Sumarno Ajak UMKM Serap KUR, Lawan Jeratan Rentenir dan Pinjol

- Reporter

Minggu, 2 November 2025 - 21:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih memiliki Pekerjaan Rumah (PR) untuk mendorong penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi UMKM. KUR merupakan dukungan dari pemerintah bagi UMKM melalui pinjaman berbunga rendah dan akses yang lebih mudah.

Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maemoen, dalam puncak acara Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Jateng 2025 dengan tema Jawara (Jangkau Warga Optimalkan Akses Keuangan), Minggu, 2 November 2025, di Halaman Kantor Gubernur Jateng.

Dia mengatakan, tantangan terbesar dalam literasi keuangan bagi UMKM adalah daya tarik rentenir dan pinjaman online ilegal, yang memudahkan konsumen mendapatkan pinjaman. Padahal, di balik kemudahan tersebut terdapat risiko jeratan bunga yang memberatkan.

“Kami di pemerintah provinsi Jawa Tengah tidak akan bisa berjalan sendiri dalam melakukan inklusi keuangan. Melalui kolaborasi dan kerja sama dengan semua pihak, termasuk industri jasa keuangan dan OJK, untuk tata kelola dan inklusi keuangan yang lebih masif,” kata Sumarno.

Baca Juga :  Pemprov Jateng dan Pertamina Jaga Ketersediaan LPG 3 Kg Saat Banjir

Lebih lanjut, Sumarno memberikan apresiasi atas rencana Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, yang tahun depan akan fokus kepada inklusi keuangan untuk kampung nelayan.

“Pemprov Jawa Tengah berterima kasih atas dorongan OJK ke depan menggarap nelayan, literasi dan inklusi kepada nelayan, lebih luasnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan,” ujarnya.

Friderica mengatakan, inklusi keuangan di Jawa Tengah di masa yang akan datang akan difokuskan untuk kampung nelayan. Menurutnya, nelayan kesulitan mendapatkan income saat cuaca ekstrem.

“Inklusi keuangan untuk nelayan didorong agar tetap dapat memberikan nafkah pada keluarga saat tidak bisa melaut,” ujar Kiki, sapaan akrabnya.

Baca Juga :  Sambut Libur Nataru, Bandara Ahmad Yani Semarang Buka Posko Terpadu Libatkan 561 Personil

OJK, lanjutnya, memiliki target untuk meningkatkan inklusi keuangan hingga 98 % sampai dengan tahun 2045. Pihaknya saat ini memiliki tantangan untuk mengorkestrasi agar target tersebut terpenuhi.

“Saat ini tingkat literasi mencapai 66,46 % dan inklusi 80%. Masih terdapat selisih yang signifikan. Melalui sinergi dan kolaborasi, dan juga melibatkan BPS, harapannya rentang tersebut akan semakin berkurang,” kata Kiki.

Kepala Kantor OJK Jawa Tengah Hidayat Prabowo melalui sambutannya, memberikan apresiasi kepada pemerintah provinsi Jawa Tengah yang telah memberikan dukungan selama pelaksanaan BIK 2025 di Jawa Tengah. Selama BIK 2025 di Jateng, kata dia, telah dilaksanakan 828 kegiatan dan melibatkan sekitar 164.000 peserta. Adapun capaian inklusi keuangan tercatat sebesar Rp 852,98 miliar.

“Melalui Jawara, antusiasme dari masyarakat serta keterlibatan pemangku kepentingan menunjukkan semangat komitmen bersama dalam mewujudkan Jawa Tengah yang maju perekonomiannya dan sejahtera masyarakatnya, ” katanya.*

 

Berita Terkait

Dari 537 Gagasan yang Masuk Pusaka Jateng, Taj Yasin: Jadi Bahan Kebijakan APBD Jateng 2027
3.754 Aset Senilai Rp37,7 Miliar Dikelola Digital, BKD Jateng Luncurkan Sipanda
MTQ Nasional 2026 Digelar di Jateng, Perputaran Ekonomi Ditaksir Capai Rp1,2 Triliun
Visiting Jogja Jadi Rujukan, PKA VII Jateng Perkuat Inovasi Desa Wisata
Batik Kalikajar Tembus Mancanegara, Kapulaga Perkuat Ekonomi Perempuan
Mau Liburan Lebih Hemat? BCA tiket.com Travel Fair Hadir di BCA EXPO 2026
Jaga Harga Pangan, Bulog Semarang Gencarkan Penyaluran Beras SPHP dan Minyakita
Jateng Pacu Produksi Susu dengan Teknologi Pengatur Jenis Kelamin Anak Sapi

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 18:46 WIB

Dari 537 Gagasan yang Masuk Pusaka Jateng, Taj Yasin: Jadi Bahan Kebijakan APBD Jateng 2027

Jumat, 11 September 2026 - 07:22 WIB

3.754 Aset Senilai Rp37,7 Miliar Dikelola Digital, BKD Jateng Luncurkan Sipanda

Rabu, 9 September 2026 - 17:43 WIB

MTQ Nasional 2026 Digelar di Jateng, Perputaran Ekonomi Ditaksir Capai Rp1,2 Triliun

Rabu, 9 September 2026 - 16:31 WIB

Visiting Jogja Jadi Rujukan, PKA VII Jateng Perkuat Inovasi Desa Wisata

Rabu, 9 September 2026 - 08:30 WIB

Batik Kalikajar Tembus Mancanegara, Kapulaga Perkuat Ekonomi Perempuan

Berita Terbaru