Prabowo Terkesan TPST Banyumas, Jateng Siap Lampaui Target Nasional

- Reporter

Selasa, 28 April 2026 - 18:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUMAS – Presiden Prabowo Subianto dibuat terkesan dengan sistem pengelolaan sampah terpadu di Banyumas. Model berbasis ekonomi sirkular itu dinilai efektif dan siap direplikasi secara nasional, seiring target Jawa Tengah mengejar zero sampah pada 2028.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mendampingi Presiden dalam kunjungan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Desa Kaliori, Banyumas, Selasa (28/4/2026). Dalam peninjauan tersebut, Presiden menerima paparan langsung terkait sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.

Kepala UPTD TPST Banyumas, Edy Nugroho, menjelaskan konsep yang diterapkan mengusung prinsip waste to value, yakni mengubah sampah menjadi bernilai ekonomi.

“Sistem kami dari hulu sampai hilir, menuju waste to value, sampah jadi bernilai ekonomi,” ujarnya.

Berdasarkan data yang disampaikan, timbulan sampah di Banyumas mencapai 738,80 ton per hari. Sebanyak 574,52 ton atau 77,76 persen telah terkelola, sementara sekitar 164 ton per hari masih dalam proses penanganan, terutama di wilayah yang belum memiliki fasilitas TPST.

Baca Juga :  18,4 Juta Warga Diperkirakan Bakal Tinggalkan Jakarta Saat Libur Nataru

Pengelolaan dilakukan secara berjenjang, mulai dari pemilahan di tingkat rumah tangga, pengolahan di TPS3R oleh masyarakat, hingga pemrosesan di TPST BLE menjadi bahan bakar alternatif berupa Refuse Derived Fuel (RDF).

Melihat sistem tersebut, Presiden menyatakan dukungan penuh dari pemerintah pusat untuk pengembangannya.

“Ini sangat efektif dan bisa menjadi contoh. Pemerintah pusat akan mendorong serta menurunkan bantuan langsung, agar sistem ini bisa kita perbaiki dan kembangkan,” ujar Prabowo.

Presiden juga menegaskan, persoalan sampah kini menjadi prioritas nasional yang harus segera dituntaskan dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Dalam kunjungan itu, Presiden turut didampingi Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hodayat, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Koordinator Pangan Hanif Faisol, serta Bupati Banyumas Sadewo.

Gubernur Ahmad Luthfi yang memimpin Jateng bersama Wagub Taj Yasin Maimoen (Gus Yasi),mengatakan, ketertarikan Presiden juga terlihat pada pengembangan RDF di Jawa Tengah yang terus diperluas.

Baca Juga :  Kasus Anak Bunuh Ayah dan Neneknya di Jaksel, Polisi Periksa Lima Saksi

“Saat ini ada 13 kabupaten dalam proses pengembangan RDF, sementara tiga kabupaten sudah operasional,” jelasnya.

Menurut Ahmad Luthfi, model Banyumas menjadi contoh konkret pengelolaan sampah terpadu yang melibatkan seluruh lapisan, dari rumah tangga hingga pemanfaatan akhir.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pun mempercepat pembangunan fasilitas RDF di berbagai daerah, dengan dukungan empat pabrik semen sebagai offtaker hasil olahan sampah.

“Kita punya empat pabrik semen sebagai offtaker. Ini jadi kekuatan kita,” tegasnya.

Selain itu, konsep pengolahan regional juga disiapkan untuk kawasan dengan volume sampah besar, seperti Semarang Raya, Pekalongan Raya, dan Tegal Raya.

Ahmad Luthfi optimistis Jawa Tengah mampu melampaui target nasional pengelolaan sampah yang dipatok pada 2029.

“Target nasional 2029 zero sampah. Jawa Tengah siap lebih cepat, tahun 2028 kita optimistis tercapai,” ujarnya.

Kunjungan Presiden ini sekaligus mengukuhkan Banyumas sebagai salah satu model nasional pengelolaan sampah modern berbasis teknologi dan kolaborasi lintas sektor.***

Berita Terkait

Menko Polkam Ajak Seluruh Elemen Bangsa Bersatu Perangi Narkotika Demi Indonesia Emas 2045
Kala Anak Nasabah PNM Mekaar Berkata “Orang Tua Saya Berjuang di Sawah, Saya Berjuang di Sekolah”
Danamon Prasmul EduWealth Resmi Diluncurkan, Perkuat Perencanaan Pendidikan Masa Depan Anak
Pemerintah RI Kirim Menko Polkam ke Doha, Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Mantan Emir Qatar
Menko Polkam Pastikan Penanganan Kasus Korupsi Sesuai Aturan dan Berkeadilan
Menko Polkam Motivasi Siswa Dikmaba TNI dan Calon Manajer KDKMP di Rindam I/Bukit Barisan
Menko Polkam Ingatkan Bahaya Disinformasi bagi Masa Depan Generasi Muda
Kunjungi Natuna, Menko Polkam Tegaskan Peran Strategis Prajurit di Wilayah Perbatasan

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:43 WIB

Menko Polkam Ajak Seluruh Elemen Bangsa Bersatu Perangi Narkotika Demi Indonesia Emas 2045

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:54 WIB

Kala Anak Nasabah PNM Mekaar Berkata “Orang Tua Saya Berjuang di Sawah, Saya Berjuang di Sekolah”

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:01 WIB

Danamon Prasmul EduWealth Resmi Diluncurkan, Perkuat Perencanaan Pendidikan Masa Depan Anak

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:19 WIB

Pemerintah RI Kirim Menko Polkam ke Doha, Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Mantan Emir Qatar

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:44 WIB

Menko Polkam Pastikan Penanganan Kasus Korupsi Sesuai Aturan dan Berkeadilan

Berita Terbaru