Sosialisasi Bencana Gunung Api di Banyumas, Jateng Siapkan Langkah Antisipatif

- Reporter

Jumat, 24 April 2026 - 16:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUMAS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang dipinpin Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menegaskan komitmennya untuk mengutamakan keselamatan masyarakat, dalam menghadapi peningkatan aktivitas Gunung Slamet. Hal itu disampaikan dalam sosialisasi mitigasi bencana geologi gunung api, yang digelar di Banyumas, Kamis (23/4/2026).

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan menegaskan, mitigasi bukan hanya soal data, tetapi kesiapan nyata di lapangan.

“Tujuannya satu, bagaimana kita bisa menyelamatkan masyarakat jika terjadi erupsi. Dari pemahaman kondisi gunung, kita bisa menentukan langkah yang tepat,” ujarnya.

Bergas menambahkan, Pemprov Jateng telah memiliki rencana kontinjensi Gunung Slamet sejak 2021. Namun, dokumen tersebut terus diperbarui, menyesuaikan perkembangan terbaru, termasuk jumlah penduduk dan potensi jalur aliran material vulkanik. Pengalaman penanganan banjir bandang di wilayah sekitar Gunung Slamet awal tahun ini, juga menjadi pembelajaran penting dalam manajemen bencana.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Pastikan Insentif Guru Madin Yang Viral di Demak Tersalurkan

“Secara manajemen hampir sama. Yang berbeda hanya jenis bencananya. Yang terpenting adalah bagaimana menyelamatkan masyarakat sedini mungkin,” katanya.

Bergas menekankan pentingnya peran desa sebagai garda terdepan, melalui program Desa Tangguh Bencana (Destana), yang juga nenjadi program Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin Maimoen.

“Desa harus siap karena mereka yang pertama merespons. Semua pihak harus terlibat sebagai subjek, bukan hanya objek dalam penanggulangan bencana,” tegasnya.

Sementara, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), P. Hadi Wijaya mengungkapkan, hasil pemantauan terbaru menunjukkan adanya peningkatan signifikan aktivitas Gunung Slamet.

“Terjadi kenaikan suhu kawah dari sebelumnya sekitar 280 derajat Celsius, kini mencapai hingga 460 derajat. Selain itu, aktivitas kegempaan, khususnya gempa frekuensi rendah, juga meningkat yang mengindikasikan pergerakan magma ke permukaan,” jelasnya.

Baca Juga :  Tak Sekadar Gratis, Sekolah Rakyat Jateng Disiapkan dengan Fasilitas Terbaik

Menurut Hadi, kondisi tersebut menuntut kewaspadaan bersama. PVMBG pun telah meningkatkan radius bahaya dari 2 kilometer menjadi 3 kilometer dari kawah, meskipun status gunung masih berada pada Level II (Waspada).

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Setiap perkembangan aktivitas akan terus kami evaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan peningkatan status,” tegasnya.

Sosialisasi itu dihadiri BPBD dari lima kabupaten yang berada di kawasan Gunung Slamet. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh pemangku kepentingan, memiliki pemahaman yang sama dalam menghadapi potensi erupsi.

Dengan dukungan sistem pemantauan yang lengkap, mulai dari CCTV hingga alat seismik dan deformasi, PVMBG memastikan setiap peningkatan aktivitas Gunung Slamet dapat segera terdeteksi dan ditindaklanjuti secara cepat.

“Langkah ini diharapkan mampu meminimalkan risiko, dan memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama di tengah potensi bencana,” pungkasnya.*

Berita Terkait

Gubernur Luthfi: IWAPI Harus Hadir Beri Solusi dan Manfaat bagi Masyarakat
Sumarno: Keberhasilan Pendidikan Anak Dimulai dari Kolaborasi Semua Pihak
Tampung Aspirasi Jateng Guyub, Gubernur Jateng Bantu 56 Truk untuk Petani Tebu
Sekda Jateng: Korupsi Harus Dicegah dari Hulu, APIP Jadi Garda Terdepan
Rakorkomwil III Apeksi 2026, Sekda Jateng Tekankan Penguatan Fiskal dan Pengelolaan Sampah
Fakta Baru Terungkap, Korban Penipuan di Purwokerto Diminta Tutup Mulut Oleh Sang Ratu Investasi Bodong
Kerja Sama Jateng-Fujian Makin Erat, Investasi hingga Youth Exchange Jadi Prioritas
BKD Jateng Bantah Informasi PPPK Paruh Waktu Ditempatkan di Ormas

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:20 WIB

Gubernur Luthfi: IWAPI Harus Hadir Beri Solusi dan Manfaat bagi Masyarakat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:11 WIB

Sumarno: Keberhasilan Pendidikan Anak Dimulai dari Kolaborasi Semua Pihak

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:25 WIB

Tampung Aspirasi Jateng Guyub, Gubernur Jateng Bantu 56 Truk untuk Petani Tebu

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:02 WIB

Sekda Jateng: Korupsi Harus Dicegah dari Hulu, APIP Jadi Garda Terdepan

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:16 WIB

Rakorkomwil III Apeksi 2026, Sekda Jateng Tekankan Penguatan Fiskal dan Pengelolaan Sampah

Berita Terbaru