriknya gak mumpuni sehingga mesin dibagi di dua tempat,” lanjutnya.

Kendala itu terjawab setelah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menurunkan bantuan PLTS pada 2025.

“Alhamdulillah sekarang ada listrik tenaga surya dari Pemprov Jateng, sehingga produksi kami meningkat,” ungkapnya.

Sutijah, anggota Kube Mandiri Sejahtera, menambahkan, saat ini ada sekitar 10 ibu-ibu yang terlibat dalam produksi tusuk sate.

“Ada sepuluh orang anggota Kube Mandiri Sejahtera. Untuk produksinya dilakukan seminggu dua kali. Biaya produksi lebih hemat sekarang karena kami sudah ada PLTS,” ucapnya.

Suparmi, anggota yang lain mengaku senang karena produksi tusuk sate bisa dilakukan di satu tempat setelah pemenuhan listrik tercukupi.

“Sekarang lebih mudah dan cepat. Dalam seminggu kami bisa menghasilkan lebih dari 100 ribu tusuk sate dibanding dulu paling 25 ribu tusuk,” terangnya.

Baca Juga :  Semangat Kebaikan Karyawan AXA Mandiri: 400 Paket Gizi dan Aktivitas Ceria untuk Masyarakat Rentan

Dari produksi yang meningkat tersebut, tentu juga membuat pendapatan semakin naik.

“Alhamdulillah kualitas meningkat, jumlahnya juga lebih banyak,” imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Agus Sugiharto, menyampaikan, bantuan PLTS tersebut seiring dengan semangat Ngopeni Nglakoni Jateng dalam hal mengentaskan kemiskinan ekstrim.

Dikatakan, hal itu selaras dengan program prioritas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Tak Yasin.

“Jadi, pemerintah hadir bagi masyarakat yang membutuhkan. Bantuan ini disalurkan untuk usaha mikro kecil dengan anggotanya masuk dalam DTKS,” ujarnya.

Dengan adanya bantuan tersebut, kelompok usaha dapat berkembang dan meningkat. Diharapkan pengentasan kemiskinan ekstrim akan terwujud.

Agus mengungkapkan, pihaknya akan terus mengembangkan energi baru terbarukan untuk pemenuhan energi bagi masyarakat.

“Masih akan terus kami lakukan untuk berinovasi dalam bidang energi baru terbarukan,” tandasnya.*

Berita Terkait

Dari 537 Gagasan yang Masuk Pusaka Jateng, Taj Yasin: Jadi Bahan Kebijakan APBD Jateng 2027
3.754 Aset Senilai Rp37,7 Miliar Dikelola Digital, BKD Jateng Luncurkan Sipanda
MTQ Nasional 2026 Digelar di Jateng, Perputaran Ekonomi Ditaksir Capai Rp1,2 Triliun
Visiting Jogja Jadi Rujukan, PKA VII Jateng Perkuat Inovasi Desa Wisata
Batik Kalikajar Tembus Mancanegara, Kapulaga Perkuat Ekonomi Perempuan
Mau Liburan Lebih Hemat? BCA tiket.com Travel Fair Hadir di BCA EXPO 2026
Jaga Harga Pangan, Bulog Semarang Gencarkan Penyaluran Beras SPHP dan Minyakita
Jateng Pacu Produksi Susu dengan Teknologi Pengatur Jenis Kelamin Anak Sapi

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:46 WIB

Dari 537 Gagasan yang Masuk Pusaka Jateng, Taj Yasin: Jadi Bahan Kebijakan APBD Jateng 2027

Jumat, 11 September 2026 - 07:22 WIB

3.754 Aset Senilai Rp37,7 Miliar Dikelola Digital, BKD Jateng Luncurkan Sipanda

Rabu, 9 September 2026 - 17:43 WIB

MTQ Nasional 2026 Digelar di Jateng, Perputaran Ekonomi Ditaksir Capai Rp1,2 Triliun

Rabu, 9 September 2026 - 16:31 WIB

Visiting Jogja Jadi Rujukan, PKA VII Jateng Perkuat Inovasi Desa Wisata

Rabu, 9 September 2026 - 08:30 WIB

Batik Kalikajar Tembus Mancanegara, Kapulaga Perkuat Ekonomi Perempuan

Berita Terbaru