Soroti Persoalan Anak Tidak Sekolah, Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Penanganan Cepat

- Reporter

Minggu, 19 April 2026 - 12:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zonajateng.id – Persoalan anak tidak sekolah di Jawa Tengah masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan penanganan cepat dan terintegrasi dari berbagai pihak.

Berdasarkan data dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah, jumlah anak tidak sekolah (ATS) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai sekitar 327.617 anak. Hasil data tersebut menjadikan provinsi ini sebagai salah satu daerah dengan jumlah ATS tertinggi di Indonesia.

Selain itu, pemerintah daerah juga mencatat masih adanya kasus putus sekolah, khususnya pada jenjang menengah. Bahkan, terdapat sekitar 5.000 anak tingkat SMA di Jawa Tengah yang tercatat putus sekolah akibat faktor ekonomi dan sosial.

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, menegaskan pentingnya langkah cepat dan sistematis untuk mengembalikan anak-anak ke bangku pendidikan.

Baca Juga :  Jejak Kartini Masa Kini: Ketulusan Ibu Pariyem Demi Terangnya Negeri

“Masalah anak tidak sekolah tidak bisa dibiarkan berlarut. Harus ada penanganan cepat dan menyeluruh agar mereka bisa kembali mengakses pendidikan,” tegasnya.

Ia menilai, persoalan ATS tidak hanya disebabkan oleh faktor ekonomi, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi sosial, budaya, hingga rendahnya kesadaran akan pentingnya pendidikan.

“Masih ada anggapan bahwa sekolah cukup sampai jenjang tertentu. Ini yang harus diubah,” ujarnya.

Heri mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat pendataan berbasis wilayah guna memastikan intervensi yang tepat sasaran, termasuk melalui program afirmasi bagi keluarga kurang mampu.

Baca Juga :  Cerita Sopir Bus Mudik Gratis Jateng, Mengemudi Ratusan Kilometer Mengantar Rindu Pemudik

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah dan masyarakat dalam mencegah anak putus sekolah sejak dini.

“Penanganan harus terpadu, mulai dari pencegahan hingga penanganan anak yang sudah terlanjur putus sekolah,” katanya.

Menurutnya, program seperti sekolah terbuka, pendidikan nonformal, hingga kemitraan dengan sekolah swasta perlu dioptimalkan untuk menjangkau anak-anak yang belum terlayani pendidikan formal.

Ke depan, Heri berharap upaya penanganan anak tidak sekolah dapat menjadi prioritas pembangunan daerah. Terlebih, mengingat pendidikan merupakan fondasi utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Kalau kita ingin pembangunan yang merata, maka tidak boleh ada anak yang tertinggal dari pendidikan,” pungkasnya.*

Berita Terkait

Simpang Lima Jadi Panggung MTQ Nasional XXXI, Warga Dipersilakan Hadir
BRI Ungaran Gelar Pengajian Rutin, Perkuat Pembinaan Spiritual Pekerja
YBM BRILiaN BRI Ungaran Hadirkan Kepedulian Lewat Berbagi Sembako
Antusiasme Warga Tinggi, Pemprov Jateng Siapkan Videotron Pembukaan MTQ
Taj Yasin Sambut Kafilah MTQ, 13 Venue di Jateng Siap Digunakan
Kafilah Papua Barat Daya Terkesan Sambutan Pemprov Jateng di MTQ Nasional
Taj Yasin Dorong Penguatan NIK, Warga Tak Perlu Berulang Kali Serahkan Fotokopi KTP
Bangkai Ikan Sapu-Sapu Ganggu Warga Pati, Gubernur Luthfi Perintahkan Segera Dikubur

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:30 WIB

Simpang Lima Jadi Panggung MTQ Nasional XXXI, Warga Dipersilakan Hadir

Jumat, 11 September 2026 - 15:42 WIB

BRI Ungaran Gelar Pengajian Rutin, Perkuat Pembinaan Spiritual Pekerja

Jumat, 11 September 2026 - 15:19 WIB

YBM BRILiaN BRI Ungaran Hadirkan Kepedulian Lewat Berbagi Sembako

Jumat, 11 September 2026 - 07:15 WIB

Taj Yasin Sambut Kafilah MTQ, 13 Venue di Jateng Siap Digunakan

Kamis, 10 September 2026 - 07:30 WIB

Kafilah Papua Barat Daya Terkesan Sambutan Pemprov Jateng di MTQ Nasional

Berita Terbaru